Cerita dimulai saat seorang sahabat dan guru saya belajar internet marketing, karena banyak jasa dan ilmu yang aku pelajari darinya maka aku memanggil sahabat ini dengan panggilan “suhu”.

Dia membeli sebuah mobil merk daihatsu xenia type…1300cc. Mobil ini dibelinya dengan kondisi bekas pemakaian dari tahun 2007 dengan harga yang cukup tinggi yaitu Rp. 78 juta.

Dalam hatiku berkata;
” wah tinggi banget nih harga mobil dengan kondisi seperti ini “,
karena memang sahabatku ini belinya tidak bilang ke aku dulu bahwa dia mau beli mobil, mungkin biar surprise dalam hatiku berkata.

Memang surprise, karena liat tiba-tiba dia memperlihatkan mobil yang ada di garase rumahnya, sahabatku ini dari medan dan tinggal dipekanbaru,dia mengotrak rumah yang kebetulan ada garasenya.

Hal yang ku lihat dari mobil ini adalah body mobil ini yang desain yang memang aku suka, bagiku desain mobil daihatsu xenia tahun 2007 adalah model yang pas dan sexy, cuman ketika aku disuruh membawa mobil ini, karena sahabatku ini belum masih dalam tahap belajar sekolah mengemudi jadi akulah orang yang pertama membawa mobil ini.

Saat aku menyetir mobil ini timbullah pikiran negatif dalam diri aku;

” ini stir mobil kenapa banting ya kalau di jalan yang bebatuan dan tidak rata, mana kaki-kaki mobil ini goncangannya kuat, ini gak nyaman buat mobil keluarga, jangan-jangan suhu ditipu orang nih”

Berbekal sedikit pengetahuan tentang mobil, aku berilah penjelasan dengan sahabatku ini gimana yang kurasa saat membawa mobil yang dibelinya ini, cuman ya aku harus hati-hati juga ngomongnya takutnya ada perkataan aku yang membuat dia merasa tersinggung, soal mobilnya ini.

Tapi ya aku tipenya terlalu jujur jadi aku berkata apa adanya saja, soalnya aku kecewa dengan kondisi mobilnya dan geram dengan si penjual mobilnya,

kok bisa ya dengan kondisi seperti ini mobilnya mahal begini, atau memang mobil ini karena peminat banyak jadi harganya tinggi? ” dalam hatiku berkata.

Dan aku sempat kesal juga dengan sahabatku ini kenapa dia beli mobil gak bilang dulu, kalau dia bilang sebelumnya pasti deh dicarikan mobil dengan kondisi lebih baik dan harga yang wajar. menurutku harganya gak wajar, dan sempat aku bertanya ke teman-temanku yang lain mereka bilang itu harganya tinggi.

Jadi ya mau gimana lagi mobilnya sudah terbeli,sekarang gimana solusi untuk membuat mobil ini nyaman lagi.

Lalu aku bersama sahabatku ini membawa ke bengkel sporing langgananku, bang Hen aku memanggilnya, beliau punya banyak pelanggan mobil-mobil travel dan pribadi, bengkel ini aku nilai bagus dibanding bengkel sporing lainnya dan juga rekomendasi dari teman-temanku.

Aku meminta bang Hen mengecek persoalan pada stir mobil, aku ceritakan segala masalahnya lalu bang hen membawa mobilnya untuk mengetes dan cek apa aja kerusakannya.

Dari hasil pengecekan ternyata terdapat masalah pada as stir mobil dan mesti diganti satu set dengan harga yang lumayan kalau barang yang original daihatsu, ya daripada beli yang KW alias duplikat lebih baik beli spare part yang original lebih jelas tahan lamanya.

Namun bang hen mau cobak memperbaiki;
“coba aklu perbaiki dulu siapa tau di tanganku stirnya bisa bagus daripada keluar uang banyak beli satu set” tegas bang hen.

Kami menyetujui ide bang hen, sekalian kami minta agar stir mobil bisa dikunci karena selain bantingan stirnya kuat, stir juga tidak bisa di kunci dan ini tentunya berbahaya kalau seandainya kita berpergian dan mobil diparkir tapi stirĀ  tidak bisa dikunci bisa-bisa hilang dibawa maling.

Masih di bengkel bang hen,aku mengecek air radiatornya dan kondisi radiatornya yang berkerak berwarna kuning. Ketika membuka tutup tabung air radiator yang isinya hanya air biasa, dan saat itu juga kami kuras radiatornya dengan bantuan mekanik bengkel sebelah bengkel bang hen yang kebetulan bengkel mobil juga.

Setelah dikuras dan dibersihkan digantilah air radiatornya dengan coolant yang khusus untuk cairan radiator mobil.

Setelah urusan stir dan air radiatornya selesai, sahabat ku berencana mengajak aku pergi menghadiri acara pesta pernikahan keluarganya yang ada di kota Pangkalan Kerinci yang berjarak kurang lebih 1 jam dari kota Pekanbaru.

Sebelum berangkat paginya aku panasin mesin mobil dulu sambil mengecek kondisi mobil, dan saat itu aku merasa ada kejanggalan pada rem tangan, kenapa saat parkir di lantai garese yang sedikit menanjak walau sudah ditekan rem tangan tapi mobil tetap berjalan sedikit.

Aku khawatir bila ada kemacetan dijalan karena perjalanan ke kota kerinci medan jalannya banyak pendakian dan penurunan dan dilalui mobil-mobil truk besar pengangkut barang, tentunya berbhaya kalau seandainya macet dan mobil mesti berhenti di pendakian.

“Ya Allah berikanlah keselamatan dan kelancaran pergi dan pulang”
doaku dalam hati sambil menenangkan diri.

Dan Alhamdulillah perjalanan menuju kota pangkalan Kerinci tidak ada kemacetan, cuman yang membuatku heran kenapa setiap aku mengurangi kecepatan dan mengerem, mobil yang berada dibelakang kami selalu membunyikan klakson berkali-kali dan lansung menyalip mobil kami,

“ya sudahlah mungkin mereka buru-buru” kataku dalam hati.

Setibanya dikota Pangkalan Kerinci, kami mengahadiri acara pesta terlebih dahulu setelah itu kami berencana ke bengkel mobil untuk mengecek permasalah rem tangan.

Di bengkel mobil seorang mekanik memeriksa rem tangan mobil, dan ternyata masalahnya adalah tali rem tangan putus satu disebelah kanan.Tentunya ini membuat kami terkejut,

“syukur Alhamdulillah tadi dijalan tidak terjadi apa-apa”
ucapku syukur dalam hatiku.

Dan saat dilakukan pengecekan yang lain yaitu di lampu rem belakang, yang tenyata juga lampu remnya putus, jadi itulah kenapa setiap mobil yang berada dibelakang mobil kami saat aku mengurangi kecepatan dengan mengerem mobil, mobil dibelekang pasti klakson berkali-kali dan berusaha lansung menyalip kami.

Aku pun mendapatkan jawabannya sambil mengelengkan kepala;
“ooh ternyata lampu remnya mati..pantesan mobil-mobil yang dibelakang seperti ketakutan”.

Di bengkel kota Pangkalan Kerinci ini kami mengganti tali rem tangan, mengganti shockbreker sebelah kiri, mengganti kampas rem satu set, dan mengganti lampu rem belakang.Setelah urusan perbaikan selesai kami melanjutkan perjalanan pulang ke kota Pekanbaru.

Permasalahan mobil yang kursial kami sudah perbaiki, dan selanjutnya sahabat ku yang hobby modifikasi melakukan modifikasi di sarung jok, kaca film, alarm sensor parkir, lcd audio video sekalian kamera parkir, mengganti power window, memasang remote kunci mobil.

Mobil pun tampak lebih tampan jauh berbeda dari tampilan sebelumnya, ditambah lagi remot mobil yang bikin mobil tambah keren dan nambah PD juga orang yang membawanya.

Dan kami pun berencana untuk pergi liburan ke kota Medan dan pergi wisata ke danau toba. Waktu itu bulan akhir bulan Juni 2021 kami berangkat sekeluarga dengan 2 mobil yang sama-sama merk Daihatsu Xenia, cuman beda tahun aja.Aku pakai mobil yang tahun 2007 dan temanku mobil xenia tahun 2014.

Temanku yang satu ini namanya putra, baginya ini adalah pengalaman pertamanya menyetir mobil dari Pekanbaru – Medan, yang jarak tempuhnya sekitar 18 – 20 jam.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here