Selamat Real Madrid, Untuk Juara Liga Champions ke -14
Selamat Real Madrid, Untuk Juara Liga Champions ke -14

Dang Merdu – The Reds Liverpool akhirnya kembali kalah di final Liga Champions dari Real Madrid dengan skor tipis 1-0. Madrid mengulang kisah manis mereka, sekaligus menggagalkan ambisi Liverpool untuk membalas kekalahan di final Liga Champions 2018 lalu.

 

Real Madrid mencetak gol lewat aksi Vinicius Junior pada menit ke-59. Tapi, ada bintang kemenangan Madrid lain yakni Thibaut Courtois yang melakukan begitu banyak penyelamatan sepanjang laga.

 

Lantas, bagaimana dengan rapor pemain Real Madrid pada laga final? Mari kita simak bersama ya sobat Dangmerdu.com

 

Thibaut Courtois – 10

 

UEFA menobatkan Courtois sebagai Man of the Match final Liga Champions. Gelar yang sangat layak didapatkan kiper asal Belgia itu. Courtois bermain sangat bagus dan membuat frustrasi para pemain lawan.

 

Dani Carvajal – 8

 

Pada babak pertama, Carvajal sedikit kerepotan menghadapi serbuan Luis Diaz dan Sadio Mane. Tapi, pada babak kedua, Carvajal mampu mengatasi tekanan dari kedua pemain itu dengan baik.

 

 

Eder Militao – 9

 

Militao adalah pemain yang paling sering melakukan sapuan di kubu Madrid, delapan kali. Militao juga melakukan tiga intersep dan dua tekel. Militao sangat tangguh dalam duel-duel bola udara.

 

David Alaba – 8

 

Alaba sembuh tepat waktu dan segera mendapatkan level terbaiknya. Alaba bermain sangat tenang dan memberi rasa aman bagi Real Madrid. Pengalaman yang dimiliki Alaba bicara banyak pada laga final.

 

Ferland Mendy – 8

 

Mendy tidak begitu menonjol dalam hal menyerang. Mendy sangat jarang ikut naik dan membantu Vinicius. Mendy tampaknya mendapat instruksi khusus untuk menjaga Mohamed Salah dan itu dijalankan dengan baik.

 

 

Casemiro – 8

 

Casemiro acap kali menjadi pemain ekstra di lini belakang Real Madrid. Pada 15 menit terakhir laga, Casemiro praktis lebih sering berada di kotak penalti sendiri daripada berada di lini tengah.

 

Casemiro memainkan perannya dengan baik saat harus bertransformasi menjadi bek kelima Madrid. Casemiro bermain cukup rapi dan bersih. Walau membuat enam tekel dan lima duel, Casemiro tidak mendapat kartu. Casemiro juga melakukan tiga sapuan, tiga intersep, dan satu umpan kunci pada laga final.

 

Baca juga : AS Roma Akhirnya Berhasil Menjadi Juara Perdana UEFA Conference League

 

Toni Kroos – 8

 

Kroos menjawab semua keraguan atas performanya sepanjang musim 2021/2022. Pemain asal Jerman bermain konsisten pada laga final Liga Champions. Dia sangat solid di lini tengah.

 

Squawka mencatat Kroos punya akurasi umpan hingga 93,9 persen! Luar biasa bukan. Tapi, bukan berarti tanpa catatan. Kroos tidak melepas satu pun umpan kunci.

 

 

Luka Modric – 8

 

Modric mampu memainkan tempo dengan apik. Dia tahu kapan harus melepas umpan pendek, men-delay permainan, dan melakukan umpan jauh.

 

Modric melepas umpan brilian pada proses gol Benzema yang dianulir. Lalu, dia yang melakukan build-up pada proses gol Vinicius. Modric masih sangat dominan di lini tengah walau sudah tidak lagi muda.

 

Fede Valverde – 8

 

Valverde harus mendapat apresiasi atas kerja keras yang dilakukan. Valverde selalu ada dalam setiap momen penting Real Madrid, baik bertahan maupun menyerang. Dia punya energi yang luar biasa.

 

Valverde memberi assist untuk gol yang dicetak Vinicius. Tapi, bukan hanya itu kontribusinya. Valverde juga punya dua shots, dua sapuan, dua tekel, dan sekali melakukan intersep.

 

Valverde juga melakukan empat dribel sepanjang laga (2 sukses). Sungguh, performa yang bagus dari pemain asal Uruguay.

 

Karim Benzema – 8

 

Benzema tidak mencetak gol pada laga final. Tapi, bukan berarti Benzema tampil buruk. Benzema memainkan peran yang sangat penting di atas lapangan dan bermain sebagai sebuah tim.

 

Benzema sempat mencetak gol pada akhir babak pertama, tetapi dianulir wasit karena offside. Sebelum gol offside, dia sebenarnya bisa mencetak gol tapi kehilangan momen untuk menendang bola.

 

Benzema bukan hanya menjadi tumpuan di lini depan. Dia juga melakukan tugas bertahan dengan baik. Benzema melakukan tiga kali sapuan bola, hanya kalah banyak dari bek Eder Militao.

 

Vinicius Junior – 9

 

Vinicius sangat kesulitan pada babak pertama. Dia beberapa kali punya opsi untuk melakukan serangan balik. Tapi, pemain asal Brasil kesulitan melewati Konate dalam duel satu lawan satu.

 

Tapi, pada akhirnya Vinicius datang pada momen yang tepat dan mencetak gol penentu kemenangan Real Madrid. Dia lepas dari posisi offside saat menerima bola tendangan Valverde.

 

Sepanjang laga, Vinicius hanya mampu melepas satu shot. Tapi, peluang itu yang menjadi gol.

 

Carlo Ancelotti – 10

 

Ancelotti membuat beberapa keputusan penting di final. Pertama, memainkan Fede Valverde sejak menit awal untuk peran winger kiri. Tentu ini bukan peran winger natural. Ada tugas khusus untuk Valverde.

 

Valverde akan turun ke tengah saat Real Madrid tanpa bola. Jadi, Madrid akan bermain dengan empat gelandang tengah. Madrid bisa menang jumlah dengan di tengah. Tapi, Valverde juga menyerang dengan baik.

 

Kedua, keputusan Ancelotti bermain lebih dalam memang sangat beresiko. Tapi, memberi banyak ruang lari untuk Mohamed Salah dan Luis Diaz adalah malapetaka. Jadi, pendekatan taktik Ancelotti cukup jitu.

 

Baca Berita Seputar Sepakbola Lainnya di Dangmerdu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here