Jangan Salah Lagi! Inilah Waktu yang Tepat Untuk Menyalakan Lampu Hazard
Jangan Salah Lagi! Inilah Waktu yang Tepat Untuk Menyalakan Lampu Hazard

Berita Pekanbaru Terbaru – Perlu diketahui jika menyalakan lampu hazard pada kondisi yang tidak semestinya dapat terjadi resiko yang cukup membahayakan ketika sedang berkendara. Fungsi lampu hazard ketika berkendara terkait penggunaannya yang telah tertuang pada Undang-Undang peraturan lalu lintas.

Berikut ini merupakan fungsi dari lampu hazard dan waktu yang tepat untuk menyalakannya.

Fungsi Lampu Hazard Yang Sebenarnya

Jika anda memiliki sebuah mobil tentu harus tahu berbagai informasi atau fungsi dasar setiap fitur yang ada pada mobil anda. Seperti lampu hazar contohnya. Khusus bagi anda yang pemula, fitur yang satu ini perlu anda ketahui baik itu fungsi maupun waktu penggunaannya.

Lampu darurat atau lampu hazard yang sesuai dengan namanya tentunya akan sangat diperlukan pada saat keadaan darurat. Dimana fungsinya sebagai pemberi sinyal atau tanda saat mobil dalam keadaan darurat. Agar pengguna jalan lainnya bisa lebih berhati-hati.

Akan tetapi, sinyal yang diberikan pada lampu tersebut kerap kali diabaikan. Disebabkan tak sedikit pengguna jalan lainnya yang faham betul arti dari isyarat lampu tersebut.

Karena fungsinya sebagai pemberi tanda darurat, jadi lampu hazard tak seharusnya dinyalakan di kondisi/waktu tertentu saja.

Sebagai contoh kesalahan waktu menyalakan lampu hazard yang salah pada saat hujan lebat, terlebih saat ada di jalan tol. Kendaraan yang ada di belakang akan merasa kesulitan untuk menebak perpindahan lajur mobil yang menyalakan lampu hazard tersebut yang seharusnya diawali dengan memberikan sinyal lampu sein baik ke kanan atau kekiri.

Baca Juga : Inilah Alasannya Mengapa Motor Injeksi Tidak Boleh Kehabisan Bensin

Lampu sein akan menjadi tidak berfungsi pada saat lampu hazard dinyalakan, berbagai sumber pun menyebutkan jika kesalahan yang seperti itu merupakan penyumbang tertinggi terjadinya kecelakaan di jalan tol.

Waktu Yang Tepat Menyalakan Lampu Hazard

Lampu hazard itu dinyalakan pada saat dua kondisi, seperti :

  • Saat melihat adanya kecelakaan tiba-tiba di depannya, sehingga mereka pun di wajibkan untuk memberikan sinyal darurat tersebut. Hal tersebut pula dilakukan oleh kendaraan yang sedang mogok atau mesin yang tak dapat dinyalakan. Dimana hal tersebut dapat terjadi tanpa diduga-duga. Tak jarang pula mobil mengalami masalah saat di ditengah jalan. sehingga pada saat kondisi seperti itu pengendara harus menyalakan lampu tanda darurat atau lampu hazard.
  • Pada saat kendaraan mengalami kecelakaan pun harus menyalakan lampu tanda darurat atau lampu hazard. Begitupun pengendara, supaya kendaraan yang ada dibelakang mengetahui dan berhati-hati untuk segera menurunkan kecepatannya serta menjaga jarak.

Menggunakan Lampu Hazard Saat Berada Di Perempatan

Tak sedikit pengendara menyalakan lampu hazard ketika berada di perempatan dengan maksud memberi tahu kalau mobil akan berjalan lurus melewati perempatan, padahal tindakan tersebut salah.

Hal tersebut merupakan budaya menyalakan lampu hazard di perempatan yang tak jelas asal-usulnya.

Hal tersebut pula akan membingungkan kendaraan lain dikarenakan tak dapat membaca arah mobil yang akan melintas ke arah mana.

Jadi Tanda Ucapan Terima Kasih

Apabila cerita terkait budaya kendaraan, di Jepang lampu hazard dapat menjadi isyarat atau tanda ucapan terima kasih.

Dimana mobil yang akan masuk ke jalur utama kemudian memotong kendaraan yang lain pada saat itu kendaraan yang memotong jalur menyalakan lampu hazard tiga detik saja sebagai bentuk ucapan terima kasih karena telah diberikan kesempatan untuk memasuki jalur.

Akan tetapi jika diterapkan di tanah air tentu tak akan maksimal. Walaupun tak melanggar aturan atau dapat meningkatkan potensi kecelakaan, dimana lampu hazard sebagai isyarat terima kasih tak banyak dipahami oleh pengendara di tanah air.

Kesimpulan

Pada saat mobil dalam keadaan darurat, lampu hazard mempunyai fungsi yang sangat penting. Dimana isyarat yang di tunjukkan melalui lampu hazard akan dapat diterima oleh pengendara yang lainnya sehingga para pengguna jalan yang lainnya akan meningkatkan kewaspadaan.

Pastikan untuk tidak menyalakan lampu hazard pada saat atau waktu yang tak tepat seperti pada kondisi :

  • Hujan lebat
  • Jalan yang berkabut
  • Melintasi terowongan atau lorong yang gelap
  • Melintas lurus pada persimpangan

Ketahuilah fungsi dasar dari lampu hazard serta penggunaannya yang sudah diatur oleh UU No. 22 Tahun 2009 tentang LLAJ, Pasal 121 ayat 1 yang bunyinya :

“Setiap pengemudi kendaraan bermotor wajib memasang segitiga pengaman, lampu isyarat peringatan bahaya, atau isyarat lain pada saat berhenti atau parkir dalam keadaan darurat di jalan”.

Istilah “isyarat lain” itu merujuk pada lampu darurat mobil, seperti lampu sein kanan dan kiri dan juga lampu hazard.

Terdapat istilah “keadaan darurat” seperti, mobil yang sedang mogok,  mengganti ban atau kecelakaan.

Dapatkan informasi menarik seputar Berita Otomotif Terbaru lainnya hanya di laman Dangmerdu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here