Dang Merdu – Fotografi tidak mengenal waktu, tetapi fotografi mengenal momen. Ketika kamu berkeinginan untuk menangkap sebuah momen namun menunggu waktu yang tepat, mungkin momen itu tidak akan datang lagi. Momen berharga yang dapat kamu tangkap melalui lensa kamera tidak harus selalu sempurna dengan kilauan cahaya. Tetapi, dengan kurangnya cahaya, momen yang indah juga dapat kamu tangkap, dan foto yang bagus tetap dapat kamu hasilkan. Kamu dapat menghasilkan foto terbaik walaupun dengan cahaya yang kurang, namun harus menggunakan teknik khusus, salah satu teknik khususnya adalah teknik foto low-light.

Low-light photography secara harfiah dapat diartikan situasi atau teknik fotografi dengan bantuan cahaya yang kurang. Fotografi low-light tidak hanya terjadi pada malam hari, tetapi juga pada saat suasana cukup redup atau kekurangan cahaya. Fotografi indoor (dalam ruang) tanpa keberadaan sumber cahaya yang natural seperti matahari juga dapat dikategorikan sebagai fotografi low-light.

Kamu ingin menangkap suatu momen dengan menggunakan teknik fotografi low-light? Mari kiat simak beberapa teknik fotografi low-light berikut ini!

Persiapkan dengan Baik
Pastikan jika kamu akan melakukan sesi foto, sebelumnya kamu telah melakukan riset tertentu mengenai lokasi akan dilaksanakannya sesi foto. Bagaimana mengenai keadaan, lampu, ataupun sumber penerangan lain di area sekitarnya sehingga kamu dapat memastikan apabila mengambil suatu gambar dengan fotografi low-light, ataupun foto gelap, kamu juga dapat memaksimalkan pengetahuan yang sebeumnya telah kamu dapatkan dari riset lokasi tersebut. Sehingga, pada saat sesampainya di tempat, kamu telah siap dengan segala macam kemungkinan, ataupun telah membawa berbagai barang yang diperlukan untuk dapat memperlancar jalannya sesi foto.

Gunakan Alat Penunjang
Tripod excell
Memang tidak mudah untuk menjadi seorang ahli fotografi low-light. Namun, semuanya dapat dimulai dengan kemauan dan kemampuan, serta pengetahuan yang tepat. Sangatlah penting penggunaan alat penunjang pada saat mengeksekusi teknik low-light photography. Salah satunya adalah dengan penggunaan alat tripod. Kenapa harus menggunakan tripod? Karena, ketika pada saat kamu mengambil foto dengan cahaya kurang, maka shutter speed juga pastinya akan menjadi pelan. Jika shutter speed lebih pelan, pastinya akan menghasilkan yang gambar tidak fokus atau blur. Itulah mengapa penggunaan tripod dapat sangat membantu. Dengan tripod, maka akan dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya foto blur, kemungkinan noise ataupun gangguan lainnya. Setiap gerakan akan dapat mempengaruhi suatu gambar, jadi sedapat mungkin kamu lengkapi juga selain dengan tripod yaitu dengan kontrol remot seperti remote release atau apabila kamu tidak mempunyainya, dapat menggunakan cara yang manual dengan timer.

Kontrol Aperture
Aperture adalah suatu bolongan yang dilewati cahaya melalui lensa, lebih lebar aperture maka akan lebih banyak cahaya yang dapat masuk, dan lebih rendah f-nomornya. Pada saat cahaya sedikit, penting juga untuk membiarkan sebanyak mungkin cahaya yang masuk. Jika kamu masih ingin menggunakan lensa standar, dengan aperture maksimum sekitar f/3.5, maka tidak akan cukup cahaya yang masuk dan hasil foto juga tidak akan terlalu baik. Apabila kamu menginginkan hasil foto yang lebih baik untuk fotografi low-light, maka ada baiknya untuk menggunakan lensa lebih lebar agar cahaya dapat lebih banyak masuk walaupun kekurangan cahaya yang alami. Dengan pengaturan aperture pada f/1.8, maka cahaya dapat lebih banyak masuk, sekitar 4 kali lebih banyak ketimbang f/3.5. Perbedaan yang terpaut besar pada hasil, padahal dalam angka yang tidak terlalu jauh jaraknya.

Baca Juga : Yang Sering Tidak Disadari Penyebab Foto Buram

Tingkatkan ISO
Hasil gambar blur atau tajam namun banyak noise, manakah yang lebih baik,? Bila tidak untuk kedua-duanya pasti akan lebih baik, namun pastinya apabila harus memilih di antara kedua, lebih baik hasil gambar yang tajam dengan banyak noise. Kontrol ISO kamu dapat menjadi lebih tinggi dan mengambil gambar. Apabila hasilnya baik, maka gambar yang jelas namun banyak noise, maka setidaknya kamu telah berhasil menggunakan teknik fotografi low-light. Tidak usah khuatir dengan noise karena kamu dapat menghilangkannya, kini telah muncul beberapa aplikasi untuk dapat menghilangkan noise dengan mudah. Yang terpenting adalah kontrol ISO kamu, sedapat mungkin tidak sampai melewati 800, namun terkadang jika kamera kamu dapat mencapai 1600, kemungkinan akan lebih baik hasilnya! Silahkan untuk bereksperimen ya, namun jangan sampai kamu paksakan kemampuan kamera yang kamu miliki!

Exposure Lebih Panjang
Selanjutnya untuk tantangan fotografi low-light kamu dapat mencoba untuk menghasilkan gambar dengan exposure yang panjang. Walaupun membutuhkan kesabaran dan juga banyak pelajaran, tetapi ini merupakan suatu hal menarik yang patut kamu coba untuk mendapatkan hasil teknik fotografi gelap yang lebih seru, menurut preferensi masing-masing sebuah eksperimen khusus dan dapat kamu lakukan! untuk pertama kali, atur kamera kamu pada sebuah tripod, dan gunakan shutter speed panjang, sekitar 30 s. Dan lihat bagaimana hasilnya? Apabila kamu merasa ingin lebih banyak blur, turunkan shutter speed, atau apabila blur terlalu banyak, kamu dapat meningkatkan shutter speed-nya.

Jangan Takut dengan Flash!
Mengapa tidak perlu alergi atau takut dengan flash? Karena flash dapat sangat membantu dalam berbagai kondisi, terutama dalam keadaan tempat foto yang gelap dan mempelajari fotografi low-light. Dengan menggunakan bantuan cahaya ini, apabila digunakan dengan baik, seperti bereksperimen dalam mengarahkan flash ke tempat lain agar dapat memantul dan menimbulkan efek keren lainnya. Belajarlah untuk menyesuaikan flash kamu dengan penggunaan mode manual, karena mode flash manual ini tidak memiliki angka dan penyesuaian, semuanya tergantung pada pilihan kamu dan kesukaan kamu!

Banyak Latihan
Semakin sedikit cahaya, maka semakin susah untuk mendapatkan hasilnya, tapi itulah mengapa dengan fotografi low-light kamu dapat mendapatkan hasil yang bagus serta merasa bahagia apabila dapat meraih kualitas gambar yang memuaskan. Nah, dari sana kamu perlu untuk selalu banyak latihan dan banyak belajar, mengenai kamera yang kamu gunakan, mengenai pilihan preferensi kamu untuk menghasilkan gambar yang terbaik. Belajar mengatur ISO dengan baik dan bereksperimen dengan exposure panjang, pastinya semua akan membutuhkan waktu, dan tidak datang dengan cepat. Ingat pepatah yang mengatakan, “practice makes perfect.”

 

Jangan Lupa Baca Berita Seputar Photography lainnya di Dangmerdu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here