Dang Merdu – Sejak awal tahun lalu kasus Covid-19 ini kembali menjangkiti banyak jiwa. Khususnya bagi warga Indonesia yang baru saja melakukan aktivitas ke luar negeri. Hal ini disebabkan karena interaksi yang dilakukan oleh warga Indonesia yang berkunjung ke luar negeri.

 

Pasalnya varian baru dari virus corona ini lebih sulit untuk diidentifikasi dan lebih berbahaya bagi kinerja jantung manusia yang telah terkena serangan ini. Hal ini berbeda dengan kasus-kasus terdahulu bagi pasien yang terjangkit virus Covid-19, yang mana dahulu virus ini lebih menyerang kinerja paru-paru kita. Untuk kasus varian terbaru ini tercatat sudah menembus diangka 400 lebih sejak masuk pada pertengahan Desember tahun lalu. Kebanyakan kasus Covid -19 varian Omicron ini menyerang mereka yang melakukan perjalanan ke luar negeri.

 

Namun sayang sekali sampai saat ini masih saja banyak warga Indonesia yang belum menyadari dan peduli dengan penyakit yang disebabkan oleh virus ini. Dari data Kemenkes diketahui masih banyak warga Indonesia yang  belum melakukan vaksinasi hingga saat ini, tercatat ada hampir belasan juta warga Indonesia masih belom melakukan vaksinasi. Padahal vaksinasi ini adalah langkah terbaik saat ini untuk mengantisipasi virus ini menyerang jiwa kita.

Baca juga : Akhirnya 500 Jemaah Umrah Bisa Ke Tanah Suci Sejak Pandemi Melanda

Tak sedikit juga warga Indonesia yang sudah ketahuan positif Covid -19 masih saja tetap berseliweran dan tanpa memikirkan kesehatan orang lain yang nantinya akan bersinggungan dengan dirinya. Harusnya mereka yang sudah dinyatakan terjangkit virus ini mau untuk mengarahkan diri dikarantina dirumah atau di tempat- tempat yang sudah ditentukan oleh pihak pemerintah pusat maupun daerah, dan menetap disana hingga benar-benar sehat dan dinyatakan negative dengan bukti hasil tes PCR. Baru-baru ini publik juga dihebohkan dengan kasus selebgram yang melarikan diri dari pusat karantina dan malah asik liburan. Hal ini tentu menimbulkan rasa cemburu bagi warga lain yang saat ini juga terkena serangan virus ini.

 

Di Kota Bekasi saat in sedang digencarkan cara untuk mengantisipasi siapa saja yang terkena Covid yang tidak mau di karantina maka akan dijemput langsung oleh Satgas Covid yang juga bekerjasam dengan Polres Metro Bekasi .Tim khusus ini dibentuk agar bisa menjamin  para pasien yang terjangkit untuk mau di karantina. Dikarantina hingga benar-benar sembuh dari virus ini. Nama Satgas ini dikenal dengan sebutasn Satgas Pencarian DPO Karantina.

 

Kapolres Metro Bekasi memaparkan tim ini dibentuk guna menghindari terjadinya transmisi lokal penyebaran Covid – 19 ini. Pasalnya saat ini masa karantina yang dulunya 14 hari dikurangi menjadi 7 hari saja. Beliau juga menuturkan ada empat titik lokasi karantina yang sudah disiapkan dan diperuntukkan bagi pelaku perjalanan luar negeri. Keempat lokasi yang disiapkan ini terlebih dahulu sudah dipastikan sesuai standart dan prosedur pelayanan karantina. Empat lokasi ini berupa hotel yakni diantaranya Hotel Sahid, Nuansa, Java Palace dan CGV. Ke empat hotel ini siap menerima karantina bagi para pelaku perjalanan dari luar negeri dan juga warga setempat yang dinyatakan positif Covid – 19.

 

Terkhusus bagi para pelaku perjalanan luar negeri mereka setibanya di Indonesia akan mengalami karantina selama 5 -7 hari, kemudian barulah bisa diperbolehkan untuk meninggalkan tempat karantina jika sudah dinyatakan negative. Jika dari hasil PCR yang dilakukan masih terdapat ada yang positf maka akan ditambahkan masa karantinanya sebanyak 5 hari kemudian. Para pelaku perjalanan dari luar negeri diharapkan tetap sehat baik dari dan setelah kembali ke tanah air.

Baca juga informasi Nasional Terbaru Lainnya di Dangmerdu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here