Perlu Diketahui Modifikasi Motor Seperti Apa Yang Melanggar Peraturan
Perlu Diketahui Modifikasi Motor Seperti Apa Yang Melanggar Peraturan

Masih sering ditemukan modifikasi motor yang melanggar peraturan. Tak hanya membahayakan pengendara tersebut, perubahan yang ada pada motor tersebut juga bisa membahayakan pengendara lain.
Tak pernah merasa puas dengan penampilan sepeda motor standar pabrikan miliknya, segelintir orang mengubah penampilan motor tersebut dengan memodifikasi sebagai penyempurna penampilan motor tersebut.
Modifikasi merupakan hal yang lumrah dan cukup diminati dalam dunia otomotif. Sebagaimana sering kita temui acara yang menampilkan modifikasi motor dari yang hanya merubah sedikit penampilan sampai dengan merubahnya total hingga nyaris tak lagi dikenali jenis kendaraan tersebut, dengan kreativitas yang menjadi point dalam event tersebut.

Lain cerita kalau sudah berada dijalan raya. Adanya peraturan dan undang-undang yang harus dipatuhi untuk sebuah kendaraan agar memenuhi beberapa persyaratan tertentu.
Tak sedikit orang yang tau terkait peraturan tersebut, tetapi begitu besarnya minat untuk memodifikasi motor yang pada akhirnya melanggar peraturan yang berlaku.
Jadi, kesadaran terhadap diri dirasa penting agar tidak terjadinya sesuatu hal yang buruk ketika berkendara di jalanan.

Beberapa Modifikasi Motor Yang Melanggar Peraturan

Bukan menjadi alasan, sebab peraturan lah yang telah mendasarinya. Namun alasan utama agar tidak sembarangan memodifikasi kendaraan adalah keselamatan.
Berikut adalah contoh yang seharusnya tidak dilakukan dalam memodifikasi motor.

Penggunaan Knalpot Bising

Mungkin sebagian orang menganggap suara motor yang besar itu memberikan kesan yang berbeda. Sehingga knalpot bersuara besar begitu banyak diminati.
Perlu diketahui, bahwasanya hal tersebut termasuk dalam tindakan yang melanggar peraturan. Pihak kepolisian pun tak henti melakukan penindakan terhadap kendaraan yang masih menggunakan knalpot tersebut. Selain faktor keselamatan, suara knalpot tersebut juga mengganggu ketenangan dilingkungan dengan suara yang dihasilkan.

Baca Juga : Terdapat Cacat yang Tersembunyi, BMW Digugat oleh konsumennya Rp. 4,5 Miliar

Menggunakan Sirine dan Strobo

Strobo atau sirine itu tidak bisa digunakan oleh sembarang kendaraan, hanya kendaraan jenis tertentu yang bisa menggunakannya.
Kendaraan apa saja yang diperbolehkan menggunakan nya adalah moil pemadan kebakaran, mobil ambulans, kendaraan pemipin lembaga Negara, kendaraan darurat pertolongan kecelakaan lalu lintas, kendaraan pemimpin Negara asing atau tamu Negara, konvoi pengantar jenazah dan juga kendaraan konvoi yang sudah dipertimbangkan oleh pihak kepolisian.
Jadi, penggunaan strobo dan sirine itu tidak diperbolehkan untuk umum.

Memodifikasi atau Melepas Plat Kendaraan

Bersiaplah kena tilang dengan membayar denda maksimal Rp. 500 ribu jika tidak memasang plat nomor kendaraan, sebab plat nomor tersebut merupakan kelengkapan kendaraan yang harus selalu terpasang.
Mirisnya lagi dengan biaya denda yang cukup mahal tersebut masih juga sering kita temui pengendara yang dengan sengaja melepas plat tersebut hanya untuk gaya
Tak hanya sampai disitu, seperti yang baru kita ketahui beberapa waktu lalu sempat viral motor yang menggunakan plat nomer kendaraan luar negeri. Tak perlu ditanya lagi, hal tersebut pastinya melanggar peraturan yang sudah berlaku.
Warna Lampu Rem atau Sein yang Diubah
Nampak sepele namun hal tersebut memiliki dampak bagi keselamatan, baru-baru ini sempat ramai diberitakan sebuah kendaraan yang menambahkan lampu rem yang semula berwarna merah dengan lampu berwarna putih bening. Hal tersebut justru sangat mengganggu pengendara yang ada dibelakangnya karena silau terutama pada malam hari.

Perubahan Warna Motor Tanpa Meregistrasikannya

Modifikasi yang satu ini paling banyak dilakukan, meski sedikit dimaklumi untuk penggunaan motor sehari-hari masih dibutuhkan serangkaian proses yang harus dilakukan. Agar tidak melanggar peraturan, sebaiknya setelah melakukan pengecatan ulang maka sepeda motor diharuskan untuk melakukan registrasi ulang di kantor samsat. Guna untuk melihat kecocokan antara wujud asli sepeda motor dengan STNK, BPKB agar tidak dicurigai sebagai motor hasil curian.
Berdasarkan dari beberapa sumber mengatakan, jika 80% sepeda motor sudah di ubah dengan warna yang baru maka registrasi ulang warna kendaraan harus dilakukan.
Sebagai pemilik sepeda motor yang bijak tentunya akan tetap menjaga kondisi sepeda motor sesuai dengan peruntukan dan ketentuan yang telah berlaku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here