Berita Pekanbaru – Dapatkah kamu membayangkan, apa yang bakal terjadi apabila bumi ini mengalami ledakan populasi manusia yang hidup di dalamnya? Mungkin hal tersebut bakal tergambar dalam kisah film What Happened to Monday, film yang dirilis pada tahun 2017 lalu.

Film What Happened to Monday menyoroti suatu fenomena ketika ledakan populasi manusia terjadi di muka Bumi. Film yang disutradarai oleh Tommy Wirkola ini mengisahkan tentang perjalanan sebuah keluarga yang memiliki anak kembar tujuh identik yang berjuang di tengah ledakan populasi manusia di dunia. Pada saat itu, setiap rumah tangga di dunia hanya diizinkan untuk mempunyai satu anak saja untuk menekan jumlah populasi manusia di waktu yang akan datang. Tommy Wirkola sendiri sebagai sutradara, pernah menggarap film sebelumnya berjudul Hansel & Gretel: Witch Hunters.

Sinopsis What Happened to Monday, dikisahkan pada tahun 2043, Bumi mengalami ledakan populasi manusia yang akhirnya memicu krisis di berbagai sektor dan wilayah. Kondisi itu pun mendorong Biro Alokasi Anak atau Child Allocation Bureau (CAB) mengambil kebijakan yang begitu ketat dimana hanya boleh ada satu anak dalam setiap rumah tangga. Setiap warga dapat terlacak dengan adanya sebuah gelang elektronik yang dipasangkan pada semua warga.

Apabila ada didapati suatu keluarga yang mempunyai dua anak atau lebih, maka pihak berwenang akan membiarkan anak tertua tetap hidup, sedangkan kepada anak lainnya akan dilakukan proses pembekuan tubuh atau cyrosleep. Namun yang menarik adalah ketika Karen Settman yang justru melahirkan tujuh anak kembar di tengah kebijakan yang mengerikan itu. Maka Sang kakek, Terrence Settman (diperankan oleh Willem Dafoe) pun mencari cara agar cucu-cucunya bisa tetap selamat.

Setelah kepergian Karen, Sang Kakek memberi nama cucu-cucunya dengan nama – nama hari. Monday (Noomi Rapace), Tuesday, Wednesday, Thursday, Friday, Saturday, dan Sunday. Masing-masing cucunya diizinkan melakukan kegiatan atau aktivitas di luar hanya pada hari yang sesuai dengan nama mereka. Film ini mengangkat keberhasilan strategi seorang kakek dalam menyembunyikan identitas cucu-cucu kembarnya. Tiga puluh tahun berselang, Ketujuh cucunya pun beranjak dewasa dan mulai meniti karir di bidang masing-masing.

Baca Juga : Review Film The Medium, Pecinta Film Horor Harus Nonton Film Ini

Pada suatu hari, yaitu di hari Senin, Monday berangkat ke kantor dan menjalani harinya seperti biasa. Namun, karena dia tak kunjung pulang maka membuat kebingungan saudara kandungnya beserta kakeknya. Tuesday pun menyelidiki hilangnya Monday. Tuesday pun memulai penyelidikannya untuk mencari informasi terkait hilangnya Monday. Ia pun berhasil mendapatkan informasi dari rekan kerja Monday. Namun, agen CAB lebih dahulu menangkapnya sebelum ia dapat menyelidiki lebih jauh.

Agen CAB membawa Tuesday ke markas CAB, disana Tuesday bertemu dengan sang kepala lembaga, Nicolette Cayman (Glenn Close). Ia mengatakan bahwa selama ini CAB telah mengetahui keberadaan anak-anak Karen Settman, yaitu dia dan ke-enam saudara kandungnya yang lain.

Jika ingin selamat, Nicolette memaksa Tuesday untuk memberikan semua informasi tentang keluarganya sendiri. Tuesday pun mencoba bernegosiasi dengan berusaha menyuapnya, namun Cayman menyampaikan bahwa Monday pun sebelumnya juga telah melakukan hal yang sama. Cayman memerintahkan agen CAB untuk membunuh saudara-saudara kembar Tuesday.

Bagaimana kisah ketujuh kembar identik ini selanjutnya? Apakah para agen CAB berhasil mendapatkan informasi terkait keberadaan saudara-saudara Tuesday lainnya?

Baca juga informasi Berita Film Terbaru Lainnya di Dangmerdu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here