Begini Cara Merawat Shockbreaker Motor Agar Tetap Awet
Begini Cara Merawat Shockbreaker Motor Agar Tetap Awet

Untuk meredam getaran pada sepeda motor saat melintasi jalan yang tidak rata, sudah pasti Shockbreaker adalah komponen yang berperan penting untuk memberikan kenyamanan  saat motor tersebut digunakan.  Jika tidak dilakukan perawatan secara berkala, tak menutup kemungkinan shockbreaker sepeda motor akan cepat rusak.

Ada beberapa faktor  penyebab komponen tersebut cepat rusak diantaranya, terlalu sering membawa muatan yang sangat berat dan juga melintasi jalan yang tidak rata.

Jika sudah mengalami kerusakan yang cukup parah tindakan lain yang harus dilakukan adalah dengan mengganti piranti tersebut dengan yang baru.

Untuk menghindari  terjadinya hal tersebut, maka harus dilakukan perawatan terhadap shockbreaker. Diantaranya sebagai berikut :

  1. Pastikan Shockbreaker dalam keadaan bersih

Saat mencuci speda motor pastikan shockbreaker dalam keadaan bersih dan terbebas dari kotoran terlebih lagi saat musim hujan karena, posisi shockbreaker  yang berada tepat disamping ban sehingga percikan kotoran dari ban lebih sering menempel pada shockbreaker tersebut. Jika kotoran masuk kedalam komponen tersebut dapat membuat seal mejadi lecet dan mengakibatkan kebocoran tehadap oli shockbreaker dan fungsi dari komponen tersebut akan memburuk.

  1. Pastikan tidak ngebut saat melintasi jalan yang tidak rata

Salah satu penyebab shockbreaker bengkok adalah guncangan yang terlalu keras tanpa henti, jadi disarankan pada saat melintasi jalan yang tidak rata untuk tidak ngebut. Hal tersebut yang akan membuat shockbreaker mu menjadi tidak berumur panjang.

  1. Jangan membawa beban diluar kapasitas

Pada umumnya beban maksimal untuk sepeda motor diantara 110 sampai dengan 130 kilogram tergantung dari jenis motor tersebut, jika terlalu sering membawa beban berat diatas kapasitas maksimal, dapat dipastikan kalau kerja suspensi akan menjadi  lebih berat. Dampaknya, komponen shockbreaker menjadi cepat aus dan tidak dapat bekerja dengan maksimal.

  1. Jangan memakai aksesori diluar standar pabrik

Sebagian pengendara memodifikasi motornya agar terlihat lebih tinggi dengan menambahkan anting pada shockbreaker. Tanpa disadari , dengan terpasangnya anting pada shockbreaker belakang tersebut justru membuatnya tidak berfungsi sama sekali dalam beberapa kasus sempat terjadi.

  1. Ganti oli secara berkala

Agar kinerjanya lebih optimal, shockbreaker pun juga harus diisi oli pelumas agar komponen tidak aus akibat dari gesekan. Seiring berjalannya waktu dan masa pakai sepeda motor, oli tersebut juga akan bisa berkurang dan akan menurunkan fingsi dari shockbreaker tersebut. Jadi, disarankan untuk mengganti oli shockbreaker setiap 15 ribu kilometer atau jika Shockbreaker sudah tersasa tidak nyaman akibat seringnya membawa beban yang terlalu berat dan selalu melintasi jalan yang tidak rata setiap harinya.

  1. Stanchion juga harus diperhatikan

Pastikan kondisi stanchion atau tabung silinder shockbreaker depan selalu dalam keadaan bersih, terutama di area batang as dan shockbreaker. Jika tidak kotoran tersebut bisa menyebabkan gesekan yang mengakibatkan kebocoran pada oli shockbreaker tersebut.

  1. Jangan pasang kunci cakram terlalu rapat

Demi keamaan dan memproteksi kendaraan dari bahayanya curanmor tak sedikit dari pengguna sepeda motor menggunakan kunci cakram. Perlu diketahui, jika menggunakan kunci cakram yang terlalu rapat juga bisa berdampak buruk terhadap tabung silinder shockbreaker. Diantaranya mengecilnya tabung silinder dan batang shockbreaker akan terjepit.

  1. Gunakan suku cadang yang berkualitas

Merek yang berkualitas juga menentukan bagaimana cara perawatan juga masa pakai dari sparepart tersebut. Meski tidak termasuk dalam bahasan perawatan shockbreaker tetapi, pemilihan sparepart yang berkualitas dan memenuhi standar pabrik juga sangat menentukan keawetan dari shockbreaker tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here