Jangan lakukan Kebiasaan Berikut, Mobil Matic Kamu Bisa Tidak Laku Dijual
Jangan lakukan Kebiasaan Berikut, Mobil Matic Kamu Bisa Tidak Laku Dijual

Kebiasaan Seperti Berikut Bisa Bikin Mobil Matic Mu Tidak Laku Dijual

Pernahkah kamu terjebak dalam kemacetan yang parah. Sangat melelahkan pastinya bagi pengendara mobil khususnya mobil dengan transmisi manual terutama pegal pada bagian kaki, dimana harus memainkan rem dan juga gas dengan tepat. Sehingga, tak sedikit yang akhirnya beralih ke mobil dengan transmisi otomatis atau matic.

Tak hanya praktis, mobil matic seolah menjadi solusi. Karena kemudahan yang di berikan tersebut lah yang membuat pengendara lalai hingga melakukan beberapa kesalahan terhadap mobil matic yang dimilikinya, kebiasaan yang sering  dilakukan tersebut diantaranya adalah.

Salah Perseneling

Mobil matic sendiri memiliki tuas yang fungsi diantaranya adalah. Tuas P yang mana artinya parkir yang digunakan untuk memarkirkan kendaraan. Tuas D yang berarti jalan, digunakan untuk mengemudi.

Tuas L memiliki arti low, digunakan saat persneling rendah dan tuas R memiliki arti mundur yang digunakan untuk bergerak mundur. Sedangkan Tuas N memiliki arti netral, yang digunakan saat berhenti sementara waktu dengan mesin dalam keadaan menyala, seperti pada lampu merah contohnya.

Jika penggunaan persneling tak sesuai, hal tersebut dapat mengakibatkan mobil matic yang anda miliki menjadi cepat rusak. Seperti saat mundur tetapi tuas yang di gunakan D dimana seharusnya tuas yang digunakan adalah tuas R. Dengan alasan tertentu  yang menyebabkan pengendara terburu-buru saat berkendara, terlebih dengan urusan yang bersifat penting yang harus segera diselesaikan dengan tergesa-gesa.

Baca juga : Ini Penyebab Utama Menurunnya Performa Mesin Diesel

Dalam kondisi seperti itulah kemungkinan besar yang akan terjadinya perpindahan persneling yang tidak sempurna. Seperti saat memarkirkan kendaraan, apabila kendaraan masih dalam kondisi berjalan walau pelan kemudian anda mengarahkan tuas ke posisi P, hal tersebut yang membuat mobil matic menjdi cepat rusak.

Jika memarkirkan kendaraan sebaiknya tunggu kendaraan sampai benar-benar berhenti dengan sempurna barulah tuas diarahkan ke posisi P. Agar awet anda pun dituntut untuk mengemudikan kendaraan tengan benar.

Bahan Bakar Tidak Sesuai

Berbeda merek dan tipe dari mobil tersebut, berbeda pula rasio kompresi mobilnya. Permasalahannya adalah tak sedikit pengendara mobil yang memperhatikan seputar rasio kompresi kendaraannya sendiri. Sehingga pengendara salah dalam memilih bahan bakar yang tepat sesuai dengan kadar oktannya.

Kebiasaan tersebut lah yang justru bisa membuat mesin mobil menjadi cepat rusak. Bahan bakar pertamax diperuntukkan oleh mobil dengan rasio kompresinya 10.1 sampai dengan 11.1, masih diperbolehkan untuk mengisi pertalite, tapi hanya dengan kondisi tertentu saja. Misalkan saja pada saat bensin sudah benar-benar habis tetapi bahan bakar pertamax sedang tak tersedia, untuk pengisian berikutnya sebaiknya tetap melakukan pengisian bahan bakar pertamax semula.

Kurang perawatan

Dalam kurun waktu berapa bulankah mobil matic anda dibawa ke bengkel untuk melakukan perawatan, enam bulan sekali atau tidak sama sekali dalam kurun waktu tersebut. Atau bahkan baru membawanya kebengkel setelah terjadi kerusakan.

Lakukan perawatan mobil matic jangan tunggu sampai mobil rusak, sangat disarankan untuk melakukan perawatan secara rutin agar mesinnya tetap awet dan tetap terjaga performanya. Lebih baik mengeluarkan uang diawal daripada mengeluarkan diakhir dengan kerusakan yang parah, bisa jadi biaya yang dikeluarkan pun akan lebih besar. perawatan yang harus dilakukan setelah itu pun harus lebih ekstra lagi demi untuk menjaga performa mesin agar tetap dalam keadaan baik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here