Tips Aman Bagaimana Cara Membonceng Anak Kecil Menggunakan Sepeda Motor
Tips Aman Bagaimana Cara Membonceng Anak Kecil Menggunakan Sepeda Motor

Berita Pekanbaru Terkini – Sepeda motor merupakan alat mobilitas yang cukup efektif dalam mendukung aktivitas sehari-hari. Jarang terjebak macet dan yang pasti juga lebih irit. Berboncengan menggunakan sepeda motor merupakan hal yang sudah sangat wajar dilakukan. Apabila yang dibonceng adalah orang dewasa itu tak akan jadi masalah, berbeda jika yang dibonceng adalah anak kecil, dimana hal tersebut sangat dituntut kesadaran dari orang tua dalam memahami bagaimana cara yang aman ketika membonceng anak agar selamat selama dalam perjalanan hingga ke tempat tujuan.

Dimana biasanya orang tua meletakkan anaknya di bagian depan dengan alasan agar anaknya dapat menikmati pemandangan atau bahkan anaknya akan merasa senang saat berada didepan atau dengan berbagai alasan lainnya. demi keselamatan hal tersebut tidak dapat di benarkan.

Dimana hal tersebut justru mengundang potensi bahaya, anak anda dapat terjepit, terbentur setang kemudi atau bahkan mendapatkan gangguan kesehatan hingga menutupi ruang lingkup pandangan dari pengemudi.

Baca Juga : Perbandingan Antara Stargazer Vs Xpander Varian Tertinggi, Mana Yang Lebih Unggul?

Berikut ini merupakan cara aman berkendara dengan menggunakan sepeda motor, khususnya pada saat membonceng anak kecil.

Perlengkapan saat berkendara

Walaupun anak yang dibonceng masih kecil, orang tua tak boleh abai terkait urusan perlengkapan berkendara untuk anak. Baik jaket, helm, sarung tangan hingga celana panjang dan juga sepatu wajib untuk dikenakan. Sebab, baik yang dibonceng atau pun pengendara mempunyai resiko yang sama.

Anak sudah siap untuk dibonceng

Salah satu syarat jika anak sudah dapat dibonceng menggunakan motor ialah pada saat kakinya telah dapat menginjak pull step motor. Perlu diingatkan juga pada saat dibonceng, anak anda tak memainkan kakinya demi untuk menghindari tersenggolnya dengan kendaraan yang lainnya.

Serta pastikan pula jika tangan anak sudah dapat melingkar dengan tujuan untuk memeluk dengan erat demi menjaga keseimbangannya. Apabila ragi, anda dapat menambahkan sabuk pembonceng agar keseimbangan dan posisi anak anda menjadi lebih terjaga.

Posisi

Pastikan jika anak yang dibonceng berada di belakang dengan posisi yang harus lurus sesuai dengan tubuh pengendaranya serta rapat supaya sang anak dapat memegang atau memeluk pengendara dengan baik. Hal tersebut juga memiliki tujuan dalam meningkatkan keseimbangan pada saat berkendara.

Kontrol kecepatan

Hal yang tak kalah pentingnya untuk dilakukan pada saat membonceng anak kecil ialah. Anda harus dapat mengontrol kecepatan berkendara supaya:

  1. Mencegah terjadinya anak yang berguncang/terpental kebelakang pada saat anda menarik gas dikarenakan pegangannya yang belum kuat atau anak anda yang belum siap dengan pergerakan yang tiba-tiba.
  2. Mencegah dari terlemparnya sang anak pada saat menikung/bermanuver dengan kecepatan yang tinggi. Hal tersebut dapat terjadi karena kekuatan pegangan anak kecil tak sekuat orang dewasa.
  3. Mencegah terjadinya pengereman yang sangat kuat. Jika menggunakan kecepatan yang cukup tinggi, anda akan berpotensi untuk melakukan pengereman yang kuat pula sehingga dapat memberikan rasa yang tidak nyaman pada sang anak.

Atur rute, waktu dan jarak

Fisik anak dan orang dewasa itu berbeda, dimana mereka tak dapat diperlakukan sama. Disarankan untuk mengatur waktu keberangkatan lebih pagi agar terhindar dari teriknya matahari.

Tal hanya itu, anda juga dapat terhindar dari kemacetan agar perjalanan pun menjadi lebih cepat. Meski demikian, anda juga dapat memastikan rute yang dipilih tersebut aman, layak serta tak melanggar peraturan lalu lintas.

Komunikasi

Saat membonceng anak kecil, sesering mungkin untuk diajak berkomunikasi. Jangan bosan untuk melakukan konfirmasi seperti menanyakan jika mengantuk, haus lelah. Komunikasinya pun tak harus dengan menolehkan pandangan ke anak, karena dapat mengganggu konsentrasi saat berkendara. Cukup dengan menghadap kedepan dengan suara yang sedikit lebih keras agar dapat didengar.

Edukasi

Yang terakhir, dengan memberikan edukasi sedini mungkin terkait keselamatan saat berkendara serta rambu-rambu lalu lintas agar anak anda juga mengetahui bagaimana cara dibonceng yang baik dan benar itu seperti apa.

Jangan lewatkan informasi menarik seputar Berita Otomotif Terkini lainnya hanya di laman Dangmerdu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here