Berita Pekanbaru Terupdate – Kapolresta Pekanbaru Kombes Pria Budi sudah melakukan konfrensi pers, terkait tanggapan dari masyarakat. Pihaknya saat itu melakukan intervensi terhadap kasus perkosaan yang melibatkan anak anggota DPRD Kota Pekanbaru, pada Sabtu (8/1/2022).

Bertempat di lobi Mapolresta Pekanbaru, Pria Budi yang didampingi oleh Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto juga memastikan, tidak ada dilakukan intervensi tersebut.

Secara tegas, Pria Budi menyampaikan, meski sudah berdamai saat ini kasusnya masih terus bergulir dan berkasnya sudah ada di tahap I Kejaksaan, karena perkaranya ini bukan delik aduan.

“Tidak ada intervensi yang terjadi dari kami, perdamaian ini murni dilakukan oleh kedua belah pihak. Untuk berkasnya saat ini sudah diserahkan dan tinggal menunggu respon dari pihak kejaksaan, apakah sudah bisa dilakukan P-21 atau pada tahap dua yaitu penyerahan berkas dan tersangka,” terang Pria Budi.

Kemudian, dikatakan juga oleh Pria Budi, pihaknya saat ini ingin meluruskan bahwa perkara yang sudah ditangani ini adalah pencabulan dan persetubuhan anak di bawah umur. Sedangkan informasi yang sudah beredar ialah soal pemerkosaan.

“Tapi ini kan bahasa hukumnya adalah perkara cabul dan persetubuhan anak ya,” jelas Pria Budi.

Konferensi pers ini juga turut menghadirkan ayah dari pelaku yakni Jefri. Dia membenarkan bahwa sekarang pihaknya sudah melakukan perdamaian dengan korban dan keluarga.

Jefri juga sempat meluruskan kabar bahwa perdamaian ini dilakukan tanpa ada intervensi dari manapun, termasuk penyidik Polresta Pekanbaru.

“Kami sudah ada kesepakatan damai. Di samping itu juga ini demi kebaikan kami bersama, sejak awal itu bukan kami tak mau berdamai, tetapi memang saat itu dikarenakan putus kontak,” katanya.

Disinggung uang perdamaian Rp80 juta, Jefri juga menjelaskan, tidak ada paksaan dari manapun dan tawar menawar ini murni kami berikan sesuai kemampuan keluarga.

Baca juga: Bertemu Gubri, Menko Kemaritiman dan Investasi Segera Kunjungan Kerja Ke Riau

“Uang itu digunakan untuk biaya pendidikan korban. Segitulah kemampuan kita. Perdamaian itu murni kami lakukan dari pihak keluarga, tidak ada kepolisian yang turut dalam perdamaian itu,” jelas Jefri.

Bapak korban bernama Anis turut juga memberikan klarifikasi pernyataan bahwa perdamaian ini merupakan inisiatif dari keluarga. Dengan alasan yakni anaknya ingin kembali melanjutkan pendidikan.

Terkait penangguhan dari AR (pelaku), Anis juga menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. “Saya serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Saat ini anak saya sudah mulai membaik,” ungkap Anis.

Polresta juga melakukan pengusutan bahwa dengan adanya peristiwa dugaan penyekapan dan persetubuhan yang menimpa siswi SMP di Pekanbaru, AS (15) yang saat itu dilakukan oleh pelaku inisial AR (21).

Untuk proses yang sudah berjalan, polisi akhirnya sudah menetapkan AR sebagai tersangka dan ditahan pada 3 Desember 2021. Lalu, setelah enam belas hari setelah pelaku AR ditahan, kedua orang tua juga sepakat berdamai yaitu pada tanggal 19 Desember di salah satu kafe yang ada di Pekanbaru.

Simak juga berita lainnya, seputar topik artikel daerah Pekanbaru Riau di Dangmerdu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here