Perawatan AC Mobil Jangan Dianggap Remeh, Mengapa?
Perawatan AC Mobil Jangan Dianggap Remeh, Mengapa?

Selain mesin mobil, komponen lain dari mobil yang harus diperhatikan adalah kualitas udara pada AC ( Air Conditioner). Mengapa demikian?

AC sebagi fitur pelengkap yang memang harus ada pada setiap mobil. Pengemudi tak perlu lagi membuka kaca jendela hanya untuk menikmati kesegaran udara, cukup dengan menyalakan AC tak perlu juga takut akan terkontaminasi dengan bakteri dan virus yang ada di luar.

Perlu diketahui, dimana komponen AC terdiri dari kompresor, dryer, evaporator, kondensor, expansion valve, motor van dan air filter. Dari semua paduan komponen tersebutlah maka akan terciptanya AC yang dingin. Lalu, apakah diperlukan perawatan untuk AC tersebut?

Tentu saja perlu, dan harus dilakukan perawatan secara rutin terlebih jika udara yang di hasilkan oleh AC tak lagi terasa dingin. Umumnya perawatan AC tersebut dilakukan sekurangnya satu tahun sekali, atau ketika kilometer pada mobil sudah mencapai 5 hingga 10 ribu kilometer. Contoh perawatan tersebut seperti penggantian kabin air filter, service evaporator, isi Freon, dan apabila terdapat kebocoran gas karbon.

Kerusakan Yang Umum Terjadi Pada AC

Kerusakan apa saja yang umum terjadi pada AC mobil, diantaranya.

  1. Freon Habis

Habisnya freon bisa dikarena kebocoran pada sistemnya, bisa karena komponen karet yang getas cukup lama atau pun terjadi sesuatu pada kompresornya. Tanpa adanya freon, meski AC dinyalakan tetap tidak akan menghasilkan udara yang dingin. Justru udara panas yang keluar. Apabila kipas AC tak berputar, hal tersebut menjadi pertanda jika freon habis.

Baca juga : Wuling Memperkenalkan Mobil Listrik Berplatform GSEV

Apabila performa dari AC sudah terjadi penurunan di angka 20% sebaiknya segera lakukan penyervicean sebelum kerusakan akan terjadi lebih parah.

  1. Kondensor Kotor

Apabila kondensator AC kotor maka udara panas yang dihasilkan dari mesin AC tidak dapat terbuang, dan hal tersebut akan berdampak terhadap sistem kerja dari AC mobil.

  1. Filter AC Tersumbat

Tak hanya kondensator yang bisa kotor, filter AC pun. Apabila sudah kotor maka akan terjadi penyumbatan dalam filter tersebut. Dimana filter yang bertugas sebagai penyaring debu halus pada udara, menjadikannya taka da udara yang dapat keluar melalui blower. Apabila filter sudah tertimbun dengan kotoran tak hanya AC yang tak dingin tetapi sirkulasi udara juga tidak dapat berjalan dengan optimal.

Jangan menunggu sampai AC berhenti berfungsi baru memperbaikinya karena, terdapat refrigerant dimana cara kerja komponen tersebut mirip oli pada mesin. Refrigerant tersebut juga berfungsi sebagai pelumas atau pendingin pada kompresor yang membawa oli ke dalamnya.

Apabila refrigen sudah habis, maka jumlah oli yang akan dibawa ke kompresor akan berkurang sehingga menghambat yang menyebabkan jumlah panas akan ikut menurun. Dan jika dibiarkan terlalu lama bukan hanya performa AC yang akan menurun tetapi juga biaya perbaikan yang akan semakin mahal.

Oleh sebab itu, luangkan lah waktu untuk melakuka perawatan pada AC sekurangnya selama 1 sampai 2 tahun sekali atau jika kilometer mobil tersebut sudah di atas 5 ribu.

Perawatan AC Mobil Secara Mandiri

Melakukan perawatan AC secara mandiri juga dapat dilakukan supaya kinerja dari AC tersebut dapat optimal.

Pertama-tama, pastikan dari setiap sudut mobil terbebas dari debu, tujuannya agar filter AC tidak bekerja terlalu berat.

Berikutnya, apabila saat mencuci mobil jangan lupa untuk menyemprotkan air pula pada bagian kondensator AC. Tujuan dari penyemprotan agar debu dan kotoran yang menempel tak akan mengeras. Jika mengeras, debu dan kotoran tersebut dapat menyebabkan korosi hingga terjadinya keropos yang akan mengakibatkan kebocoran pada kondensor.

Pastikan untuk memarkir kan kendaraan ditempat yang sejuk kenapa, karena panas yang ada diluar akan terserap hingga kedalam mobil sehingga AC akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mendinginkan udara panas yang diserap tersebut didalam kabin mobil.

Saat melakukan perjalanan jauh matikan AC beberapa saat, dimana AC juga perlu istirahat dimana pembekuan pada saluran AC juga bisa terjadi. Dan pastikan pula saat menyalakan kembali, ekstra kipas yang berada didepan kondensor dalam keadaan menyala, agar mencegah kerusakan pada kompresor.

Dan terakhir, untuk rutin melakukan perawatan pada AC dan memeriksanya apakah semua komponen tersebut masih berfungsi dengan baik. Apabila kurang yakin melakukannya sendiri, maka lebih baik serahkan urusan perbaikan tersebut kepada yang lebih ahli agar tidak menyebabkan kerusakan pada komponen yang lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here