Dangmerdu – Upah Minimum Kota (UMK) Pekanbaru untuk tahun 2022, telah disahkan oleh Gubernur Riau Syamsuar dengan jumlah nilai Rp3.049.675 atau naik sejumlah Rp51.704 dari UMK pada 2021 senilai Rp2.997.971.

“SK-nya (surat keputusan gubernur) saat ini baru kita terima. Naiknya sebesar Rp51.704 atau 1,27 persen dari UMK pada 2021 ini,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Pekanbaru Bapak Abdul Jamal, pada Selasa (30/11).

Disampaikannya, dari besaran UMK 2022 yang sudah disetujui oleh Gubernur Riau tersebut turun dari usulan yang sudah diajukan oleh pihaknya.

“Yang kami usulkan kemarin itu naik 2,39 persen atau sejumlah Rp71.704. Tapi yang dapat disetujui oleh provinsi kenaikannya menjadi 1,27 persen atau Rp51.704,” ungkapnya.

Baca juga: Wacana Kenaikan Tarif Parkir, Dishub Kota Pekanbaru Akan Lakukan Kajian

“Kemarin memang sudah ada kesepakatan, kalau kita pakai rumus, naiknya ini memang Rp51 ribu. Cuma dari kesepakatan kita (dewan pengupahan), karena saat ini kita di Pekanbaru, maka kami usulkan kenaikan itu Rp71 ribu. Setelah diusulkan lagi ke gubernur, dan dikembalikan ke rumus. Maka UMK untuk tahun 2022 disetujui sejumlah Rp3.049.675,” info Jamal.

Tahapan selanjutnya, jelas oleh pria yang sebelumnya pernah juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan ini, UMK tahun 2022 yang telah disetujui oleh gubernur itu akan kami sosialisasikan kepada pihaknya, yakni ke seluruh perusahaan yang berada di Kota Bertuah.

“Sehingga pada awal tahun mulai Januari 2022 sudah bisa diterapkan dari pihak perusahaan,” tutupnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here