Pemprov Riau Tingkatan Layanan Administrasi Kepegawaian Secara Elektronik
Pemprov Riau Tingkatan Layanan Administrasi Kepegawaian Secara Elektronik

Berita Pekanbaru Terkini – Perkembangan teknologi informasi saat ini mengharuskan organisasi pemerintah untuk segera melakukan transformasi agar selalu memberikan pelayanan yang terbaik. Pemuktahiran data yang saat ini dilaksanakan harus berbasis teknologi informasi yang mudah diaplikasikan, diakses, dan juga memiliki sistem keamanan.

Demikian dikatakan, oleh Asisten III Sekretariat Daerah Provinsi Riau Joni Irwan, saat membuka kegiatan sosialisasi pengembangan SMART menjadi Sistem Informasi Terintegrasi Manajemen ASN (SIGMA) sebagai Portal Layanan Administrasi Kepegawaian secara Elektronik.

Ia juga menjelaskan, bahwa perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini telah membawa pengaruh yang besar terutama bagi organisasi pemerintahan. Saat ini Sistem Pemerintah Berbasis Elektronik (SPBE) atau e-governmen juga menjadi program prioritas pemerintah.

“Adanya SPBE saat ini diharapkan juga bisa meningkatkan kualitas pelayanan publik, tapi juga untuk mengakselarasi sistem manajemen ASN di Indonesia,” kata dia di Ruang Rapat Melati Kantor Gubernur, Rabu (07/09/2022).

“Dalam upaya memenuhi kebutuhan tersebut, Pemprov Riau saat ini melalui penerapan e-government telah merancang ulang portal SIGMA. Hal ini sebagai pengembangan dari Aplikasi Manajemen Aparatur yang selama ini sudah digunakan,” jelasnya.

Ia yakin dan percaya, bahwa inovasi terhadap aplikasi SIGMA ini juga mampu memberikan kemudahan bagi ASN agar bisa memberikan pelayanan administrasi agar semakin lebih baik lagi.

“Oleh sebab itu, untuk menjamin keterpaduan dan akurasi data dalam sistem informasi ASN tersebut, maka setiap instansi pemerintah saat ini wajib melaksanakan pemuktahiran data secara berkala,” jelasnya.

Baca juga: Pelaku Usaha Kelapa Sawit di Riau Disegerakan Memiliki Sertifikasi ISPO

Lebih lanjut lagi, dikatakan olehnya, bahwa sistem satu data dapat mendorong pengambilan kebijakan melalui pemenuhan data yang akurat dan juga terbuka. Salah satunya adalah transformasi digitalisasi arsip yang akan dilakukan BKD dirancang agar data yang tersedia saat ini mudah diakses.

“Penggunaan sistem informasi saat ini dimungkinkan dengan adanya otomatisasi pekerjaan dan fungsi pelayanan dalam mewujudkan pelayanan yang baik termasuk otomatisasi dalam penanganan sistem kepegawaian,” ujarnya.

Joni Irwan juga mengakui, tanpa adanya sistem pemanfataan elektronik pada saat ini, maka setiap pekerjaan yang saat ini memerlukan administrasi akan terhambat dan tidak bisa selesai dengan cepat dan tuntas.

Untuk itu, pihaknya juga meminta kepada setiap OPD di lingkungan Pemprov Riau agar bisa mempersiapkan dengan baik perangkat infrastruktur yang ada saat ini.

“Perubahan menuju birokrasi dinamis tentu tidak bisa diraih dengan cara tiba-tiba dan ini memerlukan suatu proses. Di mana proses yang dilakukan dalam sosialisasi ini adalah meminta masukan dalam penyempurnaan yang lebih baik lagi terhadap sistem administrasi ini,” jelasnya.

“Saya berharap, kepada seluruh PNS yang ada di lingkungan Pemprov Riau agar selalu melakukan pemutakhiran data melalui aplikasi yang sudah dibangun secara berkelanjutan. Karena tanpa data yang termutakhir proses dari layanan administrasi kepegawaian akan mengalami kendala,” Joni menjelaskan.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Riau Ikhwan Ridwan menyampaikan, sebagai aparatur pemerintah saat ini harus meningkatkan pengetahuan SPBE.

SIGMA merupakan pemanfaatan dari teknologi informasi yang ada di bidang kepegawaian yang diintegrasikan dengan data dari Badan Kepegawaian Negara. Sistem Informasi Layanan Administrasi Kepegawaian dalam pengembangannya dilakukan secara mandiri oleh ASN Badan Kepegawaian Daerah Provinsi Riau,” tandasnya.

Simak juga berita lainnya, seputar topik berita riau terlengkap di Dangmerdu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here