Dang Merdu – Mendapatkan foto pada low light berarti memberikan perhatian yang lebih pada cahaya dan komposisi. Tapi sebelum kita mulai untuk hunting pada malam hari, rencanakan terlebih dahulu apa yang ingin kita lakukan, Pilih lokasi yang menarik dengan menanyakan pada orang disekitar di mana tempat yang memiliki cahaya atau arsitektur yang sangat menarik. Atau jika ingin memotret lalu lintas, periksa dahulu jalan mana dan kapan jalanan tersebut menjadi padat. Dan jangan lupa juga untuk mencari tahu di mana posisi paling baik dan aman pada saat memotret.

Sebelum mulai memotret pelajarilah baik-baik lokasi yang ditentukan. Apakah ada area yang gela[ sama sekali? Apakah area tersebut pada malam hari justru membuat foto menjadi lebih menarik atau lebih berwarna saat dipotret? Jika iya, jangan takut untuk memotret di lokasi-lokasi fotogenik pada malam hari.

Memotret pada malam hari itu merupakan salah satu jenis fotografi yang sangat menarik. Karena disitulah kita dapat belajar untuk menciptakan gambar yang dramatis, luar biasa, serta menyenangkan. Dengan memanfaatkan nuansa malam yang indah, seram, dan romantis. Kesulitan utama foto di malam hari yaitu kita harus dapat membayangkan kira-kira seperti apa hasil fotonya.Kita hanya bisa menduga-duga, saat pakai long exposure (shutter speed lambat). Karena langit yang menurut kita gelap dapat dibuat menjadi biru di foto. Nah, teruntuk kalian yang ingin melakukan pemotretan pada malam hari untuk sesi prewedding, fashion shoot, atau sekedar foto cantik, simak beberapa tips dibawah ini untuk mendapatkan hasil foto yang bagus dan memuaskan.

Berikut ini 3 Tips Memotret di Malam Hari (Low Light) antara lain :

1. Waktu yang tepat untuk memotret
Tibalah di lokasi dengan waktu yang banyak untuk melakukan set-up, jika kita memotret landscape low light. Ketika langit masih berwarna atau bisa juga disebut dengan blue hour foto terbaik seringkali didapat. Dan teori ini semakin tepat jika bangunan adalah objek yang ingin kita potret. Jika cahaya pada langit dan cahaya artifisial (cahaya lampu) dari objek seimbang, foto akan menjadi lebih menarik dan exposure menjadi lebih mudah

Baca Juga : Cara Menggunakan Kamera Mirrorless yang Wajib Kamu Ketahui!

2. Memaksimalkan kualitas
Potretlah pada format raw, untuk mendapatkan hasil terbaik pada saat memotret di malam hari. Foto kita akan menyimpan banyak informasi yang memungkinkan kita untuk membuat foto akan menjadi lebih menarik dengan cara mengeditnya di software untuk format raw. Memotret pada format ini akan menjadi lebih sangat menguntungkan terutama ketika memotret pada malam hari karena akan memberikan fleksibilitas lebih jika ingin mengubah color temperature, atau menggelapkan ataupun menerangkan exposure.

Terakhir, meskipun kita tergoda menaikkan ISO untuk mempercepat shutter speed, foto terbersih akan didapatkan pada ISO 100-200. Jika menggunakan sensitivitas lebih tinggi, noise akan lebih terlihat, tapi efek ini dapat dikurangi dengan fitur hight iso noise reduction pada kamera atau dengan software editing foto.

3. Dalam Fotografi Memahami White Balance
Merupakan salah satu hal penting di kamera yaitu White balance atau WB, karena cahaya bukan hanya berbeda dikekuatannya saja tapi juga diwarna. Setiap sumber cahaya memiliki temperatur warna yang berbeda dari spektrum merah menjadi biru. Variasi spektrum ini dapat dikompensasi dengan baik oleh mata manusia, misalnya saja jika kita mempunyai kertas putih yang diterangi oleh cahaya bohlam lampu maka akan terlihat putih oleh mata kita. Namun, ambillah sebuah foto tanpa harus mengatur white balance-nya dan mungkin akan terekam seperti warna oranye pucat . Nah, pengaturan white balance kamera bertugas melakukan hal yang sama untuk mengoreksi perbedaan warna yang terjadi pada cahaya, sehingga warna pada objek sesuai dengan yang seharusnya terlihat.

Mengatur Preset White Balance
Kamera digital biasanya memiliki banyak serangkaian preset untuk berbagai macam tipe pencahayaan yang berbeda. Kebanyakan kamera digital juga memiliki opsi Auto white Balance (AWB). Opsi Automatic white balance (AWB) sudah cukup cerdas untuk “menebak” besaran yang pas untuk mengoreksi temperatur warna, tetapi di lingkungan yang ekstrem opsi ini tidak terlepas dari kesalahan utamanya. Ini disebabkan opsi otomatis yang memiliki batasan rentang saat mengkompensasi spektrum warna.

 

Jangan Lupa Baca Berita Seputar Photography lainnya di Dangmerdu.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here