4 Mitos tentang Nutrisi dan Makan Sehat

DANG MERDU – Pernah mendengar pepatah “jangan percaya semua yang Anda baca”? Nah, dalam beberapa kasus juga harus “jangan percaya semua yang Anda dengar”. Apalagi dalam hal nutrisi, dimana setiap orang memiliki pendapat yang berbeda-beda.

Ada begitu banyak pesan campuran di luar sana sehingga sulit untuk mengetahui saran mana yang harus diikuti dalam hal makan sehat. Iklan memberi tahu Anda satu hal, teman memberi tahu Anda sebaliknya, orang tua Anda memberi tahu Anda apa yang diberitahukan kepada mereka ketika mereka masih anak-anak, dan dokter merekomendasikan sebagian besar dari apa yang Anda dengar.

Jadi bagaimana Anda memahami semua ini? Apakah semua lemak dan gula buruk? Apakah semua “produk bebas lemak” sesehat yang mereka klaim? Apakah baik-baik saja untuk melewatkan makan?

1. Mitos waktu makan: Makan banyak kalori di malam hari akan menyebabkan penambahan berat badan

Fakta: Kalori adalah kalori. Tidak masalah kapan Anda memakannya, karena telah terbukti bahwa tubuh Anda tidak memproses makanan secara berbeda pada waktu yang berbeda dalam sehari. Namun, yang penting adalah total kalori yang Anda konsumsi versus kalori yang Anda bakar. Ngemil sembarangan di depan TV di malam hari biasa dilakukan dan memang meningkatkan asupan kalori Anda tanpa Anda sadari.

Jika Anda harus ngemil, cobalah pilihan yang lebih sehat seperti buah segar, buah kering tanpa pemanis, yoghurt rendah lemak, dan susu. Baik di malam hari saat menonton film, atau di antara waktu makan, ngemil bukanlah satu hal yang fatal. Tetapi makan berlebihan dengan makanan tidak sehat sambil duduk membuat Anda tidak memperhatikan tubuh Anda.

2. Mitos nutrisi: “Bebas lemak” berarti “bebas kalori”, yang berarti bisa makan sebanyak yang Anda mau

Fakta: “Rendah lemak” atau “bebas lemak” BUKAN berarti “bebas kalori”. Makanan rendah lemak atau bebas lemak SERINGKALI lebih rendah kalori daripada porsi ukuran yang sama dari produk penuh lemak. Tetapi banyak makanan olahan yang rendah lemak atau bebas lemak dapat memiliki kalori yang sama banyaknya dengan versi penuh lemak dari makanan yang sama, bahkan terkadang LEBIH BANYAK kalori. Ini karena proses menghilangkan lemak dari makanan melibatkan penambahan gula, tepung, pengental pati, dan karbohidrat lainnya untuk menjaga rasa aslinya.

Baca Juga: Tips Makan dengan Baik Sesuai Usia Kita

Saat berbelanja bahan makanan, pastikan Anda membaca label nutrisi dari produk versi reguler versus versi rendah lemak dan membandingkan kandungan kalori dan kandungan lemaknya, berdasarkan ukuran porsi per 100g.

Atau, Anda dapat melihat logo “Simbol Pilihan yang Lebih Sehat” untuk mengidentifikasi produk makanan yang merupakan pilihan yang lebih sehat. Ingat, bahwa berat badan turun ke kalori. Selain itu, jika makanan rendah lemak dan kalori, itu tidak berarti Anda harus makan dalam jumlah yang tidak masuk akal. Makanlah semua makanan dalam jumlah sedang, terutama yang mengandung lemak berlebih.

3. Mitos tentang karbohidrat: Karbohidrat (dan gula) jahat karena menyebabkan penambahan berat badan

Fakta: Karbohidrat, seperti halnya protein dan lemak, tidak menyebabkan penambahan berat badan. Makan lebih banyak dari yang Anda butuhkan kemungkinan akan menghasilkan penambahan berat badan. Memanjakan diri dengan makanan manis dan kaya karbohidrat olahan (roti putih, pasta, dan donat) dapat meningkatkan risiko Anda terkena masalah kesehatan seperti penyakit jantung dan diabetes.

Cara yang paling aman dan pasti adalah mengikuti aturan untuk asupan nutrisi seimbang: biji-bijian, kacang-kacangan, buah-buahan dan sayuran semuanya adalah makanan “karbohidrat baik”. Sementara asupan gula halus dan makanan manis harus dibatasi hingga batas minimum yang ketat.

4. Mitos makan sehat: Kebanyakan makan salad dan sayuran akan membantu menurunkan berat badan

Fakta: Benar bahwa salad dan sayuran hijau memiliki kepadatan energi yang rendah. Artinya sangat rendah energinya dengan kandungan lemak yang hampir nol. Diet kaya salad dan sayuran menyediakan vitamin dan mineral penting, serat, dan zat lain yang penting untuk kesehatan yang baik.

Saat memilih makanan dengan menu salad, pastikan Anda tidak membatalkan kesehatannya dengan menenggelamkannya dalam saus salad dan saus yang tinggi lemak. Jangan berlebihan dan tambahkan kalori ke salad dalam jumlah yang wajar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here