Dang Merdu – Apakah baru saja memiliki kamera DSLR atau kamera saku ? Hal yang paling lumrah dilakukan orang pada umumnya yaitu membiarkan kameranya tersimpan rapi di dalam tas kamera bawaan atau yang didapatkan bersama dengan kamera.

Hal tersebut bukanlah hal yang salah, untuk apa tas kamera kalau tak dipakai untuk menyimpan kamera bukan.

Memang tas kamera digunakan untuk menyimpan kamera, tetapi tidaklah untuk jangka waktu yang cukup lama atau permanen. Mengapa begitu? Karena pada dasarnya kamera merupakan alat elektronik yang memiliki komponen-komponen sensitif terhadap lingkungan penyimpanan.

Faktor-faktor sederhana seperti tingkat suhu, kelembaban, debu dan hal-hal seperti itu dapat mempengaruhi umur dari kamera kesayangan anda. Dalam hal ini tas kamera tersebut tidaklah dirancang untuk dapat mengatasi secara maksimal faktor-faktor seperti tadi.

Sebelum kita melihat perangkat atau peralatan yang dapat mengatasinya, kita akan mempelajari mengapa kamera rentan terhadap hal-hal semacam debu dan kelembaban serta suhu.

Pengaruh Kelembaban Udara Terhadap Kamera

Apakah kelembaban udara itu? Kelembaban udara adalah satu tingkat konsentrasi uap air dalam udara. Semakin tinggi uap air dalam udara, maka akan semakin lembab udara tersebut.

Kelembaban udara yang tinggi akan berakibat timbulya mikroorganisme yaitu jamur, jamur akan tumbuh dengan cepat di daerah yang tingkat kelembabannya tinggi.

Indonesia termasuk negara tropis yang memiliki tingkat kelembaban yang tinggi. Jika kamera atau optik lensa anda sudah ditumbuhi jamur, maka akan butuh biaya yang tidak sedikit untuk membersihkannya.

Pertanyaan berikutnya, berapa kelembaban yang ideal bagi kamera? Nah,biasanya pada saat pembelian telah dicantumkan produsen kamera tersebut dalam buku manual. Oleh karena itu jangan malas untuk membuka dan membaca buku manual kamera tersebut.

Pada umumnya kelembaban udara yang ideal bagi penyimpanan kamera dan lensa di kisaran 45%-55%. Tingkat suhu juga berpengaruh bagi kamera, disampIng kelembaban yang tinggI. Suhu yang terlalu panas biasanya dapat membawa efek langsung pada sensor dan komponen-komponen elektronik yang peka terhadap panas.

Baca Juga : Cara Merawat Kamera DSLR dan Mirrorless

Debu Yang Berada Dalam Kamera

Mengenai debu, jika kamera anda tidak memiliki fitur dustproof pastilah membutuhkan penanganan yang lebih ekstra lagi, karena debu adalah partikel mikro yang umumnya beterbangan di udara, saat masuk ke kamera dan hinggap di sensor yang dapat berakibat buruk pada hasil foto anda nantinya.

Selain itu debu yang masuk juga dapat membuat kamera macet khususnya jika debu menempel di bagian atau komponen yang bergerak, jika gerakan komponen tersebut seret pasti akan berpengaruh pada keseluruhan kinerja kamera.

Setelah kita melihat beberapa ‘bahaya’ yang dapat dialami kamera ketika disimpan secara sembarangan tadi, kini kita akan melihat juga beberapa alat yang dapat digunakan untuk menyimpan kamera dan menjaganya dari ‘bahaya’ tadi.

Dry Cabinet atau Dry Box

Seperti namanya, Dry Cabinet atau Dry Box adalah kotak ‘kering’ untuk penyimpanan kamera yang sangat populer di kalangan fotografer. Terutama bagi yang memiliki gear yang bermacam-macam dan sudah cukup banyak. Dry Cabinet atau dry box merupakan sebuah kotak yang dirancang sedemikian rupa sehingga tingkat kelembaban di dalam kotak tersebut dapat terjaga secara konstan.

Untuk menjaga tingkat kelembaban udara dalam kotak tetap konstan perlu digunakan alat yang dinamakan Humidity Controler dengan fungsi semacam termostat, bedanya jika termostat mengatur suhu sedangkan Humidity Controler mengatur kelembaban.

Selain itu biasanya juga sudah terpasang di dalam kotak tersebut yang dinamakan hygrometer, fungsi dari hygrometer ini pastinya untuk mengukur tingkat kelembaban dalam kotak tersebut.

Dua perangkat tersebut merupakan fitur standar dan sudah seharusnya ada dalam sebuah dry cabinet atau drybox. Saat ini harga dry cabinet dan dry box sekitar 1 jutaan, tergantung pada besar volume dry cabinet itu sendiri, semakin luas volumenya tentu semakin banyak peralatan yang dapat anda simpan di dalamnya.

Di pasaran ada juga dijual dry box yang sederhana, bentuknya semacam kotak kedap udara dan dilengkapi moisture absorber, absorber disini biasanya menggunakan silica gel, seperti bahan sintetis yang dibuat dari natrium silikat.

Silica gel ini bentuknya berupa butiran-butiran padat sifatnya menyerap molekul air di udara. Untuk harga dry box semacam ini biasanya lebih terjangkau.

Sebenarnya anda dapat memanfaatkan kotak plastik kedap udara merk Tupperware, jika anda seorang yang kreatif, hanya saja tinggal ditambah silica gel yang dibeli sendiri, plus hygrometer untuk mengukur kelembabannya. Maka jadilah dry box buatan sendiri.

Satu hal yang penting, jika silica gel yang dipakai sudah berubah warna, dapat dikeringkan dengan cara ditaruh di oven, sampai kembali ke warna semula dan dapat berfungsi dengan normal kemblai. Jika silica gel yang anda miliki sudah termasuk kotaknya, anda tinggal colokkan saja ke colokan listrik di dinding, tunggu sampai warnanya berubah, dan bisa dipakai lagi.

Demikian tips sederhana dalam menyimpan kamera dengan benar, baik itu kamera DSLR atau kamera saku maupun lensa.

 

Jangan Lupa Baca Berita Seputar Photography lainnya di Dangmerdu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here