Dangmerdu – Saat ini parkir di wilayah Kota Pekanbaru sudah mulai menggunakan alat Elektronik Data Capture (EDC). Namun, sekarang ini memang belum semuanya kita berlakukan berada di wilayah yang sudah dikelola PT. Yabisa Sukses Mandiri.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru Bapak Yuliarso menyampaikan, bahwa dari total 500 alat yang sudah ada, sekarang baru 29 unit yang sudah diberikan kepada Juru Parkir (Jukir).

“Ini kan menjadi kebiasaan. Kami akan melakukan penertiban kembali. Sebenarnya dari Jukir, selama ini banyak juga yang tidak transparan. Artinya dengan jumlah pendapatan yang ia dapatkan dalam satu hari,” kata Yuliarso, pada Jumat (10/12).

Baca juga: Dinas Perhubungan Pekanbaru Menerima 7 Aset Jembatan Penyebrangan Orang (JPO)

Akan ada banyak evaluasi nantinya agar semua setoran dapat masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD). Beberapa titik parkir itu bisa sangat berpotensi. Sangat berpotensi ini maksudnya, ialah misalkan ada totalnya Rp300 ribu, dan Rp500 ribu dalam satu hari. “Ini kan upah dia ada jumlahnya berapa. Ini kan juga harus terukur. Akan menjadi bagian dari evaluasi kami nantinya. Kalau pekerjaan yang seperti ini ada standarnya,” papar Arso.

Ada opsi yang akan dirumuskan kedepannya demi kesejahteraan dari par Jukir ini agar lebih transparan mereka saat di lapangan.

“Kesejahteraan ini nantinya akan kita minta pertanggung jawaban, minimal itu standar UMR. Sama juga seperti kita dengan THL kita upah 80 ribu sehari. Nanti akan ditambah dengan insentif dan juga bonus. Akan kita rumuskan,” jelasnya.

“Kedepannya akan kita coba rumuskan dari skema upah dasarnya. Yakni skema yang kita upah dasar, kemudian dari insentif atau bonus, dan juga ada jaminan kesehatan,” tambahnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here