Dangmerdu – Sejalan dengan berkembangnya media sosial maka keperluan akan fotografi dan videografi juga meningkat. Hal tersebut mendorong kebutuhan akan peralatan penunjang fotografi dan videografi juga meningkat. Perkembangan peralatan fotografi pun semakin inovatif yang sangat membantu para photografer dan videografer menjadi semakin kreatif dalam berkarya.

Perkembangan teknologi dunia fotografi terus meningkat sesuai dengan kebutuhan, seperti perkembangan foto analog menajdi digital, dan pada era digital kebutuhan alat berkembang dari kamera DSLR menjadi Mirorless. Para pecinta dunia photografi dan videografi  tetap saja membeli kamera dan aksesoris pendukung lainya, yang harga cukup menguras kantong. Nyatanya walau terbilang mahal, penjualan kamera beserta atributnya tetap disukai oleh penggemarnya.

Produk fotografi dan videografi yang sering laku dipasaran ialah aksesoris selain dari bodi kamera dan lensa. Berbagai macam merek kamera dan lensa yang dijual dipasaran seperti Canon, Sony, Nikon, Panasonic, Olympus, Fujiifilm, Meike, Samyang, dan lainnya.

Baca juga : Kebijakan Pemko Pekanbaru Soal Tarif Parkir di Minimarket Menuai Kritikan dan Protes Masyarakat

Peluang bisnis dibidang fotografi dan videografi di tanah air masih sangat baik, dikarenakan oleh pengguna media sosial serta kecepatan internet yang semakin meningkat. Tidak sedikit orang yang senang dan menikmati hasil karya  dari influencer, misalnya para youtuber sehingga tidak sedikit pula yang berusaha menjadi bagian dari mereka.

Di masa saat ini dimana pandemi covid-19 menghantarkan kita secara paksa untuk melek dunia digital, sehingga banyak para pelaku bisnis yang berpindah ke digital marketing sebagai strategi promosi produk dan usaha mereka. Tentunya hal ini membutuhkan peralatan yang lengkap untuk menghasil karya yang berkualitas dengan kreativitas mereka.

Meskipun begitu, dari sudut penjualan perlengkapan fotografi dan videografi, konsumen telah beralih dari awalnya belanja secara offline yaitu lansung ke toko, sekarang orang lebih senang secara online. Sehingga terjadilah pergeseran ke arah penjualan online menggantikan penjualan offline, terutama sejak terjadinya pandemi Covid-19 ini.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here