Layanan berbasis transportasi udara kini telah hadir dalam bentuk kendaraan taksi terbang. Taksi terbang ini akan diresmikan di Indonesia melalui Prestige Image Motorcars. Ini merupakan kendaraan terbang berteknologi tanpa awak yang dikendalikan dari jarak jauh menggunakan jaringan internet. Lalu apakah ada fitur keamanan yang ditawarkan?

Ehang 216 adalah kendaraan udara yang diproduksi oleh perusahaan di china bernama Guangzhou EHang Intelligent Technology Co. ltd. Ehang termasuk dalam kendaraan udara dengan teknologi tanapa awak atau autonomous aeriel vihicle (AAV). Berdayakan listrik yang dapat diisi ulang dan kendaraan ini diklaim sebagai kendaraan yang ramah lingkungan.

Terdapat beberapa macam model kendaraan udara EHang, khusus di Indonesia ialah jenis EHang 216. Memiliki 8 lengan dengan 16 baling-baling, kendaraan ini mampu menempuk jarak hingga 60 kilometer dengan maksimal penumpang 2 orang. Bahkan hanya butuh waktu sekitar 21 menit untuk jarak tempuh 35 kilometer dengan kondisi baterai terisi penuh.

Sebagai kendaraan berteknologi tanpa awak, EHang dapat dioperasikan melalui darat dengan pusat komando dikendalikan oleh AAV. Untuk dapat melintasi udara kendaran ini menggunakan transmisi tanpa kabel atau nirkabel dengan jaringan 4G/5G. Dengan kecepatan tinggi jaringan internet guna berkomunikasi secara realtime dengan pusat kendali saat berkendara menempuh jarak yang jauh.

Pada pusat kendali dan komando, diklaim bahwa dilengkapi oleh seperangkat sistem kontrol AAV dan perintah intuitif dengan menyediakan 5 core fungsi. Kelima fungsi itu yakni, pengendalian, pemantauan, pengiriman, manajemen klaster, dan peringatan dini.

Bicara soal keamanan kendaraan udara EHang 216 ini, telah diinstalkan 5 fitur kesalamatan. Kelima fitur keamanan itu meliputi keamanan sistem, keamanan perngkat keras (hardware), keselamatan penerbangan, reaksi kontingensi dan keamanan komunikasi.

Berikut ringkasan penjelasan tentang lima fitur keamanan EHang, yang dikutip dari situs resminya:

  1.  Keamanan Sistem
    Memiliki sistem penerbangan multi kontrol agar walau dalam kondisi yang rumit sekalipun dapat memungkinkan melakukan pengoperasian yang aman dan transmisi data.
  2. Keamanan Perangkat Keras ( Hardware )
    Mengusung desain yang redudansi guna mencadangkan seluruh komponen utama penerbangan.
  3. Reaksi Kontingensi
    Pusat komando dari kendali pesawat akan segera beraksi guna memastikan keselamatan penumpang semaksimal mungkin dalam keadaan darurat.
  4. Keselamatan Penerbangan
    Berbekal sistem Fail-Safe yang terinstal didalamnya, sebagai sistem kontrol penerbangan agar dapat mengevaluasi terus kondisi kesehatan pesawat yang real time.
  5. Keamanan Komunikasi
    Merupakan suatu jaminan ganda dari sistem komunikasi supaya dapat menghindari gangguan berbahaya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here