Ulasan Realme 10: Bintang Baru di Kelas Menengah?

DANG MERDU – Setiap tahun, Realme merilis seri smartphone bernomor tertentu, serta banyak variasinya dengan awalan “i”, “pro”, “plus”, “5G” dan seterusnya, sampai-sampai sulit untuk menghafalkannya. Kita baru saja selesai mereview seri ke -9 (dengan model-model baru yang ditambahkan bahkan sekarang, Realme 9i 5G sebagai contoh), sedangkan yang ke-10 akan segera turun ke pasar. Realme 10 adalah ponsel pertama dalam seri baru. Dan berikut adalah ulasannya, baca terus!

Perbedaan dan Dapur Pacu Realme 10 dari Pendahulunya

Pertama, desainnya telah berubah, serta penempatan sensor sidik jari: sekarang ada di samping, bukan di layar. Kedua, ada set kamera yang berbeda (Realme 10 memiliki modul utama 50 MP, bukan modul utama 108 MP di Realme 9). Ketiga, SoC yang berbeda, dengan MTK Helio G99 di Realme 10 menggantikan Qualcomm Snapdragon 680. Performa G99 lebih baik di benchmark, tetapi Snapdragon 680 dianggap lebih stabil. Dan Anda mungkin tidak akan melihat perbedaan apa pun, terutama jika Anda tidak memainkan game-game canggih terbaru.

Desain, Bahan, dan Build Quality

Desain generasi baru Realme menampilkan bodi ramping, tepi yang rata, dan bagian belakang yang rata dan mengkilap. Realme C33 yang murah dan Realme 9i 5G baru terlihat persis sama. Dan Realme menggunakan desain ini lagi, lebih dari sekali. Tidak ada yang salah dengan itu, terlihat gaya dan modern, tetapi bagi beberapa orang mungkin ujung-ujungnya terlalu tajam, dan mereka mungkin lebih suka ujung yang lebih membulat.

Perangkat ini sangat tipis (7,9 mm), dan Realme mengklaim bahwa itu adalah ponsel tertipis dari semua ponsel yang dirilis oleh Realme. Layarnya memiliki bezel tipis, hanya ada “dagu” yang terlihat menonjol (lebih tebal). Realme 10 menerima Corning Gorilla Glass 5 yang melindungi layarnya dari goresan dengan cukup baik.

Bodi ponsel seluruhnya terbuat dari plastik, sedangkan desain panel belakang (terbuat dari enam lapisan) yang patut mendapat perhatian khusus. Tampilannya bersinar seperti langit berbintang. Beberapa orang akan mengaguminya, sementara yang lain akan mengatakan itu terlalu glowing, tetapi ini hanya masalah selera. Namun faktanya ponsel ini adalah magnet untuk debu dan sidik jari. Jadi lebih baik untuk menggunakan casing, meskipun menyembunyikan keindahannya.

Baca Juga: Indonesia Makin Aman dari Resesi, Bunga Kredit Bisa Naik Lebih Tinggi?

Hal lain yang menarik perhatian pada panel belakang adalah “mata” kamera yang sangat besar, hampir seperti “lubang hitam”. Di sisi kiri smartphone, Anda hanya akan menemukan slot untuk kartu SIM dan microSD (dua SIM + kartu memori). Sedangkan di sisi kanan, terdapat volume rocker dan tombol power/lock dengan sensor sidik jari. Bekerja dengan cepat dan akurat. Pengenalan wajah juga tersedia, tetapi kurang aman.

Bagi kami, sidik jari adalah cara terbaik untuk membuka kunci ponsel. Anda memegangnya di tangan Anda dan jari Anda secara otomatis jatuh ke tempat yang tepat untuk membuka kuncinya. Di bagian atas ponsel, kita hanya menemukan sebuah lubang mikrofon. Di bagian bawah, ada mikrofon lain, jack headphone 3,5 mm (untung masih ada), lubang speaker, dan USB-C untuk pengisian daya.

Ponsel cerdas ini memiliki layar 6,4 inci, yang tidak terlalu besar menurut standar saat ini, sehingga relatif kecil, nyaman di telapak tangan Anda, dan biasanya dapat dikontrol dengan satu tangan. Build quality Realme 10 sangat sempurna. Ponsel cerdas tidak memiliki perlindungan terhadap percikan air.

Kualitas Layarnya

Kualitas display Realme 10 tak kalah cantik dengan pendahulunya. Ini adalah panel Super AMOLED 6,4 inci dengan resolusi FullHD+ (2400×1080 piksel). Warnanya cerah dan sangat kaya, kedalaman hitamnya maksimal, sudut pandangnya sempurna, dan tingkat keterbacaan di bawah sinar matahari bagus (kecerahan puncak hingga 1000 nits).

Ada beberapa mode tampilan warna yang dapat dipilih dari Vivid, Natural, dan Pro Mode. Yang pertama dekat dengan cakupan DCI-P3, sedangkan yang Natural menawarkan warna yang lebih tenang dan lembut. Yang terakhir (Pro Mode), tersedia dua mode lagi dengan pengaturan reproduksi warna yang lebih presisi.

Refresh rate layarnya adalah 90 Hz, mungkin ponsel mid-range terkadang dapat menawarkan lebih banyak Hz, tetapi 90Hz sudah cukup. Ada tiga mode operasi; standar 60 Hz, 90 Hz, dan pilihan otomatis. Namun, kami perhatikan bahwa dalam mode otomatis 60 Hz lebih sering digunakan, tetapi baterai juga jauh lebih hemat.

Semua berita yang informatif semacam ini akan terus bisa Anda dapatkan, dengan mengikuti platform DANG MERDU ini. Platform berita gadget terlengkap yang tentunya selalu diperbarui setiap hari dan pastinya ANTI HOAX!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here