Ini Rahasianya Agar Ban Mobil Tidak Selip Di Jalan Licin
Ini Rahasianya Agar Ban Mobil Tidak Selip Di Jalan Licin

Wajib untuk diketahui agar ban mobil tidak selip dijalan yang licin terlebih saat musim hujan.

Dengan kondisi permukaan jalan yang licin seperti itu memungkinkan ban akan mengalami selip sehingga dapat kehilangan kendali.

Jika melihat dari faktor penyebabnya, permukaan jalan yang licin dapat dipicu dengan beberapa hal, diantaranya bisa dikarenakan permukaan aspal yang kurang baik, terdapat genangan air, tumpahan oli atau yang lainnya. Kondisi ban mobil yang kurang baik juga menjadi salah satu yang dapat menyebabkan permukaan jalan jadi terasa licin. Faktor penyebabnyapun  berbeda-beda, dan berikut ini ada beberapa tips sederhana supaya ban mobil tidak selip dijalan yang licin

Agar Ban Mobil Tidak Selip di Jalan yang Licin

  • Kurangi kecepatan saat melintas dijalan yang basah
  • Jangan menginjak pedal gas dengan tiba-tiba
  • Berkendaralah dengan perlahan saat memasuki tikungan atau persimpangan
  • Gunakanlah gigi rendah ketika melewati jalan menurun
  • Melintas di lajur yang lebih kering dimana jalan tersebut juga dilewati oleh mobil lainnya
  • teruntuk mobil Rear Wheel Drive (RWD), usahakan bobot barang bawaanlebih ditumukan ke bagian belakang mobil
  • Pastikan untuk tidak melakukan pengereman secara tiba-tiba
  • Hindari puna manuver dengan cara tiba-tiba
  • Periksa selalu kondisi ban begitu pula dengan tekanan anginnya sebelum menggunakannya.

Untuk negara yang memiliki dua musim ancaman jalan licin itu lebih besar disaat memasuki musim salju. Berbeda dengan negara tropis seperti Indonesia ancaman tersebut apabila memasuki musim hujan dimana ada fenomena yang bernama aquaplaning.

Waspada Terhadap Aquaplaning

Dalam kondisi hujan berkurangnya jarak pandang aquaplaning atau hydroplaning menjadi ancaman bagi pengerndara. Aquaplaning yang dapat meneyebabkan ban selip atau bahkan dapat hilang kendali.

Baca juga : Kekurangan Dan Kelebihan Mesin Turbo Yang Harus Diketahui

Yang dimaksud dengan Aqua planning dimana fenomena air dalam jumlah tertentu yang terbentuk di anara ban dengan permukaan aspal. Fenomena tersebut dapat terjadi jika seorang pengemudi mengendarai kendaraan terlalu cepat dijalan yang basah atau melintas digenangan air yang cukup dalam.

Jika  hal seperti ini terjadi, maka ban mobil bisa selip dan akan kehilangan kendali, sehingga melalukan pengeraman pun akan menjadi hal yang sia-sia karena ban mobil tak dapan mencengkram ke aspal.

Cara Mengantisipasi Terjadinya Aquaplaning

Kurangi kecepatan saat melintas di jalan yang basah, terlebih jika adanya genangan air. Taka ada bedanya pula untuk mobil yang masih menggunakan ban lama atau pun yang masih baru.

Apabila aquaplaning sudah terlanjur terjadi, maka segera angkat kaki dari pedal gas. Jika pada mobil transmisi manual dapat dibarengi dengan serta menginjak pedal kopling.

Jangan langsung mengubah arah serta dilakukan pengeraman mendadak, karena bisa memperburuk keadaan.

Atasi Ban Mobil Selip Menggunakan Fitur-Fitur yang Tersedia

Bebrapa mobil baru yang ada dipasaran saat ini dibekali dengan beberapa teknologi canggih, diantaranya traction control atau vehicle stability control. Fitur tersebut sangat membantu dan ada kaitannyang dengan keselamatan dalam berkendara.

Dimana tujuan dari salah satu fitur tersebut adalah menjadi cara agar ban mobil tidak selip saat melintas dijalan licin khususnya saat berekselersi. Dengan cara kerja yang relative sederhana.

Fitur traction control tersebut, memanfaatkan (ABS) Sensor-lock Braking  System yang ada pada pengereman mobil. Jika terdeteksi ada salah satu ban yang mengalami selip, dengan otomatis sistem akan melakukan pengereman pada roda.

Tujuannya untuk bisa mengurangi kecepatan dari putaran roda sampai mendapatkan cengkraman yg sangat idela hingga ke permukaan aspal. Fitur tersebut sangat membantu agar terhindar dari ban selip.

Fitur berikkutnya adalah vehicle stability control yang mana disebut juga vehicle stability assist. Sama-sama berfungsi untuk menjaga kendali mobil, hanya saja fiturnya sedikit lebih berbeda dengan traction control. Vehicle stability control bertugas untuk menjaga mobil agar tidak mengalami menikung terlalu tajam (oversteer) atau disebut juga dengan menikung terlalu lebar( understeer) walau tak terlalu terhubung dengan ban selip namun, sangat berguna untuk menghindari mobil “melintir” ketika melintas dijalan yang licin.

Fitur lain yang dapat dimanfaatkan adalah LSD (Limited Slip Differential). Salah satu kegunaan dari fitur ini untuk mengunci salah satu roda lalu mendistribusikan tenaga setiap roda dengan nilai yang tak sama.

Dikatakan sangat ampuh untuk menghindar dari terjadinya ban selip bahkan saat terjebak di lumpur sekali pun. Tapi, biasanya fungsi tersebut hanya ada pada mobil offroad. Jika memiliki mobil dengan fitur seperti itu, sebaiknya di aktifkan pada saat berkendara dalam kondisi hujan atau melintas di jalan yang licin.

Perhatikan Kondisi Ban Secara Berkala

Kondisi ban juga sangat berpengaruh dalam upaya menjaga agar ban mobil tidak selip dijalan yang licin. Terkait dalam hal ini, beberapa hal yang harus dilakukan diantaranya adalah dengan memastikan thread pattern atau pola dari ban tersebut masih dalam keadaan yang ideal.

Seiring waktu pemakaian pola dari ban dipastikan akan mengalamipenipisan dan ban menjadi botak. Jangan tunggu sampai kondisi berubah menjadi seperti ini baru ditukar dengan yang baru. Sebagai patokan bisa dilihat dari tanda yng dinamakan TWI ( Tread Wear Indicator). TWI sendiri memiliki bentuk mirip benjolan kecil yang terdapat di sela-sela pola ban. Apabila ketebalan pola ban sudah tampak menipis dan terlihat sejajar dengan TWI saat itulah yang tepat untuk mengganti ban.

Berikutnya dengan memastikan ban harus diisi dengan tekanan angina yang sesuai. Umumnya prosusen mobil mencantumkan tekanan angin yang telah direkomendasikan pada setiker yang sengaja di letak pada pilar B dekat dengan pengemudi. Biasanya tekanan ban idela itu antara 33-36 psi untuk mobil jenis MPV, sedangkan 30-36 psi untuk jenis city car dan sedan antara 35-40 psi untuk jenis SUV 35-40 psi.

Ban mobil akan menjadi lebih rentan mengalami selip apabila tekanan anginnya terlalu tinggi. Dan jika sebaliknya, maka bisa menambah cengkraman ke aspal. Dikarenakan, ban kempis itu memiliki permukaan yang lebih lebar. Tapi tidak disarankan juga untuk mengurangi  tekanan angin. Karena dalam penggunaan sehari-hari, yang menjadi korbannya adalah pelek yang harus menghantam lubang atau batu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here