Review Film SELESAI yang Bikin Gemas

DANGMERDU – Film Selesai menyajikan kisah tentang keluarga Broto (Gading Marten) dan juga Ayu (Ariel Tatum). Dua pasangan muda tersebut sedang mengalami masalah rumah tangga, yang diperparah dengan terjadinya pandemi dan juga kebijakan lockdown. Ditambah lagi kehadiran Anya (Anya Geraldine) membuat keretakan di tengah-tengah rumah tangga mereka.

Dalam trailer digambarkan bahwa Broto dan Anya telah menjalani hubungan gelap selama 1 tahun. Anya juga meminta Broto untuk menikahinya.  Jika hanya dilihat dari trailernya, film ini terlihat seperti film romansa dengan masalah klasik pada umumnya, yaitu drama orang ketiga yang alurnya sudah bisa tertebak. Tapi ketika nonton filmnya, penonton akan dibuat terkejut sejak menit awal.

Masalah perselingkuhan pada film-film Indonesia pada umumnya menampilkan sosok pria yang melakukan kesalahan. Hal tersebut pun sudah dapat kamu tebak, sejak trailer film Selesai ini dirilis. Bahkan, dari trailer serta sinopsis yang sudah beredar, Anda pasti sudah menyangka bahwa Broto (Gading Marten) adalah penyebab dari keretakan rumah tangga. Ayu (Ariel Tatum) menjadi istri idaman yang tersakiti. Kemudian Anya (Anya Geraldine) menjadi seorang pelakor yang tanpa merasa bersalah tega merebut suami orang, bahkan meminta untuk dinikahi.

Memang harus diakui bahwa masalah tersebut seakan menunjukkan gambaran realita di sekitar kita. Dalam film ini diceritakan bahwa kehidupan rumah tangga dapat bermasalah sebab terjadinya miss communication. Penyebab tersebut tidak bisa hanya menyalahkan si pria atau wanita saja.

Film Selesai menjadi kolaborasi kedua antara Tompi dan Imam Darto sesudah film Pretty Boys (2019). Keseluruhan cerita disampaikan dengan liar dan juga apa adanya. Darto membuat naskah film ini dari observasi yang ia lakukan dari pengalaman orang-orang sekitarnya. Penonto bisa mengamati bagaimana sifat-sifat seseorang melalui percekcokan antara Broto dan Ayu dengan bahasa yang straightforward.

Tokoh Broto yang memiliki karakter pelupa, kurang tegas, serta berani selingkuh, rasanya dapat kita temui sosoknya memang ada di sekitar kita. Karakternya bisa seketika membuat penonton kesal sejak menit awal di adegan hubungan intim bersama dengan selingkuhannya, Anya, yang ada di mobilnya.

Baca Juga: Belum Nonton Film Cruella? Inilah Sinopsisnya

Begitu pula dengan Ayu. Di awal cerita ia menampilkan sosok istri idaman dan tidak pantas untuk diperlakukan tidak adil atau disakiti. Dia membuat penonton percaya jika monolognya di awal film itu menggambaran kelakuan Broto yang tidak patut dan hina.

Perkembangan karakter dari Ayu benar-benar akan mengejutkan penonton. Saking kompleksnya, karakternya tersebut seakan menjadi gambaran teori Kebohongan Interpersonal dari Buller dan Burgoon. Terdapat tiga strategi berbohong, yaitu concealment (menyembunyikan rahasia), equivocation (mengalihkan perhatian) dan falsification (menyalahkan orang lain). Ketiganya telah disampaikan oleh Ariel Tatum dengan menarik dalam film ini.

Kemudain, ada karakter Anya yang membuat penonton kesal dengan sosoknya yang merasa tidak bersalah setelah menjadi pelakor yang telah merusak rumah tangga orang. Bahkan diakhir cerita, dia masih merasa dia berhak mendapatkan kebahagiaannya dengan meminta Broto untuk menikahinya.

Kesimpulannya film ini memang agak tergesa-gesa di akhir cerita. Selesai menunjukkan masalah pasangan yang berasal dari hawa nafsu masing-masing karakter. Konflik tersebut bisa saja sedang dialami oleh banyak orang di luar sana, yang mungkin saja makin diperkeruh dengan masalah-masalah karena terjadinya pandemi.

Film Selesai menyajikan perjalanan awal kehidupan rumah tangga yang memang tidak selalu berjalan mulus. Perasaan sedih, kecewa, dan marah hadir menjadi satu. Memang kesabaran adalah kunci. Namun jika kesabaran sudah tidak tersisa lagi, kata ‘Selesai’ mungkin akan menjadi pilihan paling tepat untuk menyudahi semuanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here