Dangmerdu – Menteri Pertanian (Mentan) Bapak Syahrul Yasin Limpo akan segera berkunjung ke Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, dan Kabupaten Siak. Mentan akan langsung menyapa para duta petani milenial yang ada di tiga kabupaten dan kota di Provinsi Riau.

“Mentan akan datang berkunjung ke Provinsi Riau untuk menyapa duta-duta petani milenial beserta juga duta petani andalan di Pekanbaru, Siak, dan Kampar. Kegiatan yang akan berlangsung ini sudah masuk pada program nasional,” disampaikan langsung oleh Direktur PT Sarana Pangan Madani (SPM) Kota Pekanbaru Ade Daulay, pada Selasa (28/9).

Sebelum Mentan berkunjung ke Riau, Mentan Syahrul Yasin Limpo berharap agar di Riau menyediakan 250 petani milenial pada tiap kabupaten dan kota. Namun, Pekanbaru saat ini bisa menyediakan 1.000 petani milenial pada hari ini.

Sementara itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Kementerian Pertanian (Kementan) yakni Bapak Profesor Dedi Nursyamsi yang juga hadir secara virtual dalam kegiatan Gerakan 1.000 Petani Milenial yang diadakan di Aula Gedung Utama Kompleks Perkantoran Tenayan Raya, pada Selasa (28/9).

Mengatakan, bahwa Indonesia memiliki bonus demografi. Yang artinya, petani yang saat ini berusia produktif antara 40-45 tahun ada berjumlah 70 persen dari jumlah penduduk di Indonesia.

Tapi dalam kurun waktu 10 tahun atau 20 tahun yang akan datang, situasi akan menjadi terbalik. Petani yang sekarang produktif saat ini, akan memasuki masa pensiunnya atau usia yang tidak lagi produktif.

Baca juga: Dinas PUPR Saat ini Kembali Normalisasikan Tiga Titik di Sungai Sail

Sebaliknya juga, petani muda yang saat ini belum terlalu produktif maka akan masuk usia yang produktif. Tapi jumlahnya ini hanya sekitar 30 persen saja.

Dikarenakan Oleh karena itu, regenerasi pertanian musti harus dilakukan mulai saat ini. Petani yang ada sekarang saat ini merupakan tamatan SD.

Dari total 34 juta petani, ternyata 69 persennya lulusan SD, tidak lulus SD, bahkan ada yang tidak sekolah. Hanya 1,5 persen saja yang lulus perguruan tinggi, baik itu D3 maupun S1. Artinya, petani di Indonesia didominasi petani tua yang hanya lulusan SD.

“Tidak mungkin tujuan pertanian ini dapat menyediakan pangan bagi 273 juta penduduk Indonesia, dalam meningkatkan kesejahteraan para petani, dan menggenjot kembali ekspor yang dibebankan kepada petani tua bahwa dengan hanya tingkatan pendidikan SD. itu Tidak mungkin,” disampaikan oleh Profesor Dedi.

Oleh karena itu, dalam tugas untuk mencapai pembangunan pertanian, ini harus dibebankan kepada petani milenial. Para petani milenial ini harus sadar dan siap sedia untuk menerima regenerasi petani.

“Karena sesungguhnya pembangunan dalam pertanian ini ada di tangan kalian. Masa depan pertanian ini ada di pundak petani milenial,” sebut Profesor Dedi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here