Dang Merdu – Omicron merupakan varian dari virus Corona yang saat ini tengah menyebabkan kenaikan kasus Covid-19 atau gelombang ketiga. Ketahui lebih jauh mengenai Omicron agar kamu selalu waspada terhadap virus ini.

 

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan Omicron sebagai varian yang masuk ke dalam kategori variant of concern (VoC). Untuk lebih memahami seputar Omicron, berikut beberapa pertanyaan yang paling sering diajukan:

 

Apakah benar Omicron lebih mudah menular ?

Ya memang benar adanya jika virus corona varian terbaru ini dapat dengan mudah menyebar ke orang lain dibandingkan beberapa varian sebelumnya.

 

 

Benarkah Omicron tidak lebih berbahaya daripada Delta?

 

Menurut CDC dan Kementrian Kesehatan RI, infeksi Omicron umumnya menyebabkan gejala yang lebih ringan. Meski demikian, beberapa orang, terutama yang belum mendapatkan vaksin Covid-19, dapat mengalami gejala yang parah, memerlukan rawat inap, atau dapat meninggal karena infeksi varian ini.

 

 

Benarkah orang yang sudah pernah terinfeksi Covid-19 lebih kebal terhadap Omicron?

 

Logikanya, seseorang yang pernah terinfeksi akan mengembangkan antibodi, sehingga lebih kebal terhadap virus Corona. Namun, sama halnya dengan vaksinasi, tidak ada jaminan 100% bahwa kamu terbebas dari Omicron.

 

Infeksi Covid-19 yang dialami sebelumnya tidak melindungi dari Omicron. Jadi meskipun kamu sudah pernah terinfeksi Covid-19, bukan jaminan akan terhindari dari varian ini. Reinfeksi atau infeksi ulang sangat mungkin terjadi.

 

Oleh karena itu, protokol kesehatan tetap wajib dijalankan, meski kamu sudah pernah terinfeksi maupun sudah mendapatkan vaksinasi.

 

Apakah Omicron menyebabkan long Covid?

 

Hingga saat ini belum diketahui apakah Omicron dapat menyebab long Covid atau tidak. Sebagai varian baru, masih dibutuhkan penelitian untuk mengetahui kemungkinan terjadinya long Covid pada penyintas.

 

Baca juga : UPDATE Corona Indonesia, 5 Maret: Tambah 30.156, Mari Bersama Kita Lawan Corona

 

Gejala long Covid yang selama ini banyak dilaporkan di antaranya kelelahan, batuk, kesulitan bernapas atau sesak napas, nyeri sendi, dan juga nyeri di dada.

 

Selama ini, banyak berasumsi jika gejala long Covid yang dialami oleh mereka yang mengalami gejala berat. Meski demikian, tidak menutup kemungkinan jika long Covid juga dialami oleh mereka yang bergejala ringan.

 

Namun WHO menyatakan, vaksinasi dapat menjadi upaya untuk mencegah seseorang mengalami long Covid.

 

 

Vaksin jenis apa yang cocok melawan virus Omicron ?

 

Sampai saat sekarang ini, beberapa jenis vaksin yang ada ditengah masyarakat terbilang cukup ampuh untuk mencegah atau mengurangi manusia terkena virus ini. Namun kita harus tetap selalu menjalankan protokol kesehatan dimanapun kita berada.

 

Apakah Omicron Akan Menjadi Pertanda Covid-19 Akan Berakhir ?

 

Ada dua kemungkinan yang bisa menjawab pertanyaan diatas. Satu, jika Omicron adalah varian yang sangat mudah menyebar dan menyerang banyak orang maka virus corona dengan varian ini akan mampu menjangkit lebih banyak jiwa manusia tentunya.

 

Dampaknya jika semakin banyak yang terkena virus ini maka secara tidak langsung tubuh manusia juga akan berusaha membuat kekebalan tubuh untuk melawan virus ini. Hingga akhirnya nanti virus covid tak lagi menjadi sebuah pandemic melainkan endemic.

 

Kemungkinan kedua, ini juga bisa menjadi awal dari virus yang lebih mudah menyebar dan mematikan. Hal ini mengingat virus corona mudah bermutasi dan tidak dapat diprediksi.

 

Karena merupakan varian yang baru ditemukan, para peneliti terus mengkaji mengenai karateristik Omicron dan dampaknya terhadap kesehatan manusia. Informasi yang disampaikan di atas mungkin berubah sesuai dengan temuan terbaru. Untuk mencegah penyebaran, selalu terapkan protokol kesehatan di mana pun kamu berada.

 

Baca juga Berita Nasional Terbaru Lainnya di Dangmerdu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here