Banyak negara – negara yang akhirnya membuka kembali perbatasan mereka untuk wisatawan setelah membutuhkan waktu sekian lama berlalu. Bagi kamu yang sudah lama menenantikan ini, pastilah sangat gembira mendengar kabar ini bukan !

Oleh sebab itu disaat pendemi seperti sekarang ini. Bagi kamu yang ingin melakukan perjalanan melalui Bandara International Soekarno – Hatta, kamu juga harus tau bahwa bandara sangat menerapkan prosedur protokol kesehatan sangat ketat bagi siapapun yang ingin bepergian dengan menggunakan pesawat.

Prosedur Keberangkatan dan Kedatangan
Pada saat ini terbang dengan menggunakan pesawat kamu harus mengikuti protokol kesehatan dengan membawa hand sanitizer dan menggunakan masker wajah. kamu juga mesti dalam keadaan sehat sebelum kamu ingin bepergian ke kota ataupun ke negara lain.
Kamu terlebih dahulu harus tahu dengan kebijakan yang diberlakukan oleh maskapai sebab semua maskapai memiliki peraturan yang sangat berbeda – beda.

Agar perjalanan kamu lebih nyaman dan tidak dibatalkan ada beberapa dokumen yang harus kamu siapkan untuk perjalananmu dan persyaratan masuk yang wajib dipenuhi. Karena kalau ada dokumen yang kurang maka perjalanan kamu akan dibatalkan, maka dari itu alangkah baiknya kamu harus mengecek terlebih dahulu setiap dokumen yang akan kamu butuhkan. Kalau semua dokumen sudah lengkap barulah kamu bisa terbang ke kota ataupun ke negara yang kamu inginkan.

Penerbangan Internasional ( Keberangkatan )
Kalau kamu ingin terbang dari Indonesia ke negara lain melalui Bandara International Soekarno-Hatta, kamu mesti menyiapkan dokumen apa saja yang dibutuhkan untuk bisa terbang ke luar negeri. Selain itu kamu harus mengikuti informasi dan membaca kebijakan apa saja yang diberlakukan dinegara yang kamun tuju. Ada beberapa persyaratan umum agar bisa masuk dan harus kamu persiapkan yaitu sebagai berikut :

  • Menunjukan sertifikat vaksin (minimal untuk dosis pertama) dan hasil tes RT-PCR negatif dalam bahasa Inggris yang diambil paling lambat 3×24 jam sebelum keberangkatan.
  • Bukti kepemilikan asuransi kesehatan yang berlaku dengan nilai minimum yang diminta oleh kedutaan yang mencakup biaya penanganan COVID-19.
  • Visa kunjungan singkat atau izin masuk yang masih berlaku.

Bukti konfirmasi pembayaran(booking) dan pemesanan untuk akomodasi ditempat tujuan.

Penerbangan Internasional ( Kedatangan )
Pada saat ini jika penumpang tiba di Bandara International Soekarno-Hatta harus mengikuti prosedur supaya bisa keluar dari bandara. selain itu kamu juga bisa mendarat di Bandara International Juanda dan Bandara International Sam Ratulangi dalam kedatangan International. Berikut langkah-langkahnya :

  • Menunjukan sertifikat vaksin yang menunjukan hasil negatif tes RT-PCR yang dibuat dalam bahasa Inggris yang diambil dinegara asal paling lambat 3×24 jam sebelum keberangkatan. Selain itu juga harus mengisi e-HAC Indonesia yang terintegritas dengan aplikasi Peduli lindungi yang bisa kamu download di Google Play Stor atau Apple App Store dan melalui situs web Peduli Lindungi.
  • Penumpang harus melakukan tes RT-PCR yang akan dilakukan dalam waktu 1×24 jam setelah sampai di Indonesia.
  • Kalau hasil RT-PCR positif, maka penumpang akan dirawat dirumaH Sakit dan biaya akan ditanggung pemerintah untuk WNI dengan biaya tanggung sendiri untuk WNA.
  • Kalau hasil tes negatif, penumpang wajib dikarantina dengan ketentuan sebagai berikut berdasarkan oleh Surat Edaran kepala Gugusan Tugas penanganan Covid-19 (SE No.23/2021):
  1. Pemerintah melarang WNA yang miliki riwayat perjalanan selama 14 hari terakhir ke Namibia, Inggris, Angola, Afrika Selatan, Bostwana, Denmark, Norwegia, Mozambique, Zambia,Eswatini, Zimbabwe, Lesotho, Malawi untuk memasuki Indonesia.
  2. Menjalani karantina (dengan biaya pribadi) selama 7×24 jam untuk penumpang WNI atau WNA yang melakukan perjalanan ke Indonesia dan memiliki riwayat perjalanan di luar dari 13 negara tersebut.
  3. Menjalani karantina (dengan biaya pribadi) selama 10×24 jam untuk penumpang WNI yang melakukan perjalanan kembali ke Indonesia dan memiliki perjalanan dari 13 negara tersebut.

Melewati tes RT-PCR yang ke-2 dengan syaratnya sebagai berikut :

Di hari ke-6 karntina, durasi 7×24 jam untuk penumpang yang sedang menjalani karantina.
Di hari ke-9 karantina dengan durasi 10×24 jam untuk penumpang yang sedang menjalani
karantina.

Bila hasil tes RT-PCR kedua dinyatakan negatif, perjalanan dapat dilanjutkan oleh
penumpang serta dilanjutkan dengan isolasi mandiri selama 14 hari.

Selain itu, penumpang juga diwajibkan melewati pos dengan pemeriksaan sebagai berikut :

Checkpoint 1
Menuju ke area holding, untuk dilakukan pendataan penumpang pekerja migran, pegawai
pemerintah, pelajar/mahasiswa, dan untuk pendataan bagi WNI dan yang melakukan perjalanan
lainya sesuai dengan ketentuan.

Checkpoint 2
Penumpang seluruhnya menuju area verifikasi yang dilakukan oleh petugas KKP dari
Kementerian Kesehatan untuk pengecekan dokumen kesehatan. Verifikasi dokumen yang dicek
yaitu eHAC Internasional, Kartu Vaksinasi, surat hasil tes RT-PCR di Negara asal, serta
dokumen lainnya. Selain itu dilakukan klasifikasi lokasi untuk karantina oleh petugas KKP.

Checkpoint 3
Seluruh penumpang harus tes PCR di ruangan pada Area Kedatangan Internasional Terminal 3
Bandara Soekarno-Hatta. Fayankes atau fasilitas layanan kesehatan adalah penyedia layanan
tes COVID-19 ini.

Checkpoint 4
Penumpang seluruhnya wajib melewati proses Bea dan Cukai dan Imigrasi

Checkpoint 5
Di area holding penumpang bersiap untuk karantina, proses ini diawasi oleh petugas Satgas
Udara Penangan COVID-19. Dan Hasil tes PCR diumumkan pada titik ini.

Checkpoint 6
Penumpang dengan dibantu pihak Polres Bandara Soekarno-Hatta menuju kendaraan Bus untuk
diantarkan ke lokasi karantina.

Penerbangan Internasional (Keberangkatan)
Jika kamu ingin berangkat dari tanah air ke negara lain dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta,kamu harus sudah menyiapkan dokumen yang diperlukan untuk perjalanan ke luar negeri. Baca dan ikuti semua informasi serta kebijakan di Negara yang akan kamu tuju. Beberapa persyaratan umum untuk masuk ke negara lain yaitu sebagai berikut :

  1. Visa kunjungan atau izin masuk negara lainnya yang berlaku;
  2. Memiliki sertifikat vaksin (minimal pada dosis pertama) serta hasil negatif pada tes RT-
    PCR dalam bahasa Inggris, diambil paling lambat 3×24 jam sebelum kamu berangkat;
  3. Ada bukti bahwa kamu punya asuransi kesehatan yang nilai minimun dari pertanggungan sesuai yang ditetapkan oleh kedutaan yang berisi tentang biaya penangulangan COVID-19;
  4. Bukti kamu sudah konfirmasi booking akomodasi di tempat tujuan.

Penerbangan Domestik (Kedatangan)
Kamu wajib menjalani prosedur pemeriksaan dan menggunakan protokol kesehatan, bila kamu terbang dari kota lain dan menuju Jakarta di Bandara Internasioal Soekarno-Hatta. Prosedur hanya sederhana saja, yaitu sebagai berikut:

Memperlihatkan surat hasil tes RT-PCR dengan hasil negatif, yang diambil paling lambat
3×24 jam atau 1×24 jam untuk Rapid Test Antigen, sebelum jadwal keberangkatan serta
menunjukkan surat keterangan vaksinasi (minimal di dosis ke-1).

Bila hasil RT-PCR negatif namun penumpang menandakan adanya gejala, penumpang tidak bisa melanjutkan perjalanan dan wajib mengikuti tes diagnostik RT-PCR serta isolasi mandiri sembari menunggu hasil tes pemeriksaan tersebut.

Penerbangan Domestik (Keberangkatan)
Kamu punya rencana melakukan perjalanan domestik dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta? Apa aja yang mesti kamu tujukin sebelum check-in, yaitu seperti dibawah ini:

Menunjukan dokumen hasil tes pemeriksaan RT-PCR negatif yang diambil paling lambat 3×24 jam, atau untuk hasil tes negatif Rapid Test Antigen diambil paling lama 1×24 jam sebelum jadwal keberangkatan kamu, dan terakhir yaitu surat keterangan kamu telah vaksin, minimal dosis pertama.

Ayo Liburan dan patuhi protokol kesehatan agar liburan kamu aman!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here