Cara Aman Untuk Mobil Berkendara Saat Hujan
Cara Aman Untuk Mobil Berkendara Saat Hujan

Wajib diketahui oleh setiap pemilik mobil bagaimana cara aman berkendara saat hujan, sebab musim hujan yang selalu datang setiap tahunnya. Dan bahkan hujan yang terlalu lebat sangat mengganggu keselamatan saat berkendara.

Dan tak ketinggalan pula angin kencang hingga banjir yang turut menyertai. Berikut adalah tips agar aman berkendara saat hujan untuk pengendara mobil.

Menunda Perjalanan

Tak sama dengan sepeda motor, mobil memang memiliki kenyamanan yang berbeda. Tak perlu berbasah-basahan ketika hujan dalam perjalanan.

Ada baiknya untuk menunda perjalanan di lain waktu jika hal tersebut memungkinkan, untuk menghindari potensi bahaya dalam perjalanan atau setidaknya setelah hujan reda.

Kurangi Kecepatan Kendaraan

Kurangi kecepatan kendaraan, ancaman seperti hydroplaning atau aquaplaning lebih sering terjadi saat mobil melaju dengan kencang, selain itu jarak pandang juga akan terganggu saat melintasi hujan.

Aktifkan Fitur Defogger atau Anti Embun

Untuk mobil baru yang ada dipasaran fitur-fitur tersebut telah disematkan. Dimana defogger adalah fitur anti embun untuk kaca pada bagian depan dan juga belakang yang memanfaatkan semburan dari AC.

Jangan lupa pula aktifkan fitur tersebut jika mobil yang digunakan sudah memiliki fitur tersebut dikarenakan hal tersebut sangat membantu.

Menjaga Jarak dengan Kendaraan  Yang Lain

Idealnya dalam kondisi cuaca normal dan jalan dalam keadaan kering jarak antara kendaraan adalah tiga detik, tapi dengan kondisi hujan jarak tersebut dapat diatur lebih lebar lagi diantara empat atau lima detik.

Baca juga : Penyebab Motor Sering Brebet, Apa Karena Kurang Perhatian

Sedangkan untuk menghitungnya bisa memanfaatkan tiang listrik yang ada di pinggir jalan, pada saat kendaraan didepan melewati objek tersebut, maka mulai menghitung tiga detik. Jika mobil yang kita gunakan telah melewati objek itu sebelum hitungan pada detik ketiga itu artinya jarak kita terlalu dekat.

Nyalakan Lampu Utama atau Lampu Senja

Pengendara boleh menyalakan lampu utama/lampu senja apabila jarak pandang terbatas akibat hujan lebat, dengan begitu lampu belakang juga akan ikut menyala.

Dimana hal tersebut dapat membantu pengendara yang ada dibelakang utuk mengetahui keberadaan kendaraan yang ada didepannya.

Jagan pula menyalakan lampu hazard jika memang bukan dalam keadaan darurat, dengan begitu lampu sein mobil tidak akan berfungsi.

Jangan Rem Mendadak

Cengkraman ban dengan aspal akan berkurang jika melintas dijalan yang basah. Oleh sebab itu untuk tidak melakukan pengeraman secara mendadak agar mobil tidak tergelincir sehingga bisa kehilangan kendali. Untuk melakukan pengereman bisa dilakukan secara bertahap.

Jangan Melakukan Manuver Secara Tiba-Tiba

Memiliki alasan yang tak jauh berbeda dengan tips sebelumnya, ada baiknya untuk tidak melakukan manuver secara tiba-tiba seperti menyalib, berbelok atau bahkan pindah jalur.

Hindari Area Yang Rawan Banjir

Menghindari area tersebut menjadi pilihan aman berkendara saat hujan tiba, karena banjir memiliki dampak yang buruk pada kendaraan. Terutama jika air sampai masuk ke dalam mesin yang di kenal dengan water hammer.

Pastikan Ban dalam Kondisi Yang Prima

Ban adalah satu-satunya komponen yang bersentuhan langsung dengan jalan, sehingga kondisinya sangat berpengaruh tanpa terkecuali saat musim hujan.

Hal yang paling utama untuk diperhatikan adalah ketebalan dari tapak ban. Dan jangan menunda penggantian apabila ban sudah tampak gundul, karena mobil bisa saja tergelincir saat melintas di musim hujan.

Melintas di Lajur yang Kering

Diantara jalur yang tersedia biasanya terdapat jalur yang lebih sering dilintasi kendaraan lain sehingga jalur tampak lebih kering. Alangkah baiknya kita ikut menggunakan jalur tersebut agar kerja ban menjadi lebih mudah untuk mendapat cengkraman ke permukaan aspal.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here