Dangmerdu – Saat ini Pendapatan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru dari retribusi parkir yang berada di tepi jalan umum sudah mencapai Rp591 juta pada bulan September. Pendapatan pada retribusi parkir yang tinggi ini juga diperoleh setelah pengelolaan parkir tersebut diserahkan kepada pihak yang ketiga, yaitu PT. Yabisa Sukses Mandiri (USM), yang dimulai pada 1 September lalu.

“Saat ini kami sudah mendapatkan Pendapatan retribusi parkir sehari mencapai Rp19,7 juta dalam sehari,” yang langsung disampaikan oleh Kepala Dishub Pekanbaru Yuliarso, pada Rabu (6/10).

Pada bulan September ini kan ada 30 hari. Bila dikalikan dengan Rp19,7 juta, maka didapatkan pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi parkir yakni sekitar Rp591 juta pada bulan September kemarin.

“Retribusi parkir ini sudah langsung masuk ke dalam kas daerah. Pendapatan itu juga dalam bentuk non tunai,” diungkapkan langsung Yuliarso.

Sebelumnya, Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru sudah resmi menyerahkan pengelolaan parkir kepada pihak swasta, yang ditunjuk PT YSM, pada 1 September. Dan PT.  YSM akan langsung mengelola parkir yang ada di tepi jalan umum di Kota Pekanbaru hingga 10 tahun ke depan.

Baca juga: Sejumlah Ribuan Warga Kota Pekanbaru Masih Alami Penundaan Suntikan Untuk Vaksin Dosis Kedua

“Kerja sama dalam pengelolaan parkir ini efektif dimulai 1 September 2021 oleh PT. YSM). Perusahaan ini juga melakukan penataan dalam pengelolaan parkir di wilayah Pekanbaru,” kata Kepala Dishub Pekanbaru Yuliarso di Mal Pelayanan Publik (MPP), pada Rabu (1/9).

Penandatangan kontrak langsung dengan PT. YSM saat ini sudah dilakukan dua pekan lalu. Selanjutnya, perusahaan ini juga yang akan mengendalikan para juru parkir yang berada di 88 ruas jalan di wilayah pekanbaru.

“Para juru parkir ini diberikan seragam, juga tanda pengenal, topi, payung, jas hujan, dan juga uang,” ujar Yuliarso.

Pada tahap ini, ada sekitar 250 alat bayar parkir non tunai secara elektronik. Dan pembayaran non tunai ini sudah dimulai pada 1 Oktober kemarin.

“Karenanya, kami saat ini sedang melakukan koordinasi teknis dengan Bank Indonesia. Supaya, dengan alat itu juga bisa menerima semua melalui kartu pembayaran non tunai yang sudah dikeluarkan oleh perbankan. Kami juga saat ini menyertakan pembayaran non tunai dengan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS),” jelasnya.

Diharapkan, pada proses pembayaran parkir non tunai ini bisa dilakukan lebih cepat. Alat bayar yang berupa portabel yang dibayarkan oleh jukir). Setelah dibayar, dan pengendara diberi karcisnya sebagai bukti sudah membayar parkir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here