Spesifikasi Prosesor yang Harus Dimiliki Power User Android di Ponselnya

Berita Pekanbaru Terupdate – Sebagai power user, Anda selalu ingin mendorong batas untuk menguji hal-hal baru. Anda memerlukan ponsel dengan sumber daya perangkat keras yang kuat untuk pengujian dan eksperimen ini. Dengan begitu banyak merek ponsel Android dan banyak spesifikasi untuk masing-masing ponsel, mungkin sulit untuk memutuskan satu perangkat yang cocok untuk Anda sebagai power user. Jadi, mari kita lihat spesifikasi utama dari prosesor yang akan membantu Anda mencari ponsel Android yang cepat dan kuat.

1. CPU nm Process

Nanometer atau nm adalah satuan ukuran untuk jarak. Satu nanometer sama dengan 0,000000001 meter. Jadi, ini adalah unit yang sangat kecil. Dalam sebuah prosesor, nm digunakan untuk mengukur ukuran transistor yang membentuk sebuah CPU. Transistor memiliki tanggung jawab dalam melakukan perhitungan dengan cara menghidupkan dan mematikan. Transistor yang lebih kecil berarti Anda dapat memasukkan lebih banyak transistor ke dalam CPU. Secara alami, semakin banyak transistor dalam prosesor, semakin efisien kinerjanya.

Alasan untuk kinerja yang efisien ini termasuk kepadatan transistor yang lebih tinggi, konsumsi daya yang lebih rendah, dan persyaratan pendinginan yang lebih mudah. Selain itu, transistor yang lebih kecil lebih cepat dibandingkan dengan transistor yang lebih besar. Jadi, saat memilih ponsel Android Anda berikutnya, yang terbaik adalah melihat nm CPU.

Ingat, semakin rendah nm, semakin baik efisiensi prosesor. Bandingkan prosesor ponsel yang berbeda berdasarkan nm, dan Anda akan tahu mana yang lebih efisien. Sebagian besar dari Anda mungkin akan menemukan opsi 7nm hingga 12nm di ponsel murah akhir-akhir ini. Jadi pastinya gaming smartphone akan memiliki nilai nm lebih baik dari itu.

2. Jumlah Core CPU

Di masa lalu, banyak CPU hanya mengemas satu core yang berfokus pada satu tugas pada satu waktu. Saat ini, CPU memiliki banyak core untuk mengerjakan tugas yang berbeda secara bersamaan. Setiap core adalah satu set transistor terpisah dalam CPU. Ini adalah prosesor itu sendiri, dan beberapa prosesor memungkinkan kemampuan multitasking yang lebih baik.

Jadi, seperti yang Anda duga, lebih banyak core berarti lebih banyak kemampuan komputasi dalam CPU. Namun, itu tidak selalu merupakan aturan praktis, seperti yang akan kita bahas di bagian selanjutnya.

Baca Juga: Cara Mengelola Bisnis Anda Secara Lebih Efektif di Tahun 2022

Pada tahun 2022, jumlah core yang paling umum dalam sebuah CPU adalah delapan, yang dikenal sebagai prosesor octa-core. Untuk persyaratan aplikasi dan game saat ini, prosesor octa-core lebih cocok dan sudah cukup. Namun, ini pasti akan berubah di masa depan dengan lebih banyak core dan kemajuan dalam teknologi.

3. CPU Clock Speed (GHz)

CPU Clock Speed sama pentingnya dengan jumlah corenya. Gigahertz atau GHz adalah satuan ukuran untuk Clock Speed prosesor. Clock Speed adalah jumlah siklus yang dijalankan oleh CPU dalam satu detik. Miliaran transistor hidup dan mati dalam siklus yang memungkinkan prosesor melakukan tugas. Sekarang, jumlah core saja bukanlah tanda kinerja tinggi. Anda mungkin akan menemukan delapan core di ponsel Android kelas bawah, serta di ponsel kelas atas. Jadi, apa bedanya?

Ya, Clock Speed adalah perbedaan CPU ini. Prosesor dengan delapan core masing-masing 1 GHz jelas akan lebih lambat daripada CPU delapan core masing-masing 2 GHz. Sangat penting untuk memeriksa Clock Speed setiap core selama proses pengambilan keputusan Anda. Jadi, saat membandingkan CPU ponsel Android yang ingin Anda beli, kami sangat menyarankan Anda untuk membuat keputusan berdasarkan tiga poin pertama ini yang terkait dengan CPU untuk menemukan yang cocok untuk kebutuhan power user Anda.

Semua berita yang informatif semacam ini akan terus bisa Anda dapatkan, dengan mengikuti platform DANG MERDU ini. Platform berita gadget terlengkap yang tentunya selalu diperbarui setiap hari dan pastinya ANTI HOAX!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here