Ciri-ciri Oli Mobil Anda Palsu serta Dampaknya Bagi Kendaraan
Ciri-ciri Oli Mobil Anda Palsu serta Dampaknya Bagi Kendaraan

Berita Pekanbaru Terbaru – Oli memiliki peran yang sangat penting untuk mesin kendaraan bermotor, seperti mobil dimana fungsinya untuk melumasi komponen yang bergesekan atau meredam panas dan lainnya. Dikarenakan perannya yang sangat penting, penggunaan oli yang asli itu sangat disarankan karena bila anda menggunakan oli palsu, akan beresiko mesin kendaraan anda akan mengalami kerusakan yang lebih besar.

Penggunaan oli palsu pun tak dapat diragukan lagi jika akan sangat merugikan karena hal terebut dapat merusak. Untuk jangka panjang, penggunaan oli palsu justru akan dapat membuat kerusakan pada mesin kendaraan anda jadi lebih parah.

Di Indonesia sendiri, oli palsu masih sangat banyak beredar. Jadi, sebaiknya hindari penggunaan oli tersebut karena mempunyai berbagai dampak buruk. Fungsi oli yang sejatinya untuk melumasi komponen serta beberapa partikel yang ada di dalam mesin kendaraan agar kinerjanya yang dapat menjadi lebih ringan justru malah akan sebaliknya jika anda menggunakan oli palsu dengan jangka panjang.

Apabila kinerja mesin semakin ringan, maka semakin cepat pula kerja yang akan dilakukan oleh mesin. Setiap mesin biasanya membutuhkan spesifikasi oli yang berbeda-beda satu sama lainnya. Lantas, seperti apa tanda-tanda oli palsu yang beredar di pasaran, simak ulasan berikut ini:

1. Adanya Kejanggalan Pada Tutup Botol Oli

Jika anda membeli oli untuk kendaraan anda, bagian pertama yang semestinya anda perhatikan adalah tutup botolnya. Ketahuilah jika setiap pabrikan oli membuat kemasan tutup botol yang hanya sekali pakai. Tak hanya itu, pihak pabrikan juga memberi seal yang digunakan untuk mengunci tutup botol olinya.

Apabila tutup botol oli yang akan anda beli terdapat beberapa kejanggalan seperti tutupnya yang tak kencang atau ada beberapa bagiannya penyok, kemungkinan besar jika oli tersebut bukanlah oli asli. Apalagi tak adanya seal pada bagian tutup botolnya.

2. Tak Memiliki Stiker Hologram Khusus

Perhatikan pula label yang ada pada botol oli, biasanya oli palsu mempunyai label yang tampak kusam karena menggunakan botol yang bekas pakai. Ada juga penjual yang menggunakan kertas stiker murah untuk labelnya. Hal tersebut juga termasuk ciri-ciri oli palsu, pada oli asli biasanya memiliki hologram khusus yang telah disematkan oleh pihak pabrikan. Dimana oli palsu tak akan memiliki stiker tersebut.

3. Botol Penyok

Selanjutnya perhatikan juga bentuk botolnya, dimana biasanya penjual oli yang nakal akan menggunakan botol bekas sehingga terlihat ada beberapa goresan ataupun bagian yang penyok.

Jika anda biasa membeli oli, tentu dapat membedakan oli palsu dengan yang asli jika dilihat dari bentuknya. Berbeda jika anda yang masih awam, jadi sebaiknya perhatikan lagi botol oli yang asli agar kemudian hati tak akan salah membeli.

4. Nomor Produksi Yang Tak Sesuai

Anda juga dapat mengetahui oli palsu dengan mengecek nomor produksi yang ada pada kemasan oli tersebut. Setiap oli mempunyai nomor pada kemasannya yang sama dengan beberapa produk lainnya.

Umumnya letak nomor produksi tersebut berada pada dua tempat, seperti bagian tutup dan botolnya. Kedua nomor produksi tersebut juga harus ada dan sama.

Jadi, sebelum membeli sebaiknya cek terlebih dahulu dan bandingkan nomor produksinya terlebih dahulu. Apabila tak ada nomor produksi yang terlihat sama atau tak ada di salah satu tempat tersebut, dapat dipastikan jika oli tersebut adalah oli palsu.

5. Bau Gosong

Terakhir adalah bau serta warna dari oli tersebut. Tak sedikit pembeli yang mengetahui hal tersebut, salah satu ciri khas dari oli yang asli adalah warnanya yang tampak bening kekuningan. Dan baunya yang lebih cenderung wangi serta tak ada bau aneh yang tercium dari oli tersebut.

Berbeda dengan oli yang palsu, yang terlihat lebih keruh dan berbau gosong.

Dampaknya Jika Menggunakan Oli Palsu Dalam Jangka Panjang

Meski dalam jangka pendek penggunaan oli palsu tak akan begitu terasa, namun penggunaan oli palsu akan sangat terasa perbedaannya dalam jangka panjang. Karena hal tersebut dapat merusak komponen mesin yang bergesekan. Biasanya yang akan menjadi korban dari penggunaan oli palsu adalah piston dan dinding silinder. Karena komponen tersebutlah yang bekerja dengan keras sehingga terjadi gesekan dan panas yang cukup tinggi. Apabila anda memutuskan untuk menggunakan oli palsu, maka oli tersebut tak akan mampu melumasi komponen tersebut dengan sempurna.

Bagian kepala silinder tempat klep, noken as dan lainnya juga akan mengalami gesekan yang cukup tinggi. Jika penggunaan oli palsu tersebut dengan jangka yang cukup panjang, akan mengakibatkan nokes as tergerus hingga kemudian hancur. Dan endapan dari oli bekas juga menjadi penyebab rusaknya mesin. Apabila mesin sudah rusak, otomatis pemilik mobil harus bersiap-siap untuk mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk perbaikan.

Untuk informasi  seputar Berita Otomotif Terbaru lainnya hanya di laman Dangmerdu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here