Jenis-Jenis Baterai Mobil Listrik Yang Harus Anda Ketahui Sebelum Membeli
Jenis-Jenis Baterai Mobil Listrik Yang Harus Anda Ketahui Sebelum Membeli

Berita Pekanbaru – Pastinya tidak asing lagi jika kita sudah membicarakan tentang baterai (aki) pada sebuah kendaraan baik itu mobil atau pun motor. Fungsi baterai atau aki itu sendiri sebagai sumber daya 12 V  yang berfungsi sebagai penyuplai arus listrik ke sistem kelistrikan seperti lampu, starter, ac, audio serta sistem kelistrikan lainnya.

Akan tetapi, berbeda dengan mobil listrik yang tak hanya mengandalkan baterai (aki) saja sebagai sumber tenaga utamanya. Karena kapasitas tenaga baterai (aki) yang kecil jadi tak mampu untuk menyuplai daya listrik tersebut ke motor. Pada mobil listrik itu membutuhkan baterai dengan kapasitas yang lebih besar untuk dapat menyimpan daya listrik kemudian disuplai ke motor listrik. Ada beberapa jenis baterai mobil listrik beserta dengan karakteristiknya seperti:

Baterai Li-Ion (Lithium-Ion)
Baterai yang satu ini biasanya sering kita jumpai pada perangkat elektronik, seperti laptop dan juga handphone. Pada mobil listrik, baterai jenis tersebut pula banyak diaplikasikan karena baterai tersebut mempunyai performa yang baik pada temperatur yang tinggi. Meski memiliki bobot yang ringan namun kapasitas yang dimiliki baterai tersebut terbilang besar. Baterai tersebut pula dapat didaur ulang sehingga lebih ramah terhadap lingkungan.

Baca Juga : Inden Hingga 5 Tahun Lamanya, Konsumen Yang Masih Berminat Dengan Suzuki Jimny Harus Mengikuti Harga Baru

Beberapa kelebihan dari jenis baterai Li-Ion yang membuatnya banyak digunakan untuk mobil listrik:

  • Efisiensi energinya cukup tinggi.
  • Rasio daya terhadap beratnya yang terbilang tinggi.
  • Pengisian daya yang dapat dilakukan lebih cepat dan juga tahan lama.
  • Meski berada di suhu yang tinggi namun performa yang dimiliki cukup bagus.
  • Rasio energinya yang besar tiap beratnya.
  • Dengan kemasan yang lebih ringan serta kepadatan daya yang dihasilkan lebih lama.
  •  Tak mengandung zat-zat yang berbahaya serta dapat diaur ulang.
  • Tingkat self-discharge rendah.

Tak sedikit mobil listrik yang menggunakan jenis baterai tersebut seperti mobil listrik PHEV (plug-in hybrid electric vehicle) dan BEV (battery electric vehicle)

Nickel Metal Hydride (NiMH)
baterai yang satu ini pula biasanya digunakan pada mobil hybrid yang tak mendapatkan sumber daya dari eksternal kendaraan tersebut. Pengisian dayanya pun terjadi pada saat pengngreman kendaraan. Untuk baterai tersebut tak cocok untuk digunakan pada kendaraan listrik murni yang mana baterainya sendiri harus dilakukan pengisian ulang melalui sumber tenaga listrik dari luar.

Baterai tersebut menggunakan material hidrogen yang digunakan untuk menyimpan energi, nikel dan juga logam seperti titanium yang digunakan untuk menjaga tutup ion hidrogen. Berdasarkan siklus hidup, baterai jenis ini lebih lama jika dibandingkan dengan baterai li-ion. Tak hanya itu, baterai tersebut juga aman apabila terjadi ketidak tepatan dalam penggunaannya.

Akan tetapi, harga baterai NiMH lebih mahal dan tinggak selft-dischargenya yang cukup tinggi dan dapat menghasilkan panas yang cukup signifikan pada suhu tinggi sehingga baterai tersebut hanya digunakan pada jenis mobil listrik hybrid saja.

Baterai Lead Acid
Baterai Lead Acid merupakan baterai tipe paling tua, keunggulannya ada pada harganya yang lebih murah serta lebih aman. Akan tetapi, kapasitasnya masih terbilang rendah dan juga memiliki bobot yang lebih berat.

Baterai Nickel Cadmium
Biasanya baterai ini digunakan pada kendaraan lama, dengan kepadatan penyimpnan yang cukup optimal serta masa pakainya yang cukup lama. Akan tetapi, kelemahan dari baterai tersebut ialah bobotnya yang terbilang cukup berat. Karena penggunaan nickel cadmium saat ini sudah dilarang sebab zat berbahaya yang dihasilkan oleh cadmium itu sendiri.

Baterai Ultra Capacitor
Baterai ini juga cocok untuk digunakan sebagai penyimpanan sekunder pada sebuah mobil listrik. Fungsinya untuk dapat meningkatkan tenaga pada saat kendaraan sedang berakselerasi.

Perbedaan yang terlihat mencolok dari jenis baterai yang satu ini adalah penyimpanan cairan yang terpolarisasi antara elektrolit dan elektrodanya.

Ketika luas permukaan cairannya meningkat, maka kapasitas penyimpanannya juga ikut meningkat.

Baterai tersebut juga cocok untuk dijadikan perangkat penyimpanan daya sekunder pada sebuah mobil listrik, karena perannya untuk membantu baterai elektrokimia dapat meningkatkan tingkat bebannya. Baterai ultracapacitor juga dapat memberikan tenaga yang cukup ekstra pada sebuah mobil listrik dalam berakselerasi dan pengereman yang regeneratif.

Baterai Solid State
Baterai Solid State sudah menggunakan elektrolit padat yang berbeda dengan jenis lithium-ion yang masih menggunakan elektrolit cair. Sehingga kapasitas yang dimiliki oleh solid state jauh lebih besar jika dibandingkan dengan baterai lithium-ion.

Jenis baterai tersebut juga baru diterapkan pada industri mobil belum lama ini. Padahal penggunaan baterai tersebut juga lebih dahulu digunakan pada perangkat elektronik lainnya dengan ukuran yang kecil seperti pada alat pacu jantung.

Penggunaan bahannya yang padat sebagai elektrolit pada sebuah baterai akan memperingkas kapasitas baterai tersebut, dikarenakan jejaknya yang lebih kecil dibandingkan dengan cairan yang tradisional. Jadi jika dibandingkan dengan baterai li-ion dengan kapasitas yang sama, baterai solid-state mempunyai kapasitas yang dua hingga tiga kali lebih besar.

Tiap baterai mobil listrik itu mempunyai karakteristiknya masing-masing. Jadi, sebaiknya anda dapat memahami tiap jenis baterai apa saja yang mungkin terpasang pada mobil listrik yang anda miliki.

Dapatkan informasi  seputar Berita Otomotif Terupdate lainnya pastikan hanya di laman Dangmerdu.com

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here