Review Film: ‘A Classic Horror Story’ yang Sangat Mendebarkan

DANG MERDU – Film horor dari Italia ‘A Classic Horror Story’ yang sekarang sedang ditayangkan di Netflix, memiliki judul yang akan membuat penikmat film horor seketika itu juga beralih untuk menyaksikan film ini. Dalam sekejap tentu imajinasi liar kita akan mundur jauh ke masa lalu, ke era film horor klasik era 70an. Hal ini yang mungkin menjadi referensi dua sutradara, Roberto De Feo dan Paolo Strippoli dalam membuat film horor yang satu ini.

Film ini menggunakan plot twist yang sudah menjadi salah satu rumus klasik di dalam menciptakan naskah film horor. Tapi dalam film ini, plot twist yang dihadirkan cukup baru yang memang belum diadaptasi oleh kebanyakan film dengan genre serupa. Memberikan pengalaman yang belum pernah kita rasakan dalam menyaksikan film horor.

Cerita horor sendiri berawal dari kisah sekelompok orang yang tidak saling mengenal. Mereka melakukan perjalanan ke selatan Italia dengan menggunakan sebuah RV (Recreational Vehicle) atau yang biasa kita sebut sebagai mobil caravan, untuk menuju ke tempat tujuan mereka masing-masing.

Dalam mobil tersebut ada Elisa (Matilda Anna Ingrid Lutz) yang sedang mengandung, ia dalam perjalanan untuk menemui ibunya untuk melakukan tindakan aborsi. Ada pula Sofia (Yuliia Sobol), seorang gadis muda dengan rambut pirang yang bekerja sebagai desainer perhiasan, dengan pacar Inggrisnya, Mark (Will Merrick). Selain itu, Riccardo (Peppino Mazzotta) merupakan seorang dokter yang berusia 40-an, dan juga ada Fabrizio (Francesco Russo) yang mengendarai RV tersebut.

Dalam perjalanan tersebut, Fabrizio dan juga Mark menyetir RV tersebut secara bergantian. Ketika Mark yang menyetir dalam kegelapan malam, ia melihat binatang mati di tengah jalan di tengah hutan dan berusaha menghindarinya sehingga menabrak sebuah pohon.

Mereka semua tidak sadarkan diri akibat kecelakaan tersebut dan ketika mereka terbangun, mereka melihat kaki Mark yang telah patah, dan penumpang lainnya mengalami cedera. Tapi yang lebih membingungkan lagi, posisi RV mereka telah ada di sebuah lokasi yang berbeda dengan sebelumnya, yakni di lapangan luas di tengah hutan dan jauh dari jalan utama. Jalan yang sebelumnya mereka lewati sudah tidak terlihat.

Baca Juga: Review Film Escape from Mogadishu yang Mencuri Banyak Perhatian

Saat itu, mereka mencoba untuk menelepon ke luar namun tidak ada sinyal seluler sedikit pun di ponsel mereka. Kemudian, mereka mencoba untuk keluar dari hutan dengan berjalan kaki dan mengikuti jalan setapak yang ada. Perjalanan mereka terhenti ketika mereka menemukan tumpukan ranting kayu, tengkorak, totem  serta kepala babi yang terlihat baru dipotong dan ditancapkan di tempat itu.

Setelah itu mereka kembali ke RV dan bersama –  sama menuju ke sebuah rumah kayu. Saat membuka pintu, mereka disambut dengan sebuah taksidermi kepala rusa dengan ukuran besar. Selain itu, di tempat tersebut mereka menemukan beberapa foto lama yang menunjukkan orang-orang yang memakai tengkorak binatang di wajah mereka. Lilin tersebar di tempat tersebut. Ketika mereka menatap ke loteng, nampak seorang gadis kecil yang terpotong lidahnya yang bersembunyi dalam sebuah susunan jerami yang tampak seperti sangkar burung raksasa.

Fabrizio kemudian menjelaskan beberapa barang yang ia ketahui yang merujuk kepada Garduna. Garduna merupakan sebuah perkumpulan rahasia yang dipimpin oleh 3 pria menyeramkan, yakni Osso, Mastrosso, serta Carcagnosso. Mereka melakukan pencabutan lidah, telinga, dan mata para korbannya.

Mereka pun lantas tertidur di rumah kayu tersebut. Tapi malamnya mereka terbangun ketika satu per satu dari mereka dijadikan korban persembahan, sama persis dengan apa yang diceritakan Fabrizio sebelumnya.

Apa yang sebenarnya yang terjadi di dalam hutan tersebut? Siapakah orang-orang tersebut dan apa tujuan mereka melakukan hal mengerikan seperti itu? Jika penasaran, segera saksikan kisah lengkapnya di Netflix.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here