Johnny G, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) bersama beberapa staf
terkait, sudah melaksanankan rencana persiapan satelit bumi atau pusat kendali.Satelit Republik Indonesia, merupakan satelit multifungsi yang dikenal dengan nama SATRIA-I. Berbagai deretan rencana untuk penjadwalan peluncuran SATRIA-I telah disusun.

Dalam acara peletakan batu pertama atau dikenal dengan “groundbreaking
ceremony” di Cikarang, Jawa Barat. Acara itu dihadiri Menkominfo yang menyatakan bahwa akan ada sekitar 11 stasiun di bumi sebagai “terestial segment”, yaitu suatu tempat yang berfungsi sebagai operasional dan kendali satelit SATRIA-I.

Menkominfo juga mengatakan bahwa bukan hanya di Cikarang saja, namun bakal ada
rencana 10 “gateway” atau gerbang lainya yang dibangun di Bajarmasin, Tarakan,
Batam, Pontianak, Kupang, Ambon, Manado, Timika, Manokwari serta Jayapura. Dan
semuanya sudah dalam proses pengadaan tanah atau lahan untuk sepuluh rencana
pembangunan gateway tersebut.

Stasiun bumi ini sebagai “terestial segment”, yang keberadaannya sebagai fungsi
pengendali digital pergerakan dan pengawasan Satelit SATIRA-I. Dengan begitu
diharapkan nantinya bisa sesuai parameter kestabilan layanan. Stasiun bumi juga
untuk kegiatan manajemen jaringan sebagai media komunikasi data dari bumi ke
Satelit SATRIA-I.

Pada momentum groundbreaking ceremony itu, Menkominfo menyatakan bahwa kegitan itu adalah satu usaha dari banyak kegiatan bersama dengan tujuan menjadi dasar transformasi digital tanah air kita.

Johnny G juga menyatakan, diperlukan kolaborasi seluruh komponen bangsa agar
terus mendorong terwujudnya Indonesia sebagai “A Digital Nation” atau bangsa
digital.Beliau juga manambahakan bahwa target Satelit Republik Indonesia I bisa
menjangkau 150.000 titik untuk layanan masyarakat dari berbagai sektor.

Rencana target proyek Satelit SATRIA-I dengan menggunakan teknologi HTS yaitu
“High Throughput Satellite”,yang mampu menghadirkan internet sebesar 150 GBps
untuk 150 ribu titik layanan berbasis masyarakat pada tahun 2023.

Dari total 150.000 titik layanan publik itu terbagi atas : ada 93.900 titik layanan pendidikan seperti pesantren dan sekolah sebagai dukungan untuk ujian siswa berbasis komputer dan kegiatan belajar mengajar jarak jauh. 3.700 titik layanan kesehatan seperti rumah sakit, puskesmas dan lainya.

3.900 tiitk untuk dukungan layanan keamanan kepada masyarkat untuk wilayah yang
tertinggal, terluar dan terdepan. Selain itu ada 47.900 titik untuk dukungan pengomptimalan layanan sistem pemerintah yang berbasis elektronik seperti di kantor kelurahan/desa, kecamatan dan kantor perintah daerah lainya. Selebihnya ada 600 titik layanan berbasis masyarakat lainnya.

Proyek konstruksi untuk peluncuran satelit SATRIA-I ini sudah dilaksanankan sejak tanggal 3 September 2020 lalu,walaupun dalam masa pandemi Covid-19 namun progres telah mencapai 30 persen / akhir Juli tahun 2021, dengan target selesai di tahun 2023

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here