Mungkin kamu tidak asing lagi dengan kata fotografi bukan! Akan tetapi sebagian orang kurang mengerti dengan arti fotografi tersebut.Saat ini tentu sangatlah wajib bagi kita untuk mengambil foto disetiap momen yang kita alami. Kadang tidak lupa pula kita selalu memperlihatkannya lewat akun media sosial. 

Fotografi berasal dari bahasa Yunani Kuno, bahasa Inggrisnya “photography” yang artinya photos atau cahaya, dan grafo yaitu melukis atau menulis. fotografi yaitu metode agar menghasilkan sebuah foto atau gambar dari suatu objek dan dapat merekam pantulan cahaya yang terkena pada objek media yang peka terhadap cahaya. 

Selain itu fotografi merupakan media komunikasi dan berekspresi yang menawarkan bermacam interprestasi, persepsi, dan ekspresi yang sangat tidak terbatas. Karena hal itu tidak dapat disangkal lagi bahwa kenyataannya fotografi salah satu bagian dari seni rupa yang mudah. 

Hal itu tergantung bagaimana kita menemukan sesuatu hal yang sangat menyenangkan walaupun ditempat-tempat biasa saja. Kunci dari seni fotografi adalah ketelitian dalam hal mencari dan menemukan objek. Jadi fotografi pada dasarnya merupakan kombinasi antara desain visual atau sebuah imajinasi yang menghasilkan suatu keterampilan. Dengan mengasah kemampuan pengorganisasian secara praktis agar menata objek yang bernilai estetik. 

Baca juga : Rekomendasi Villa Di Ciwidey Dengan Fasilitas Kolam Air Panasnya

Fotografi mempunyai prinsip yaitu memfokuskan cahaya dengan bantuan pantulan cahaya hingga dapat membakar medium penangkapan cahaya. Selanjutnya medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas yang tepat bisa menghasilkan bayangan yang identik dengan cahaya yang masuk medium pembiasan (lensa). Setiap foto akan mempunyai fokus yang berbeda, perbedaan fokus inilah yang membuat seni fotografi memiliki banyak jenisnya. 

Fotografi sudah ada jauh sebelum Masehi yang tepatnya pada abad ke-5 sebelum Masehi.Di waktu itu seorang pria yang bernama Moti mengamati suatu gejala yang dinamakan fenomena camera obscura, fenomena itu menunjukan gejala pada dinding ruangan yang 

gelap terdapat lubang yang kecil. Maka dibagian dalam ruangannya akan terefleksikan sebuah pemandangan diluar ruang secara terbalik melalui lubang itu. 

Setelah beberapa abad kemudian fenomena itu banyak dipelajari dan disadari banyak tokoh lain seperti Aristoteles pada abad ke-3 SM. Ilmuan Arab yang bernama Ibnu Haitam atau dipanggil Al Hazen Berusaha menangkap fenomena ini kedalam suatu alat yang terjadi pada abad ke-10 SM.

Pada akhirnya di tahun 1558, giambattista Della Porta seorang ilmuan asal ITalia mencoba fenomena camera obscura pada sebuah kotak yang berfungsi membantu pelukis menangkap bayangan gambar.Bermacam penelitian sudah dilakukan untuk perkembangan fotografi, sampai tahun 1824 Joseph-Nichephore Niecpe adalah seorang seniman lithography yang berasl dari Perancis berhasil menciptakan sebuah imaji yang agak kabur. 

Hal yang didapatkan melalui proses meng-exposed pemandangan dari jendela kamarnya, dengan proses yang dinamakannya dengan Heliogravure diatas pelat logam yang telah dilapisi dengan aspal selama delapan jam. Semenjak itu ia melanjutkan penelitian sampai tahun 1826 yang dimana pada tahun itu merupakan sejarah awal munculnya fotografi yang sebenarnya. Hasil fotonya pun sampai sekarang masih disimpan dengan baik di University of Texas di Austin, Amerika Serikat. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here