Pelaku Usaha Kelapa Sawit di Riau Disegerakan Memiliki Sertifikasi ISPO
Pelaku Usaha Kelapa Sawit di Riau Disegerakan Memiliki Sertifikasi ISPO

Dang Merdu – Pemerintah Indonesia saat sudah merencanakan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan, melalui pemberlakuan adanya Sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO).

Pemerintah akan terus mendorong penerapan ISPO ini agar terus dilakukan oleh pelaku usaha dan juga pekebun. Dengan diterbitkannya Perpres No 44 Tahun 2020, saat ini diharapkan agar tata kelola sertifikasi ISPO ini akan menjadi lebih baik.

Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Riau mencatat, saat ini diperkirakan sudah ada 396 perusahaan sawit di wilayah Riau. Namun, dari jumlah yang ada tersebut saat ini hanya 121 perusahaan atau 30 persen yang sudah bersertifikasi ISPO.

“Sementara, KUD yang sudah melaksanakan replanting ada sebanyak 110 KUD yang berpotensi untuk dilakukan sertifikasi ISPO,” kata Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Ir. Zulfadli, saat membuka acara percepatan sertifikasi ISPO bertempat di Pekanbaru, pada Rabu (7/9/2022).

Dijelaskan olehnya, bahawa sudah ada beberapa upaya telah diupayakan oleh Pemerintah Provinsi Riau, di antaranya dengan melaui Surat Edaran Gubernur Riau kepada kepala daerah di Riau tentang pemenuhan kewajiban dalam memperoleh sertifikasi ISPO bagi perusahaan juga bagi pekebun.

“Provinsi Riau saat ini juga telah memiliki Rencana Aksi Daerah Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB) yang sudah diterbitkan dengan Peraturan Gubernur Nomor 9 Tahun 2022. Di mana dalam komponen yang kelima adalah tentang percepatan pelaksanaan sertifikasi ISPO dan juga peningkatan akses pasar produk sawit,” katanya.

Baca juga: Pemprov Riau Menyediakan Anggaran Rp7 M Untuk Perlindungan Sosial

Dia berharap, saat ini program dan kegiatan yang sudah disusun dalam RAD-KSB Provinsi Riau untuk Tahun 2022-2024 dapat segera mempercepat sertifikasi ISPO.

Disbun Riau saat ini mempunyai tanggung jawab moral untuk dapat mempercepat sebanyak 70 persen dari perusahaan yang ada di Riau untuk bisa memperoleh sertifikasi ISPO.

“Sangat diharapkan adanya dukungan dan partisipasi dari semua pihak termasuk juga swasta dan Lembaga Sertifikasi ISPO untuk dapat mendukung komponen Kelima RAD-KSB. Salah satunya adalah yang sudah dilakukan oleh PT. TSI Sertifikasi Internasional pada hari ini,” ujarnya.

Disampaikan olehnya, bahwa produksi  crude palm oil (CPO) Riau pada tahun 2019 menurut Badan Pusat Statistik (2020) adalah sebanyak 7,73 juta Ton dari 47,18 juta Ton nasional, jadi pembagian Riau ke nasional yakni sebesar 21.65%.

“Semuanya ini harus bisa dioptimalkan untuk mewujudkan Riau yang makmur dan juga sejahtera,” imbuhnya.

Sementara, Direktur PT TSI Sertifikasi Internasional, Nungky Awang Chandra mengatakan, bahwa pihaknya saat ini sudah memiliki program untuk membantu pemerintah bagaimana meningkatkan kompetisi mengenai kelapa sawit dari aspek sertifikasi ISPO.

“Kami dari PT TSI saat ini punya program dalam membantu pemerintah bagaimana meningkatkan kompetisi mengenai sawit dari aspek sertifikasi ISPO ini. Sehingga produk kelapa sawit saat ini bisa berkompetisi di dunia ekspor. Sebab isu lingkungannya, sawit ini tidak ramah lingkungan,” ujarnya.

Untuk pemberian sertifikat ISPO, lanjut dia, dari aspek lingkungan nantinya akan dicek ke lapangan apakah memenuhi syarat dan layak untuk mendapatkan sertifikat ISPO.

“Dan itu kita akan pantau terus selama 5 tahun, kalau ternyata nantinya tidak memenuhi maka kita akan cabut kembali sertifikasi ISPO-nya,” tandasnya.

Simak juga berita lainnya, seputar topik berita riau terkini di Dangmerdu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here