Dang Merdu – Untuk menarik minat klien cara yang terbaik adalah seorang fotografer harus membuat portofolio yang menarik.

Sebuah portofolio dapat dijadikan sebuah gambaran skill yang dimiliki serta riwayat karier sebagai fotografer.

Portofolio fotografi dapat dibuat dalam berbagai macam format, baik format cetak maupun format digital.

Nah, bagaimana caranya untuk membuat portofolio fotografer yang menarik? Yuk, cari tahu selengkapnya dalam artikel berikut!

Menentukan tujuan portofolio dibuat
Menentukan terlebih dahulu tujuan dari portofolio adalah langkah pertama dari cara membuat portofolio fotografer
Menurut ketentuan, beberapa pertanyaan dibawah bisa menjadi pertimbangan dalam menentukan tujuan dari portofoliomu.
• Ketika melihat portofoliomu klien seperti apa yang ingin kamu tarik minatnya? Apakah klien individu atau perusahaan?
• Dalam fotografi apa yang menjadi keunggulanmu? Apakah kamu lebih banyak memotret potrait, landscape, atau genre fotografi lainnya? Apakah kamu menggunakan tools tertentu untuk retouching dan compositing?
• Secara umum apa tujuanmu dalam bisnis fotografi? Apakah kamu ingin mengembangkan karier di satu genre fotografi atau apakah kamu ingin mencoba genre fotografi lainnya?

2. Memilih subjek fotografi yang menggambarkanmu sebagai fotografer
Walaupun kamu telah banyak memiliki pengalaman pada berbagai subjek fotografi yang berbeda, portofolio yang terlalu luas dapat membuat terlihat tidak teratur dan tidak fokus. Sehingga, klien tidak tertarik untuk melihat portofoliomu.
Memilih satu atau dua spesialisasi yang kamu minati adalah cara untuk membuat portofolio fotografer yang menarik. Kamu dapat pertimbangkan juga bagaimana kamu ingin dilihat dan didefinisikan sebagai seorang fotografer.

Pisahkan masing-masing subyek tersebut dalam kategori-kategori tertentu dalam portofoliomu.

Baca Juga : Penginderaan Jauh: Prinsip, Alat, Perolehan Data &; Citra

3. Pilihlah beberapa hasil foto terbaikmu
Mungkin kamu memiliki ratusan hasil foto, tapi tidak semuanya dapat merepresentasikan dirimu sebagai seorang fotografer.

Menampilkan beberapa hasil foto terbaikmu adalah cara membuat portofolio fotografer yang menarik

Kamu pilih beberapa foto yang representatif dan “berbicara”. Sehingga, kamu tidak perlu repot-repot untuk menjelaskan bagaimana foto tersebut dihasilkan dengan panjang lebar.

Melalui pertimbangan yang sama, Canva menyebut untuk tidak terikat pada foto yang telah dikerjakan dengan sungguh-sungguh, dan tidak menghasilkan foto yang sesuai dengan keinginanmu.

Terlepas dari bagaimana caramu memotretnya pilihlah foto-foto terbaikmu.

4. Kamu susun foto-fotomu secara berurutan
Setelah memilih foto-foto yang akan ditampilkan di portofoliomu, cara selanjutnya yaitu menyusun foto-foto tersebut secara urut untuk membuat portofolio fotografer.

Cetaklah foto-foto tersebut dalam ukuran kecil untuk memudahkanmu. Sehingga, pada permukaan yang datar kamu dapat mengatur ulang foto-foto tersebut secara fisik.

Saat mengurutkan foto kamu dapat mengambil beberapa pendekatan. Misalnya, berdasarkan ambience, warna, komposisi, dan gerakan, atau kombinasinya kamu dapat mengaturnya.

susun foto-foto tersebut dalam satu rangkaian tersendiri, jika ada beberapa foto yang merupakan bagian dari sebuah seri fotografi. Ini akan lebih memudahkan siapapun yang melihat portofoliomu untuk memahami karya-karyamu.

5. Pada masing-masing foto beri keterangan
Agar klien lebih memahami karyamu, tidak ada salahnya kamu menambahkan beberapa keterangan yang singkat pada masing-masing portofoliomu.

Cara membuat keterangan pada foto di portofolio fotografer anda adalah dengan menambahkan informasi seperti:
• Jenis kamera dan lensa yang digunakan
• Lokasi atau tempat pemotretan
• Siapa yang menjadi model fotomu

6. Tulis informasi singkat tentang dirimu
Setelah selesai foto diatur, cara selanjutnya yaitu menulis informasi singkat mengenai dirimu sebagai fotografer agar portofolio fotografer yang kamu buat menarik bagi klien.

Tulislah informasi-informasi singkatmu seperti alamat email dan kontak pribadimu.

Jangan lupa, sebagai fotografer gambarkan juga siapa dirimu. Misalnya, sudah berapa lama kamu menjadi seorang fotografer, genre fotografi apa yang kamu gemari, hingga jenis kamera dan lensa yang biasa kamu gunakan.

Nah, itu dia caranya membuat portofolio yang menarik untuk fotografer. Untuk mengembangkan kariermu sebagai fotografer profesional di berbagai bidang kamu bisa menggunakan portofolio ini.

Kamu juga dapat mengembangkan karier fotografi kamu dengan melamar lowongan pekerjaan fotografer, lho.

 

Jangan Lupa Baca Berita Seputar Photography lainnya di Dangmerdu.com.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here