Dangmerdu – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Pekanbaru saat ini memprediksi Upah Minimum Kota (UMK) pada tahun 2022 akan diatas Rp 3 juta. Hal ini juga seiring dari ditetapkannya Upah Minimum Provinsi (UMP) Provinsi Riau yang sudah naik 1,7 persen.

Kepala Disnaker Kota Pekanbaru Bapak Abdul Jamal, M.Pd menyebutkan bahwa pihaknya saat ini dalam waktu dekat akan selalu membahas UMK wilayah Pekanbaru bersama dengan dewan pengupahan.

“UMK itu juga harus lebih besar dari UMP. Semalam dari provinsi kan baru mendapatkan hasil rapat, jadi kami juga harus rapat setelah adanya surat keputusan dari provinsi, sekarang ini kan belum ada suratnya, saya juga belum dapat,” terang Bapak Abdul Jamal, pada Rabu (17/11).

Baca juga: Pemko Pekanbaru Terapkan Penggunaan Aplikasi PeduliLindungi Untuk Masuk ke Mal Pelayanan Publik (MPP)

Menurutnya, dirinya akan melaksanakan rapat bersama dengan dewan pengupahan yaitu pada pekan ini. Ia juga mengatakan sebelum akhir november ini besaran UMK Pekanbaru sudah kita tetapkan.

Dikatakannya pada penetapan UMK saat sekarang ini berbeda dengan tahun yang lalu. Tahun lalu UMK yang ditetapkan yaitu melalui survei, dan sekarang ini terpengaruh oleh inflasi yang terjadi.

“Mereka juga menggunakan data BPS, jadi besok akan kita dengarkan saja. Tapi kalau saat kita lihat, kita bacakan di pusat itu naik satu sekian persen, di provinsi juga akan naik 1,7 persen karena kita ini memakai data dari BPS,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here