Ekspor CPO Kembali Dibuka, Gubenur Riau Minta PKS Beli Sawit Petani Sesuai Dengan Harga Pemerintah
Ekspor CPO Kembali Dibuka, Gubenur Riau Minta PKS Beli Sawit Petani Sesuai Dengan Harga Pemerintah

Berita Pekanbaru – Gubernur Riau (Gubri) H Syamsuar juga mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 526/Disbun/1259, tentang Percepatan Penyerapan TBS Produksi Petani Mengacu pada Harga yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah.

Surat Edaran ini juga dikeluarkan guna menindaklanjuti dari pengumuman oleh Presiden RI tanggal 19 Mei 2022 yakni tentang pembukaan kembali ekspor minyak goreng yang akan diberlakukan mulai tanggal 23 Mei 2022 ini, Permendag Nomor 30 Tahun 2022 tanggal 23 Mei 2022 tentang Ketentuan Ekspor Crude Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Oil, Refined, Bleached and Deodorized Palm Olen dan Used Cooking Oil.

Serta menindaklanjuti kembali surat Menteri Pertanian Nomor 101/KB.020/M/5/2022 tanggal 20 Mei 2022 perihal adanya Percepatan Penyerapan Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Petani.

“Bersama dengan ini kami sampaikan dan ditegaskan, bahwa agar seluruh pabrik pengolahan kelapa sawit (PKS) agar segera kembali melakukan percepatan penyerapan dari TBS kelapa sawit pekebun dengan harga pembelian TBS,” kata Kabid Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Riau Defris Hatmaja juga menyampaikan Surat Edaran Gubri tersebut, pada Senin (23/5/2022).

Baca juga: Mengalami Penurunan, Harga TBS Sawit Riau Pada Periode 25 sampai 31 Mei 2022

Dijelaskan oleh Defris, dalam SE Gubernur Riau juga ditegaskan, bahwa harga dari pembelian TBS mengacu pada harga yang sudah ditetapkan langsung oleh Tim Penetapan Harga Pembelian TBS Provinsi Riau sebagaimana juga diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01 Tahun 2018 dan Peraturan Gubernur Riau Nomor 77 Tahun 2020,”

Selanjutnya, bagi PKS yang tidak mentaati ataupun tidak melaksanakan ketentuan sebagaimana yang sudah diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 01 Tahun 2018 dan Peraturan Gubernur Riau Nomor 77 Tahun 2020, akan diberikan peringatan langsung ataupun sanksi sesuai dengan ketentuan yang sudah dimaksud.

“Bagi semua pabrik pengolahan kelapa sawit yang saat ini tidak mentaati peraturan ini, maka akan diberikan peringatan dan sanksi,” tegasnya.

Simak juga berita lainnya, seputar topik berita riau terbaru di Dangmerdu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here