Kenali Tanda Minyak Goreng Kedaluwarsa dan Bahaya Jika Dikonsumsi
Kenali Tanda Minyak Goreng Kedaluwarsa dan Bahaya Jika Dikonsumsi

Dang Merdu – Minyak goreng merupakan salah satu bahan pokok yang wajib ada terus di dapur. Orang Indonesia khususnya memang lebih suka membuat makanan yang cepat saji dan berminyak tentunya. Tak heran Indonesia merupakan salah satu negara yang cukup boros dalam penggunaan minyak goreng setiap harinya.

 

Minyak goreng adalah salah satu bahan dapur yang hampir selalu digunakan setiap hari. Kondisi minyak goreng tidak hanya dapat memengaruhi rasa makanan tetapi juga kesehatan. Maka dari itu, kenali ciri-ciri minyak goreng kedaluwarsa agar terhindar dari efek sampingnya yang berbahaya.

 

 

Berapa lama minyak goreng bisa kedaluwarsa?

 

Minyak goreng bisa kedaluwarsa dalam waktu kurang lebih 4 bulan setelah dibuka

Minyak goreng adalah produk nabati yang memiliki umur simpan dan dapat menjadi kedaluwarsa seiring waktu. Umur simpan produk minyak goreng bisa berbeda-beda tergantung bahan dasar pembuatannya dan juga proses yang dilaluinya.

 

Semakin banyak karbon berikatan ganda pada lemak tak jenuh di dalamnya, maka semakin cepat juga minyak tersebut mengalami kedaluwarsa. Karena itu, biasanya minyak jagung akan lebih cepat kedaluwarsa dari minyak canola dan minyak zaitun akan lebih tahan lama dari keduanya.

 

Jika masih bersegel, minyak zaitun biasanya memiliki umur simpan sekitar 18 hingga 24 bulan sejak pengemasan. Extra virgin olive oil yang mengalami proses lebih sedikit, umumnya bertahan lebih sebentar, yakni 12 hingga 18 bulan sejak pengemasan.

 

Untuk memastikan kualitas minyak goreng masih terjaga, pada kemasan biasanya tercetak tanggal pengemasan dan tanggal kedaluwarsa. Setelah melewati umur simpannya, Anda mungkin akan mendapati ciri-ciri minyak goreng kedaluwarsa pada produk tersebut.

 

Jika Anda jarang memasak, sebaiknya tuliskan tanggal Anda pertama kali membuka segel kemasan minyak goreng.

 

Baca juga : Dampak Negatif Kecanduan Media Sosial

 

Sejak pertama kali dibuka, kualitas minyak goreng dapat tetap terjaga selama 4 bulan jika disimpan di dalam wadah tertutup, serta belum melewati tanggal kedaluwarsa yang tercetak pada kemasan.

 

Minyak goreng dapat kedaluwarsa karena kerusakan kandungan lemak jenuh dan lemak tak jenuh ganda yang terdapat di dalamnya. Ini dapat terjadi saat minyak goreng terpapar oleh:

 

Cahaya

Panas

Air

Mikroba tertentu

Oksigen

Saat minyak goreng terpapar hal-hal di atas, maka dapat terjadi reaksi kimia yang merusak struktur minyak sehingga minyak menjadi kedaluwarsa. Oksigen dari udara atau air, paparan cahaya, panas, atau mikroba tertentu dapat menyebabkan kerusakan rantai karbon dan menghasilkan senyawa-senyawa baru yang berbau tajam sehingga minyak goreng mengalami perubahan aroma dan rasa.

 

Ciri ciri minyak goreng kedaluwarsa

 

Minyak goreng yang kedaluwarsa biasanya berbau tengik

Minyak goreng yang kedaluwarsa biasanya berbau tengik

Berikut ini ciri-ciri minyak goreng kedaluwarsa yang perlu dikenali:

 

  1. Minyak goreng berbau tengik

Minyak goreng kedaluwarsa dapat dikenali dari aromanya yang berbau tengik dan tajam. Biasanya minyak goreng hanya akan memiliki aroma minyak alami yang ringan dan tidak mencolok.

 

Tergantung bahan dasarnya, aroma minyak goreng atau minyak sayur yang Anda gunakan dapat memiliki aroma yang berbeda. Tetapi minyak goreng dengan kondisi baik tidak memiliki aroma menyengat yang menusuk hidung.

 

  1. Perubahan rasa pada minyak goreng

Ciri-ciri minyak goreng kadalursa selanjutnya dapat dikenali jika Anda mencoba untuk mencicipi rasanya. Jika minyak goreng yang Anda cicipi memiliki rasa yang tidak biasa seperti pahit, asam, atau basi, maka sebaiknya segera tinggalkan minyak gorang tersebut dan gantilah dengan minyak goreng yang baru.

Baca Berita Nasional Lainnya di Dangmerdu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here