Besaran Tarif Pajak Mobil Listrik dan Cara Menghitungnya
Besaran Tarif Pajak Mobil Listrik dan Cara Menghitungnya

Berita Pekanbaru Terkini – Untuk mobil listrik, pajak tahunannya masih dikatakan murah sebab hingga kini masih diberikan insentif dari pemerintah tanah air. Bahkan, mereka yang tinggal di Jakarta saja PKB (Pajak Kendaraan Bermotor) dan BBN (Bea Balik Nama) untuk kendaraan listrik tersebut akan digratiskan. Sehingga terdengar jika anggapan pajak mobil listrik terbilang mahal yang dianggap wajar karena, harga mobil listrik itu sendiri masih cukup mahal.

Tahukah kamu fakta apa saja yang ada di balik pajak mobil listrik tersebut, untuk mengetahuinya mari disimak ulasan berikut ini.

Aturan Pemerintah Tentang Pajak Mobil Listrik

Untuk besaran pajak mobil listrik yang telah tertuang dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 1 Tahun 2021.

Di dalam peraturan tersebut yang telah dihitung berdasarkan pada PKB dan BBN dari kendaraan bermotor listrik tersebut. Pada aturan tersebut sudah diatur terkait besaran pajak kendaraan listrik yang tertuang pada pasal 10 dan 11.

Baca juga : 6 Hal Yang Harus Anda Lakukan Jika Sepeda Motor Anda Terendam Banjir

Seperti yang tertuang pada kedua pasal tersebut yang mengatakan jika mobil listrik hanya akan dikenakan pajak sebesar 10% saja dari tarif normal. Berikut isi dari pasal 10 dan 11:

Pasal 10 

  • Ayat (1) Pengenaan PKB KBL berbasis baterai untuk orang atau barang ditetapkan paling tinggi sebesar 10% (sepuluh persen) dari dasar pengenaan PKB.
  • Ayat (2) Pengenaan BBNKB KBL berbasis baterai untuk orang atau barang ditetapkan paling tinggi sebesar 10% (sepuluh persen) dari dasar pengenaan PKB.
  • Ayat (3) Pengenaan PKB dan BBNKB KBL berbasis baterai untuk orang atau barang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) merupakan insentif yang diberikan oleh Gubernur.

Pasal 11

  • Ayat (1) Pengenaan PKB KBL berbasis baterai untuk angkutan umum orang ditetapkan paling tinggi sebesar 10% (sepuluh persen) dari dasar pengenaan PKB.
  • Ayat (2) Pengenaan BBNKB KBL berbasis baterai untuk angkutan umum orang dikenakan paling tinggi sebesar 10% (sepuluh persen) dari dasar pengenaan BBNKB
  • Ayat (3) Pengenaan PKB KBL berbasis baterai untuk angkutan umum barang ditetapkan paling tinggi sebesar 10% (sepuluh persen) dari dasar pengenaan PKB.
  • Ayat (4) Pengenaan BBNKB KBL berbasis baterai untuk angkutan umum barang ditetapkan paling tinggi sebesar 10% (sepuluh persen) dari dasar pengenaan BBNKB.
  • Ayat (5) Pengenaan PKB dan BBNKB untuk KBL berbasis baterai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (4) merupakan insentif yang diberikan oleh Gubernur.

Ada pula Peraturan Gubernur Prov. DKI Jakarta No. 41 Tahun 2021 terkait Perhitungan Dasar Pengenaan Pajak Kendaraan Bermotor dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Pembuatan Sebelum Tahun 2021.

Peraturan tersebut menyebutkan jika insentif yang dapat diterima oleh para pemilik kendaraan listrik.

Dimana hal tersebut membuat pajak tahunan dari kendaraan listrik jadi lebih murah. Apabila dilihat berdasarkan aturan yang yang disebutkan itu, pemerintah Indonesia telah memberikan insentif yang begitu besar kepada masyarakat yang membeli mobil listrik.

Sehingga sudah jelas jika pajak kendaraan tersebut tidaklah mahal seperti yang difikirkan banyak orang.

Cara Menghitung Pajak Mobil Listrik

Ternyata cara menghitung pajak kendaraan mobil listrik itu sama saja dengan mobil pada umumnya.

Akan tetapi, besaran pajak yang harus dibayarkan sebesar 10% saja dari pajak normal kendaraan listrik.

Seperti :

Mobil listrik yang harganya sebesar Rp. 600 juta dan memiliki nilai jual kendaraan bermotor (NJKB) Rp. 413 juta. Apabila hal tersebut mengacu pada mobil, pajak tahunan yang akan dikenakan itu nominalnya Rp. 8.260.000. Maka angka tersebut akan didapatkan berdasarkan rumus PKB=NJKB X 2%.

Akan tetapi, dikarenakan mobil listrik tersebut telah diberikan insentif dari pemerintah tanah air maka PKB yang harus dibarak hanya sebesar 10%.

Dimana para pemilik mobil listrik tersebut hanya harus membanyak sebesar Rp. 826 ribu setiap tahunnya.

Seperti yang telah diketahui jika simulasi tersebut sesuai seperti yang ada untuk pajak mobil listrik Hyundai Ioniq 5 yang hanya Rp. 1 jutaan saja.

Ditambah lagi BBN pun terbilang lebih murah untuk beberapa wilayah ditanah air. Sementara untuk wilayah Jakarta saja BBN kendaraan listrik gratis. Meski jika hal tersebut mengacu pada Pemendagri No. 1 Tahun 2021 yang telah disebutkan, jika BBN kendaraan listrik akan dikenakan tarif maksimal hanya 10% saja, dimana hal tersebut masih masuk dalam kategori murah untuk kepemilikan sebuah kendaraan listrik.

Untuk informasi menarik lainnya seputar Berita Otomotif Terkini pastikan hanya di laman Dangmerdu.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here