Berita Pekanbaru Terkini – Majelis hakim tipikor Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru, menyatakan bahwa Mantan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) H. Mursini. Sudah terbukti secara sah telah melakukan perbuatan tindak pidana korupsi yang sudah merugikan keuangan kas negara.

Dalam amar putusan majelis hakim yang saat itu diketuai oleh Dr. Dahlan, SH., sidang dilakukan secara virtual pada Jum’at (7/1/22) sore. H. Mursini sudah terbukti bersalah melanggar Pasal 3 ayat (1) jucnto pasal 11 ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 yakni tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Peraturan UU Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 tahun 1999 dan tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana dan juncto Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

” Bahwa Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama 4 tahun, dan denda Rp 100 juta dengan subsider kurungan 2 bulan,” ucap Dahlan.

Selain dari hukuman pidana penjara tersebut, Mursini juga akan diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara yakni sebesar Rp 150 juta dan subsider kurungan 3 bulan.

Atas putusan vonis ini, baik terdakwa maupun dari jaksa penuntut umum sama sama menyatakan pikir pikir.

Sebelumnya, jaksa penuntut umum (JPU) Bapak Imam Hidayat, SH., MH. Menuntut Mursini dengan pidana kurungan penjara selama 8 tahun 6 bulan, dan denda Rp350 juta dengan subsider 6 bulan kurungan.

Baca juga: Pelaku UMKM Yang Ada di Pekanbaru Di himbau Agar Daftar BPUM

JPU juga menuntut terdakwa dengan membayar uang pengganti (UP) kerugian negara yakni sebesar Rp1.550.000.000. Apabila UP itu sudah dibayarkan maka itu dapat diganti dengan masa kurungan selama 4 tahun.

Untuk diketahui bersama, bahwa Mursini ini didakwa sudah melakukan tindak pidana korupsi yaitu dana dari 6 kegiatan yang ada di Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Kuansing, yaitu dengan anggaran sebesar Rp13,3 miliar lebih.

Perbuatan yang dilakukan oleh Mursini itu dilaksanakan secara bersama-sama dengan lima terpidana mantan Plt Setdakab Kuansing Murhalius, mantan Kabag Umum Setdakab M Saleh merangkap sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK), Bendahara Pengeluaran Rutin Verdy Ananta, mantan Kasubbag Kepegawaian Setdakab selaku Pejabat Pelaksanaan Teknis Kegiatan (PPTK) Hetty Herlina dan Kasubbag Tata Usaha Setdakab Kuansing merangkap PPTK Yuhendrizal.

kelima orang tersebut juga telah divonis telah melakukan tindak pidana korupsi, menyuruh atau beberapa perbuatan yang dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut. Dengan cara melawan hukum, memperkaya diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

Simak juga berita lainnya, seputar topik artikel daerah Pekanbaru Riau di Dangmerdu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here