PT. Perkebunan Nusantara (PTPN) V berencana mendirikan 4 Pembangkit Tenaga Biogas (PTBg) yang menggunakan Oil Mill Effluence (POME) atau limbah cari dari pabrik kelapa sawit. Proyek ini ditargetkan akan rampung pembangunannya di tahun 2021 ini.

Jatmiko K Santosa, selaku Chief Executive Officer PTPN V memberikan penjelasan tertulis pada Senin (20-08-2021) di Pekanbaru bahwa proyek PLTBg adalah kerjasama, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), dengan Ristek BRIN. Satu unit PTBg sudah rampung dan segera diresmikan untuk beroperasi, berlokasi di Sei Pagar, Kabupaten Kampar Riau yaitu di Pabrik Kelapa sawit.

Sementara untuk pembangunan 3 unit PLTBg lainnya,PTPN V lakukan secara mandiri, atas dasar pengalaman dan transfer ilmu tentang inovasi teknologi memanfaatkan biogas yang masih proses pembangunan dari BPPT. Tiga lokasi PTBg lainnya di Pabrik Kelapa Sawit (PKS) yang sedang di bangun di PKD Rokan, PKS Tapung dan Lubuk Dalam, semuanya rata-rata dalam progres sekitar 60 persen.

Chief Executive Officer PTPN V menambahkan bahwa tujuan dari pemanfaatan limbah cair dari pabrik sawit ini ialah dalam rangka program menekan biaya produksi dan meningkatkan income bagi perusahaan. Dan upaya ini selaras dengan komitmen PTPN V yaitu menekan efek rumah kaca, menggunakan sumber daya alam secara efisien dengan salah satu cara yaitu konversi energi.

Hal ini sudah dibuktikan sebelumnya dengan 2 PLTBg yang sudah beroperasi sebelumnyatelah berhasil memberikan kontribusi bagi perusahaan. Masing-masing PLTBg itu ialah PLTBg Tandun yang berhasil menghemat biaya solar sebesar Rp.5,8 miliar per tahun dengan kapasitas 1,6 MW. PLTBg Tandun ini telah lama beroperasi yaitu di tahun 2012 lalu. Dan PLTBg Tandun juga meningkatkan pendapatan perusahaan dalam International Sustainabillity and Carbon Certification (ISCC) mencapai Rp.9,4 miliar.

Satunya lagi ialah PLTBg Terantam yang berhasil memberikan kontribusi penghematan sbesar Rp.1,6 miliar dihitung selama semester pertama di tahun 2021 ini. Terbukti menyumbang untuk peningkatan insentif sebesar Rp.4,8 miliar dari ISCC. PLTBg Terentam telah beroperasi sejak awal tahun 2020 lalu.

Jatmiko yang juga mengetuai suatu badan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) di Riau, dalam pelaksanaanya beliau menjelaskan konsep yang diusung oleh PTPN V ialah Covered Lagoon.

Konsep ini ialah diawali dengan pembangunan suatu kolam berukuran sangat besar agar dapat menampung POME atau limbah cair. Dan untuk selanjutnya ditutup dengan terpal sebagai cover dengan bahan HDPE berukuran sangat besar juga, gunanya untuk menyimpan gas methane dari limbah cair tersebut.

Harpan Chief Executive Officer PTPN V ialah menjadi perkebunan negara yang pertama untuk semua pabrik kelapa sawit mempunyai fasilitas biogas.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here