Bantu Anak Anda Mengatasi Pubertas dan Harga Diri

DANG MERDU – Ketika anak Anda mulai dewasa menjadi pria atau wanita muda, dia akan mengalami periode perubahan fisik dan emosional yang bervariasi. Ini adalah masa pubertas, dan biasanya merupakan fase pertumbuhan yang canggung. Ini adalah periode yang penuh dengan kecemasan dan keraguan. Anda sebagai orang tua memainkan peran penting dalam mempersiapkan anak Anda untuk perubahan normal ini.

Komunikasi yang terbuka dan jujur tentang seksualitas adalah cara yang pasti untuk mendorong percakapan dua arah yang sehat antara Anda dan anak Anda, membuat pubertas lebih mudah dilalui.

Pubertas terjadi ketika seorang anak menjadi dewasa secara seksual. Biasanya pada sekitar usia 11-12 untuk anak perempuan, dan 11-14 untuk anak laki-laki, berbagai perubahan tubuh terjadi dengan lonjakan hormon. Selain pertambahan tinggi dan berat badan, seorang anak juga akan mengembangkan rambut di bawah lengan dan di sekitar alat kelamin, jerawat dan bahkan bau badan.

Pubertas Sangat Normal

Pubertas tidak terjadi dalam semalam dengan periode pertama atau ejakulasi. Ini adalah tahap kehidupan yang terbentang selama beberapa tahun ke depan. Penting bagi Anda untuk dicatat bahwa seiring dengan transformasi fisik juga berbagai perubahan perilaku dan emosional. Anak-anak yang mengalami pubertas lebih sadar tentang bagaimana penampilan mereka dan di mana mereka akan cocok.

Mereka tentu lebih tertarik pada lawan jenis. Mereka bertanya-tanya tentang cinta romantis dan seks. Mereka mendambakan lebih banyak kemandirian dan penerimaan. Membantu anak Anda untuk memahami perubahan fisik dan emosional yang akan dia alami sebelumnya akan sangat menghilangkan kecemasan dan kebingungan yang dihadapinya.

Yang terpenting, ini membuat anak Anda lebih mudah menerima bahwa perubahan yang dia alami adalah hal yang normal. Dukungan dan bimbingan yang dibutuhkan anak Anda pada tahap pertumbuhan yang sulit ini hanya dapat datang dari Anda.

Baca Juga: 3 Tips Kesehatan Penting untuk Lansia

Harga Diri Saat Pubertas

Anak Anda sebagai remaja seperti bunglon, bijaksana dan percaya diri pada suatu saat, pemarah dan egois pada saat berikutnya. Semua pasang surut emosi ini dapat menurunkan harga diri seorang remaja. Sebagai orang tua, Anda perlu menjaga harga diri anak Anda karena seorang remaja yang merasa baik tentang dirinya sendiri lebih mungkin untuk membuat keputusan positif dalam hidup. Baik itu tentang sekolah, teman, hubungan atau seks.

Dorong anak remaja Anda untuk menghargai nilai, kekuatan, dan kemampuan yang unik baginya sebagai individu. Biarkan anak Anda mengambil tanggung jawab sehubungan dengan dirinya sendiri dan membuat keputusan. Bantu anak Anda untuk menerima komentar negatif atau hal-hal tertentu yang menimbulkan kekecewaan. Yang terpenting, yakinkan anak Anda bahwa tidak apa-apa untuk membuat kesalahan dan dia dapat belajar dari pengalaman.

Mendapatkan Penerimaan dengan Cara yang Benar

Selama masa remaja, tekanan teman sebaya adalah sebuah fakta dan merupakan pengaruh yang kuat. Ada tekanan untuk berpakaian atau berperilaku dengan cara tertentu, tekanan untuk memiliki pacar, tekanan untuk memiliki pengalaman seksual. Remaja biasanya akan mengesampingkan alasan dan berusaha keras untuk mendapatkan penerimaan dan persetujuan dari teman-teman mereka. Sebagai orang tua, mudah untuk memberi tahu mereka “tidak” tetapi lebih efektif untuk mengajari anak remaja Anda cara membuat keputusan yang lebih bijaksana.

Bantulah dengan membangun pengetahuan, keterampilan, dan tanggapan yang dibutuhkan anak remaja Anda untuk  menghadapi tekanan teman sebaya. Gunakan empati Anda, akui seberapa kuat beberapa perasaan dan harapan dirinya, dan beri tahu anak Anda tentang pengalaman Anda sendiri. Jelaskan kemungkinan skenario dan pertimbangkan hasilnya.

Bantu dia untuk menyadari konsekuensi dari keputusan seksual. Tekanan teman sebaya tidak mudah dikelola, terutama untuk seseorang yang masih sangat muda. Sebagai orang tua, Anda harus membantu anak Anda mengetahui bahwa dalam menyenangkan orang lain, dia mungkin akan mengecewakan dirinya sendiri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here