Dang Merdu – Laga final Piala Super  Itaia yang berlangsung dinihari tadi mempertemukan antara juara Serie A 2019/2020 Inter Milan dengan juara Coppa Italia musim lalu Juventus. Pada laga kali ini kedua tim menurunkan pemain-pemain dan formasi terbaik mereka, guna bisa mengamankan satu buah piala diawal tahun ini.

 

Inter tampak diuntungkan karena bermain di markas mereka. Susunan pemain Inter dari sejak awal : Inter Milan (3-5-2): Handanovic; Skriniar, de Vrij, Bastoni; Dumfries, Barella, Brozovic, Calhanoglu, Perisic; Dzeko, Martinez.

Sedangkan Juventus  (4-4-1-1): Perin; de Sciglio, Rugani, Chiellini, Alex Sandro; Bernardeschi, Locatelli, Rabiot, McKennie; Kulusevski; Morata.

 

Laga ini tersaji dalam tempo yang cepat dan saling berbalas serangan. Inter tampil lebih dominan sebab diuntungkan dengan komposisi pemain yang tak jauh berbeda dari musim lalu dan juga sangat konsisten bermain di Serie A musim ini hingga bisa menduduki Capolista paruh musim ini. Sedangkan Juventus terbilang masih mencari jati diri kembali sejak ditinggal bomber andalan mereka Cristiano Ronaldo di awal musim ini. Di tabel klasemen liga Italia saat ini Juventus juga terpaut jauh dari Inter, Inter berada dipuncak klasemen sedangkan Juventus berada di posisi ke 5 klasemen sementara Serie A Italia.

 

Pada menit-menit awal atau tepatnya di menit ke- 6 Inter hampir saja menciptakan gol dari sundulan Stefan de Vrij yang dimanjakan umpan tendangan pojok Calhanoglu. Namun sayang sundulan De Vrij ini masih sedikit menyamping dari sisi kiri gawang M. Perin yang bertugas menjadi kiper Juventus pada laga ini. Tak berselang lama dari peluang ini, Lautaro Martinez striker andalan Inter ini juga hampir mencetak gol perdananya di laga final ini, namun sepakannya masih melebar juga disisi kiri gawang M. Perin.

 

Pada menit ke – 11 Nicolo Barella terjatuh di kotak pinalti, namun wasit menganggap ini bukanlah sebuah pelanggaran, sehingga tidak ada pinalti untuk kejadian ini. Alvaro Morata tampak juga melakukan balasan serangan ke gawang Inter, namun masih belum juga membuahkan gol. Permainan terus berlanjut dan Inter semakin mendominasi permainan, tapi barisan pertahanan Juventus yang solid masih mampu membendung serangan-serangan yang dilakukan oleh Inter Milan.

 

Adalah Weston McKennie pada menit ke -25 yang berhasil mengkonversikan umpan silang Alvaro Morata dengan sebuah sundulan menipu yang membuat Kiper Inter Milan S. Handanovic diam tidak merespon seolah pasrah membiarkan bola sundulan ini masuk ke gawang yang ia kawal. Skor berubah menjadi 0-1 untuk Juventus. Sejak gol ini permainan Juventus semakin mendominasi dan berbahaya. Selang beberapa menit sejak gol, sayap kanan Juventus juga sempat melakukan sepakan keras untuk bisa menambah keunggulan Juventus, namun kali in Handanovic tampil lebih sigap untuk mengantisipasi tendangan ini.

 

Baca Juga : Para Pemain Terbaik Yang Datang Di Bursa Transfer Musim Dingin, Siapa Saja Mereka ?

 

Petaka terjadi bagi Juventus di menii ke 35’, setelah Edin Dzeko dijatuhkan oleh M. De Sciglio dikotak pinalti. Lautaro Martinez maju menjadi eksekutor pinalti dan kemudian berhasil menceploskan bola kejala gawang M. Perin. Gol ini merubah kedudukan sementara menjadi 1-1 hingga babak pertama selesai. Berkat gol ini, Inter kembali mendapatkan angin segar untuk kembali mendominasi laga final ini.

 

Jual beli serangan terjadi di babak kedua, namun belum bisa menambahkan gol bagi kedua tim. Hasil ini mengakibatkan pertandingan harus dilanjutkan dengan tambahan waktu 2x 15 menit. Di 15 menit awal juga belum ada tercipta gol yang dapat merubah kedudukan. Maka pertandinganpun dilanjut ke extra time babak ke dua. Pada babak ini, para pemain mulai terlihat letih dan tidak terlalu sering lagi melakukan serangan-serangan cepat berbahaya. Bencana datang bagi Juventus yang notabenenya memainkan para pemain gaek berpengelaman mereka. Dipenghujung extra time ke dua tepatnya di menit 120’, Alexis Sanchez menjelma sebagai malaikat bagi Inter yang mampu memanfaatkan kemelut di depan gawang Inter dengan sepakan kuat terarah ke jala gawang Juventus.  Gol ini seakan menginstruksikan bahwa pertandingan telah selesai dan Interlah yang akan mengankat trofi bergensi ini. Skor 2-1 untuk kemenangan Inter menjadi kado manis dari S. Inzaghi untuk klub yang baru ia latih ini.

 

Baca juga Berita Seputar Sepakbola Terbaru Lainnya di Dangmerdu.com

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here