Tips Makan dengan Baik Sesuai Usia Kita

DANG MERDU – Selain minat pribadi, ada juga perubahan fisik yang datang seiring bertambahnya usia. Pelajari tentang perawatan yang mendukung penuaan aktif dan sehat. Tahun-tahun perak bisa sangat memuaskan, karena para manula menemukan kegembiraan mengejar minat pribadi, mengembangkan jaringan sosial mereka, dan menjalin ikatan dengan cucu dan anggota keluarga lainnya.

Namun, usia yang semakin bertambah juga membawa ketidaknyamanan fisik yang merupakan akibat langsung dari penuaan. Dari sekian banyak perubahan yang dialami manula, bisa dibilang tidak ada yang berdampak besar pada kesehatan mereka seperti yang mempengaruhi kemampuan mereka untuk menikmati makanan.

Penuaan Sehat: Seiring Bertambahnya Usia, Tubuh Kita Berubah

Sistem pencernaan melambat seiring bertambahnya usia, menyebabkan makanan bergerak perlahan melalui saluran pencernaan. Akibatnya, lebih banyak air diserap dari sisa makanan, yang menyebabkan sembelit. Orang tua juga lebih rentan terhadap divertikulosis, suatu kondisi di mana kantong terbentuk di dinding usus besar. Sementara banyak orang dengan divertikulosis tidak mengalami gejala, rasa sakit dapat terjadi jika kantong terinfeksi.

Pengalaman makan orang lanjut usia juga dipengaruhi oleh perubahan persepsi sensorik. Penurunan jumlah dan kepekaan indera pengecap menyebabkan hilangnya kemampuan untuk merasakan rasa manis, asin, pahit dan asam. Penurunan indra penciuman juga membuat lansia tidak dapat menikmati aroma makanan favoritnya. Mengunyah dan menelan mungkin menjadi sulit karena produksi air liur turun atau jika ada masalah gigi seperti kehilangan gigi atau gigi palsu yang tidak terpasang dengan baik.

Disfagia: Kesulitan Menelan

Selain itu, lansia mungkin mengalami kesulitan menelan karena hilangnya tonus otot yang berkaitan dengan usia di sepanjang saluran makanan, serta kondisi seperti stroke dan demensia. Kondisi ini, yang disebut disfagia, dapat menyebabkan komplikasi seperti pneumonia jika tersedak dan makanan tersedot ke saluran pernapasan.

Baca Juga: Bagaimana Saya Membatasi Waktu Layar untuk Anak Saya?

Disfagia dapat menyebabkan gizi buruk, terutama jika orang dengan disfagia yang menjadi enggan makan. Karena kesulitan ini atau menolak untuk makan makanan tidak enak yang teksturnya dimodifikasi untuk memudahkan menelan. Ditambah dengan kebutuhan nutrisi khusus orang tua, ini bisa menjadi tantangan untuk dikelola. Sementara tubuh membutuhkan nutrisi dalam jumlah yang lebih rendah seperti natrium, tubuh membutuhkan lebih banyak zat besi, Vitamin D, Vitamin B, folat, dan kalsium. Kekurangan nutrisi penting ini dapat menyebabkan anemia, peningkatan risiko stroke dan demensia, dan osteoporosis.

Penuaan Sehat: Mendapatkan Nutrisi yang Kita Butuhkan

Ada langkah-langkah sederhana untuk membuat waktu makan lebih menyenangkan jika Anda atau orang yang Anda cintai mengalami perubahan fisiologis terkait usia yang membuat makan dengan baik menjadi tantangan. Memastikan bahwa pola makan Anda seimbang dan mengandung nutrisi, cairan, dan serat yang diperlukan akan meminimalkan risiko kekurangan gizi dan sembelit.

Jika mengunyah sulit, konsultasikan dengan ahli terapi wicara untuk saran tentang cara mengatasinya. Tekstur makanan tertentu mungkin diresepkan untuk membuat menelan lebih mudah dan lebih aman. Anda juga harus memperhatikan kesehatan mulut Anda dengan menyikat gigi dan flossing setiap hari serta melakukan pemeriksaan gigi secara teratur.

Terakhir, jangan ragu untuk mencari bantuan jika Anda mengalami masalah dengan makan, pencernaan, atau kesehatan mulut. Perhatian medis yang cepat dapat membuat perbedaan antara ketidaknyamanan yang berkelanjutan dan kesehatan yang buruk serta berkembang penuh dengan aktivitas yang bermakna, kenangan indah, dan kenikmatan makanan yang berkelanjutan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here