Dang Merdu – Seperti penari yang sudah terlatih, hasil terbaik seorang fotografer hanya dapat diraih setelah melakukan pelatihan yang ketat, uji coba dan menggunakan berbagai macam teknik. Untuk fotografi arsitektur, menguasai teknik pencahayaan dasar adalah hal yang sangat penting karena secara langsung inilah yang dapat menarik perhatian penonton. Bermain dengan pencahayaan yang benar akan menghasilkan foto lebih detail dan dengan dimensi yang realistis.

Memotret cahaya adalah teknik yang utama dalam aliran fotografi apapun dan hal ini dapat melatih kepekaan kita dalam membidik aneka bentuk dan tipe objek. Akan tetapi, bermain dengan cahaya dalam fotografi arsitektur harus membutuhkan banyak latihan.

Pada saat itu, saya tidak mengerti mengapa hampir semua orang sangat peduli dengan pencahayaan. Saya percaya bahwa komposisi adalah hal yang lebih penting hinggi suatu ketika saya mencoba fotografi makro dan saya tidak dapat melupakan apa yang dikatakan teman saya, “Memotret makro tanpa didukung dengan pencahayaan yang tepat hanya akan menghasilkan gambar yang biasa-biasa saja”. Mulai dari saat itu, dalam fotografi arsitektur saya, saya mencoba untuk mengeksplorasi pencahayaan dan kemudian pada saat ini juga saya menjadi percaya bahwa pencahayaan merupakan jiwa di dalam setiap foto.

Sebelum belajar lebih banyak mengenai bagaimana cara menggabungkan pencahayaan yang benar di dalam foto arsitektur, belajarlah terlebih dahulu mengenai dasar-dasar fotografi arsitektur di bawah ini:
Fotografi Arsitektural #1: 3 Konsep Dasar
Fotografi Arsitektural #2: Menggunakan Panjang Fokus Sudut Lebar/Telefoto
Fotografi Arsitektural #3: Teknik Komposisi Efektif
Fotografi Arsitektural #4: Memotret Bangunan di Malam Hari

Baca Juga : Panduan Menggunakannya di Fotografi, Flash Kamera

Komposisi, Komposisi, Komposisi!

Untuk beberapa pecinta fotografi yang sering membaca buku mengenai fotografi, saya mengerti bahwa topik ini mungkin tidak menarik. Bagaimanapun juga, arsitektur bukan hanya sekedar mengenai komposisi saja. Keharmonisan dari berbagai komponen ¬¬– simetris, alur, ritme, kontras, dan cahaya – yang akan membuat setiap foto dapat memukau para penonton.

Komposisi ditentukan dari sudut pengambilan gambar, dan keharmonisan pada suatu foto ditentukan oleh komposisi. Harmonis merupakan suatu penyatuan keseimbangan dari benda yang kita bidik dari sudut pengambilan gambar yang kita inginkan.

Komposisi yang seimbang tidak selalu menghasilkan gambar yang simetris. Sesuatu yang simetris harus seimbang, meskipun keseimbangan tidak selalu simetris. Menjadi simetris adalah masalah distribusi yang proporsional dari bobot visual.

Dalam seni ada dua konsep keseimbangan, baik secara simetris maupun asimetris. Simetris adalah hal yang lebih mudah dimengerti karena konsep umumnya sudah banyak ditemukan pada arsitektur lama seperti istana raja. Keseimbangan simetris terkenal dengan konsep elemen yang didistribusikan secara merata di sekitar titik pusat atau sumbu. Mengaplikasikan suatu komposisi yang simetris dalam tipe objek ini relatif mudah karena sebagian besar gedung yang bersejarah memiliki proporsi permukaan antara kiri dan kanan yang seimbang.

Posisikan diri Anda berada di tengah dimana Anda dapat membagikan objek dengan sejajar. Sangat mudah dan gampang. Tetapi, secara teorinya, hasilnya kelihatan redup dan berulang-ulang. Anda dapat menciptakan keseimbangan yang dinamis pada saat Anda menggeser sudut bangunan untuk membentuk dua perspektif distorsi.

Sekarang mari kita lihat ilustrasi KOMPOSISI SEIMBANG. Perhatikan pada bagian keseimbangan asimetris. Kedua sisi terlihat seimbang meskipun memiliki bentuk yang berbeda. Perhatikan warna dari setiap objek dimana warna yang gelap memberikan berat lebih dibandingkan dengan yang lebih terang.

Terapkan ini dalam latihan Anda. Keseimbangan tidak hanya menjadi simetris, tetapi juga melibatkan berat (warna / gelap atau terang), ukuran, berat jenis, dan bentuk (efek visual dari bentuk objek yang ramping dianggap ringan jika dibandingkan dengan sebuah kubus).

Meski memiliki tampilan yang berbeda komposisi asimetris secara kausal dijelaskan sebagai bobot yang terdistribusi. Pada saat kita mengambil foto sebuah bangunan dengan menggunakan perspektif 2 TH, Anda harus menciptakan keseimbangan antara masing-masing sisi meski memiliki bentuk yang berbeda bentuk. Anda dapat menemukannya saat Anda memperhatikan efek visual dari bentuk, warna, dan pencahayaan.

Dalami keindahan yang terkandung di dalamnya, dan bermainlah dengan ritme komposisi komponen yang ada.

 

Jangan Lupa Baca Berita Seputar Photography lainnya di Dangmerdu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here