Kekurangan Dan Kelebihan Dari Transmisi CVT Yang Semakin Populer Digunakan Mobil Baru
Kekurangan Dan Kelebihan Dari Transmisi CVT Yang Semakin Populer Digunakan Mobil Baru

Tak sedikit yang mempertanyakan tentang kekurangan dan juga kelebihan dari CVT yang semakin populer digunakan oleh mobil keluaran terbaru. Seperti paa mobil Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia yang juga menyematkan transmisi tersebut.

Walaupun CVT sebenarnya bukan lah merupakan barang baru, dimana pernah disebutkan juja konsep tersebut sudah ada sejak tahun 1490 meski belum memakai istilah sebutan yang seperti sekarang ini. Seperti yang dicatat oleh sejarah jika mobil pertama yang menggunakan transmisi tersebut adalah produk asal Belanda, dialah DAF 600 yang mulai diperkenalkan ke publik pada tahun 1958. Sehingga jenis transmisi yang sama kemudian disematkan ke model berikutnya oleh pabrikan tersebut juga Volvo.

Perbedaan CVT

Perbedaan CVT dengan transmisi otomatis yang dikenal dengan singkatan transmisi AT yang mana terdapat perbedaan yang cukup besar baik dari segi komponen maupun cara kerjanya.

Baca juga : Dibanderol Rp 300 Jutaan, Ducati Panigale V4 Terbaru Resmi Meluncur

Dimana transmisi CVT yang memiliki komponen berupa sabuk baja atau V-belt dan juga puli. Yang mana terdapat dua jenis puli di transmisi CVT, yaitu drive pulley dan driven pulley. Puli dapat bergerak mengecil dan membesar jika terhubung dengan sabuk baja yang sesuai dengan putaran mesin. Hingga pada akhirnya diameter paa sabuk baja akan berubah, yang kemudian memiliki fungsi sebagi rasio gigi transmisi CVT. Berdasarkan kemampuan puli yang bergerak luas tanpa hambatan sehingga yang disuguhkan oleh transmisi CVT berupa pengalaman berkendara yang begitu halus ketika diaplikasikan pada kendaraan bermotor.

Berbeda pula dengan transmisi AT dimana menggunakan komponen utama berupa plaetary gear dan torque converter. Transmisi otomatis AT melakukan perpindahan gigi dengan mengandalkan dorongan pada oli yang berasal dari valve body sebagai penggerak input shaft.

Kelebihan Dari Transmisi CVT

Sesuai denganĀ  berita yang telah beredar, dari masing-masing pabrikan yang menggunakan transmisi CVT telah mengatakan alasan yang tak jauh berbeda untuk setiap produknya. Dari faktor kenyamanan hingga efisiensi terhadap bahan bakar yang dijadikan bahan pertimbangan.

Seperti yang disampaikan pula oleh Toyota jika dibandingkan dengan transmisi otomatis AT, transmisi CVT memiliki bobot yang lebih ringan.

Tak hanya itu saja, faktor lain yang menjadi kelebihan dari transmisi CVT seperti memiliki tarikan yang halus saat berakselerasi, putaran mesin yang lebih stabil, kenyamanan pada mobil saat dikendarai, tak banyak tenaga pada mesin yang terbuang, irit bahan bakar, daya dari engin brake juga lebih besar.

Kekurangan Transmisi CVT

Tak hanya memiliki tarikan yang mulus, dan juga pindah-pindah pada tuas transmisi yang membuat kenikmatan pada mobil bertransmisi CVT. Tetapi perlu diketahui pula jika terjadi kerusakan pada transmisi CVT akan memakan biaya yang tidak sedikit, dimana rancangan yang ada pada transmisi tersebut bersifat satu kesatuan. Seperti jika terdapat kerusakan hanya pada sabut baja tau pun puli saja maka yang harus diganti itu keseluruhannya. Hal tersebut yang memakan biaya yang tak sedikit untuk perbaikannya.

Dimana hal tersebut justru berbanding terbalik dengan transmisi AT, yang mana jika terjadi kerusakan bisa dilakukan penggantian komponennya secara satuan yang menjadikannya lebih murah dalam perbaikan apabila terjadi kerusakan.

Selain itu kelemahan dari transmisi CVT dikenal dengan biaya perawatannya yang terbilang mahal, dengan torsi yang terbatas, hanya untuk mobil yang penggunaan nya ringan saja, perbaikan pun tak dapat dilakukan di sembarang bengkel.

Terjadinya kerusakan pastinya bukan tanpa alasan, bisa disebabkan karena kurangnya pengetahuan dalam perawatan dan ketidak pahaman bagaimana cara menggunakan yang benar.

Perawatan

Sangat disarankan untuk pemilik mobil dengan transmisi CVT agar melakukan perawatan dengan tepat seperti, melakukan penggantian oli transmisi secara rutin. Untuk penggantian interval biasanya pada setiap kendaraan itu berbeda-beda sesuai buku panduan. Misalkan sebagai contoh diharuskan melakukan penggantian setiap 70.000 km, bukan berarti setelah angka tersebut tercapai baru dilakukan penggantian, angka tersebut adalah angka maksimum jadi usahakan melakukan penggantian sebelum tercapainya angka tersebut. Terutama pada mobil yang sering terjebak dalam kemacetan, dimana kondisi tersebut yang membuat transmisi pada mobil bekerja lebih berat.

Dan jangn pula sampai salah memilih oli, dikarenakan karakter tiap pelumas itu berbeda-beda.

Hindari pula kebiasaan menginjak pedal gas terlalu dalam dengan tiba-tiba agar CVT lebih awet dan berumur panjang. Dan pastikan pula medan jalan yang akan ditempuh, apabila hendak melintas dijalan yang kurang baik perlu dipastikan dahulu kondisi dari CVT apakah dalam keadaan prima.

Dan sebaiknya untuk menghindari muatan yang terlalu berat agar kerja dari transmisi CVT tudak terlalu berat. Untuk menghasilkan kenyamanan dan juga efisiensi penggunaan bahan bakarnya. Perlu pula diperhatikan beberapa poin yang menjadi kompensasi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here